Sepanjang Semester I-2019, Industri Makanan dan Logam Dasar Jadi Penyumbang Terbesar Realisasi Investasi

Oleh : Ridwan | Kamis, 01 Agustus 2019 - 13:40 WIB

Ilustrasi industri mamin. (Foto: IST)
Ilustrasi industri mamin. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri makanan serta industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya merupakan sektor manufaktur yang menjadi penyumbang terbesar pada realisasi investasi sepanjang semester I tahun 2019. 

Secara total, penanaman modal di sektor industri manufaktur di periode Januari-Juni tahun ini berkontribusi hingga Rp104,6 triliun.

Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), industri makanan sebagai salah satu kontributor besar pada penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai mencapai Rp21,26 triliun. Sedangkan, dalam kelompok penanaman modal asing (PMA), industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menyetor sebesar USD1,46 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan industri makanan dan minuman di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan signfikan karena didukung sumber daya alam melimpah dan permintaan domestik yang besar. 

Oleh karenanya, lanjut Airlangga, sejumlah produsen masih percaya diri dan optimistis untuk meningkatkan investasi dan berekspansi guna memenuhi permintaan pasar, baik di domestik maupun ekspor.

"Kami melihat Indonesia masih menjadi negara tujuan utama bagi para investor untuk mengembangkan usahanya. Apalagi Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang demokratis, bahkan di tingkat ASEAN, ekonominya cukup stabil selama 20 tahun terakhir ini. Jadi, dengan kondisi ekonomi dan sosial, plus situasi regional yang mendukung saat ini, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan ekspansi," paparnya di Jakarta, Kamis (1/8).

Sementara itu, Menperin menyampaikan, pihaknya fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri, salah satunya di sektor logam. Implementasinya, pembangunan pabrik smelter di dalam negeri berjalan cukup baik, terutama yang berbasis logam.

"Apalagi Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri smelter berbasis logam karena termasuk dari 10 besar negara di dunia dengan cadangan bauksit, nikel, dan tembaga yang melimpah," tuturnya.

Untuk pengembangan industri berbasis mineral logam khususnya pengolahan bahan baku bijih nikel, saat ini difokuskan di kawasan timur Indonesia. Misalnya, di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Bantaeng, Sulawesi Selatan dan Kawasan Industri Konawe, Sulawesi Tenggara.

Airlangga meyakini, kinerja industri manufaktur masih positif pada semester II-2019 seiring dengan peningkatan investasi belakangan ini. Apalagi, pemerintah baru saja menerbitkan kebijakan yang dapat memacu daya saing industri nasional.

Regulasi itu adalah Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019, yang mengatur pemberian insentif super tax deduction sebesar 200 persen bagi perusahaan yang melakukan pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi tertentu dan 300 persen bagi perusahaan melakukan kegiatan penelitian di Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bandara Soekarno-Hatta Siap Jadi Destinasi Wisata dan Seni Budaya Indonesia

Minggu, 19 Januari 2020 - 13:00 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Siap Jadi Destinasi Wisata dan Seni Budaya Indonesia

Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan salah satu Pintu Gerbang Utama Indonesia dalam menyambut kedatangan wisawatan mancanegara.

K13N Band Ramaikan Industri Musik Nasional

Minggu, 19 Januari 2020 - 12:30 WIB

K13N Band Ramaikan Industri Musik Nasional

Meski industri musik Indonesia tengah mati suri, dan grup band mapan rontok. Ternyata tidak mengurang minat pemusik muda untuk meramaikannya. Salah satu nya K13N band, yang beranggotakan, Chikin…

DPP Parfia Gelar Parfi Award 2020

Minggu, 19 Januari 2020 - 12:00 WIB

DPP Parfia Gelar Parfi Award 2020

Terobosan dilakukan DPP Persatuan Artis Film (PARFI) Kuningan yang dikomandan Firman Nurjaya, Sultan Saladin dkk. Berencana akan menggelar ajang PARFI AWARDS 2020 dengan tema “Film Indonesia…

Penataan Kawasan Olahraga Kampung Harapan dan Doyo Baru

Minggu, 19 Januari 2020 - 11:55 WIB

Kementerian PUPR Lakukan Penataan Kawasan Olahraga Kampung Harapan dan Doyo Baru

Penataan dilakukan di kawasan pembangunan arena olahraga (venue) Aquatic dan ISTORA Papua Bangkit di Kawasan Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena Cricket dan Lapangan Hockey…

Pegadaian Lakukan Kolaborasi Bisnis Gandeng 34 Mitra di Bali

Minggu, 19 Januari 2020 - 10:41 WIB

Pegadaian Lakukan Kolaborasi Bisnis Gandeng 34 Mitra di Bali

PT Pegadaian (Persero) terus melakukan kolaborasi bisnis untuk memperluas pasar dan sharing ekonomi dengan menggandeng 34 mitra, baik dari sektor pemerintahan, pendidikan, BUMN, swasta, pariwisata,…