INDUSTRY.co.id - Pengembangan fasilitas dan infratsruktur Kawasan Cikarang telah dilakukan sejak dua dekade silam. Jangan heran bila Cikarang kini telah menjelma sebagai kawasan internasional, dimana sejumlah Kota Mandiri dengan tawaran fasilitas kelas dunia berdiri di kawasan yang merupakan bagian dari Koridor Timur Jakarta tersebut.

PT Lippo Cikarang Tbk merupakan pengembang yang berperan membangun dan menata Kawasan Cikarang. Di atas lahan seluas lebih dari 3.000hektare (ha) yang dimiliki, Lippo Cikarang membangun Kota Mandiridengan kawasan industri sebagai basis ekonomiyang kuat.

Sekitar 448.000 orang bekerja di kuranglebih 920 industri manufaktur di Kawasan IndustriLippo Cikarang yang bebas polusi. Perseroan telahberhasil membangun lebih dari 14.000 rumah dan limaapartemen yang ramah lingkungan dan dilengkapidengan fasilitas tiga mal, 21 sekolah termasuk sekolahinternasional, tiga rumah sakit berkelas serta dua hotelbertaraf Internasional.

Dalam mengembangkan wilayahnya, Lippo Cikarang ditopang oleh empat divisi bisnis yang saling terkait dalam membangun dan menata Kota Mandiri Lippo Cikarang yakni Divisi Industrial, Divisi Residensial, Divisi Komersial dan Divisi Pengelolaan Kota. Empat divisi tadi terus melakukan inovasi produk dan layanan demi memberi kepuasan terhadap pelanggannya. Ujungnya-ujungnya tentu saja berdampak pada capaian kinerja Lippo Cikarang yang tumbuh konsisten setiap tahun.

Dari empat divisi bisnis yang dijalankan, tampaknya Perseroan memiliki harapan besar pada Divisi Residensial sebagai mesin pertumbuhan bisnis di masa datang. Selain terus melakukan inovasi dan tambahan fasilitas hunian berkelas dunia, Perseroan berkomitmen untuk meluncurkan kluster-kluster baru dengan menyematkan fitur-fitur modern dan berkelas.

Kendari begitu, ketersediaan lahan yang terbatas di tengah tingginya permintaan hunian menjadi tantangan kekinian yang harus mendapatkan solusi cepat. Terlebih wilayah yang menjadi lokasi Perseroan telah tumbuh menjadi pusat bisnis dan gaya hidup. Koridor Timur

Jakarta, menjadi semakin strategis sejak dibukanya jalan tol Cipularang yang merupakan penghubung utama antara Jakarta dan Bandung.

Itu membuat perseroan mengembangkan strategi baru yang mengusung konsep vertikal, yakni proyek properti terpadu (mixed use) bernama Orenge County. Pelatakan batu pertama megaproyek senilai Rp 250 triliun yang lokasinya di jantung Koridor Timur Jakarta   dilakukan pada 12 Februari 2015. Nantinya di atas lahan seluas 322 hektare (ha), Lippo Cikarang akan membangun proyek konstruksi seluas 16,5 juta m2. Didalamnya termasuk sekitar 12 tower apartemen, Central Business District (CBD) seluas 82,3 ha yang diklaim lebih besar dari area pusat bisnis di kota-kota negara maju, seperti Hudson Yards New York, ICC Union Square Hong Kong, dan Roppongi Hills Tokyo.

Nah demi memacu pengembangan Orange County tersebut, Lippo Cikarang berkomitmen  terus mengembangkan fasilitas dan infrastruktur di koridor Timur Jakarta tersebut, salah satunya membuat terbosan baru dengan mengusung konsep Automated People Mover (APM). Ini merupakan moda transportasi berbasis rel, yang akan mengoneksikan tujuh kawasan industri di Bekasi, Cikarang, hingga Karawang di Jawa Barat.

Direktur dan Chief Marketing Officer (CMO) PT Lippo Cikarang Tbk Stanley Ang mengatakan, kehadiran moda transportasi masa depan di Koridor Timur Jakarta tersebut merupakan solusi yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku usaha. "Kami yakin, dengan tersedianya fasilitas tersebut, pertumbuhan ekonomi di Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Subang akan berkembang secara signifikan di masa mendatang. Kami memperkirakan pertumbuhan di kawasan Cikarang dan sekitarnya minimal akan menjadi tiga kali lipat dari saat ini. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa para investor tertarik dengan Newport Park, menara apartemen yang baru di Orange County,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Stanley Ang menjelaskan, Koridor Timur Jakarta membentang dari Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Subang yang keseluruhannya berada di Jawa Barat. Saat ini, setidaknya terdapat 4.097 perusahaan yang berada di tujuh kawasan industri yang tersebar di Bekasi hingga Karawang tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 3.000-nya adalah perusahaan multinasional.

Menurutnya pertumbuhan Koridor Timur Jakarta yang begitu pesat juga didongkrak oleh keberadaan sejumlah infrastruktur transportasi yang sedang dikembangkan. Proyek itu di antaranya kereta cepat Jakarta-Bandung, rencana pengembangan Patimban Deep Seaport, dan Kertajati International Airport di Subang.

"Hadirnya APM untuk transportasi kawasan akan membuat mobilitas barang dan jasa kian lancar. Setelah semua terajut, tentu saja harus dikoneksikan dengan sistem transportasi ke Jakarta maupun kota-kota lainnya,” ujarnya. Saat ini Perseroan sedang melakukan studi kelayakan untuk konsep yang diusung tersebut dan diyakini akan segera rampung.

Sementara Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Toto Bartholomeus menyatakan, adanya rencana pengembangan berbagai proyek infrastruktur akan menambah aksesibilitas menuju dan dari Koridor Timur Jakarta. “Ini sekaligus semakin memperkuat economic base yang sekarang ini berkembang di Koridor Timur Jakarta," ujarnya dalam siaran pers Perseroan beberapa waktu lalu.

Rencana pengembangan berbagai proyek infrastruktur di Bekasi tersebut, dikatakannya tentu akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap pengembangan tujuh kawasan industri saat ini. Selain ada 4.000-an perusahaan beroperasi, terdapat 21.000 ekspatriat bekerja di wilayah tersebut.

"Sebagai hub atau jantung dari Koridor Timur Jakarta ini, PT Lippo Cikarang Tbk tidak hanya mengembangkan masterpiece integrated development Orange County seluas 322 hektare. Kami juga mendukung pertumbuhan fasilitas terlengkap dan terdepan untuk para investor dan penghuni di Orange County ini, salah satunya APM," imbuhnya.

Konsistensi Lippo Cikarang dalam menyediakan fasilitas dan infrastruktur terbaik membuat tingkat kepercayaan pelaku bisnis dan konsumen meningkat. Terlihat dari proyek Orange County yang cukup diminati.  Hingga pertengahan Desember 2016 lalu, Perseroan berhasil memasarkan 87% unit Newport Park, menara apartemen ke-6 yang dibangun di Orange County dengan nilai Rp 390 miliar.

Lima apartemen sebelumnya telah tandas terjual saat launching, yakni Irvine Suites, Westwood Suites, Pasadena Suites, Burbank Suites, dan Glendale Park. Khusus Burbank Suites terjual kepada salah satu perusahaan Jepang, Sanko Soflan Holdings, sebelum diluncurkan.