Nilai Ekspor Produk Pertanian Indonesia Mengalami Peningkatan Berlipat

Oleh : Wiyanto | Rabu, 31 Juli 2019 - 08:00 WIB

Mentan Amran Sulaiman di sawah
Mentan Amran Sulaiman di sawah

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Nilai ekspor produk pertanian Indonesia selama empat setengah tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dilihat dari data tahun 2013, saat itu angkanya tercatat hanya sekitar 33,5 juta ton. Namun tiga tahun kemudian jumlahnya melonjak menjadi 36,1 juta ton dan 40,4 juta ton.

Selanjutnya pada tahun 2017 dan 2018, angkanya juga meningkat lagi menjadi 41,3 juta ton dan 42,5 juta ton.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, peningkatan ini tak lepas dari berbagai program dan kebijakan terobosan yang tepat dalam mengimplementasi semua instruksi Presiden Jokowi.

"Kita patut berbangga karena ditengah lesunya ekspor Indonesia, perjalanan ekspor kita menunjukkan kinerja yang sangat bagus," kata Kariyasa, Senin (29/7).

Kariyasa mengatakan, jika dibandingkan tahun 2013, jumlah ekspor produk pertanian tahun 2018 mencapai kerang lebih 9 juta ton atau 26,9 persen. Kata dia, selama periode tersebut, total volume ekspor mencapai 195,7 juta ton, ditambah akumulasi tambahan volume ekspor sekitar 28,3 juta ton.

"Akumulasi tambahan ini sekitar 84,5 persen dari jumlah ekspor produk pertanian tahun 2013 yang sebesar 33,5 juta ton," katanya.

Sementara itu, nilai ekspor produk pertanian Indonesia pada tahun 2013 mencapai sebesar Rp 320,9 triliun. Angka tersebut jika mengacu pada tahun 2014 dan 2016 jumlahnya terus meningkat menjadi Rp 368,4 triliun dan Rp 375,5 triliun. Nilai positif ini berlanjut pada tahun 2017 dan 2018, dimana angkanya masing-masing Rp 442,3 Triliun dan Rp 415,9 Triliun.

"Jadi selama 2014-2018, total nilai ekspor produk pertanian kita mencapai Rp 1.957,5 tirliun, dengan akumulasi tambahan mencapai Rp 352,58 triliun. Akumulasi tersebut angkanya juga sangat bagus, yakni mencapai 109,8 persen dari nilai ekspor tahun 2013 yang hanya sebesar Rp 320,9 triliun," katanya.

Adapun pada komposisi ekspor produk pertanian Indonesia saat ini masih didominasi oleh komoditas perkebunan, yang mencapai 91,4 persen dari total nilai ekspor produk pertanin Indonesia. Dengan demikian, kinerja ekspor produk pertanian Indonesia sangat ditentukan oleh kinerja produksi perkebunan saat ini.

"Makanya kita sedang meningkatkan peran penting dan strategis sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyiapkan program terobosan seperti Bun500 yang telah dilaunching oleh Bapak Mentan," katanya.

Program Bun500 sendiri adalah program penyediaan 500 juta batang benih unggul perkebunan untuk petani di seluruh Indonesia. Bantuan ini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan rempah dan perkebunan Indonesia yang dulu pernah dicapai.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank Indonesia

Jumat, 17 Januari 2020 - 23:51 WIB

QRIS Standar Pembayaran Digital Ala Milenial

Bank Indonesia (BI) mengapresiasi ribuan milenial yang berpartisipasi secara aktif dalam mensosialisasikan QR Code Indonesian Standard (QRIS) kepada masyarakat lewat video dan blog.

AYDA Jadi Cara Asyik Generasi Muda Bangun Bangsa Lewat Karya Desain

Jumat, 17 Januari 2020 - 20:35 WIB

Kompetisi AYDA Jadi Cara Asyik Generasi Muda Bangun Bangsa Lewat Karya Desain

Para Gold Winner mendapatkan hadiah berupa uang tunai, kesempatan magang di perusahaan Arsitek dan Desain Interior ternama, menjadi duta Indonesia untuk bersaing dengan 14 negara lainnya demi…

BMW Group Indonesia Donasikan USD 25.000 untuk Korban Banjir Jakarta

Jumat, 17 Januari 2020 - 20:10 WIB

BMW Group Indonesia Donasikan USD 25.000 untuk Korban Banjir Jakarta

BMW Group Indonesia bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Save the Children di Indonesia untuk membantu proses pemulihan pasca bencana dengan menyumbangkan bantuan senilai USD 25.000 atau…

 Chaerul (tengah) saat diwawancarai Kompas TV

Jumat, 17 Januari 2020 - 14:31 WIB

Heboh Pria Tidak Tamat SD di Sulsel, Sukses Terbangkan Pesawat Rakitannya

Pinrang- Chaerul (40), Montir Motor di Pallameang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), hanya sampai kelas lima SD dan tidak pernah naik pesawat. Namun kini ia jadi perbincangan banyak…

President Director PT Waskita Fim Perkasa Realti, Ignatius Joko Herwanto bersama Kepala Cabang Jakarta PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. Ari Kurniaman seusai penandatanganan MoU

Jumat, 17 Januari 2020 - 14:15 WIB

Berikan Kemudahan Kepemilikan Apartemen Vasaka Solterra, Waskita FIM Perkasa Realti Teken MoU dengan Bank BTN

PT Waskita Karya Realty mendukung kerja sama antara anak perusahaannya, PT Waskita Fim Perkasa Realti, yang melakukan kerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN), untuk menyediakan layanan…