Kemenperin Lahirkan ‘Startup’ Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik

Oleh : Ridwan | Senin, 29 Juli 2019 - 20:25 WIB

ilustrasi IKM Batik
ilustrasi IKM Batik

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Penumbuhan wirausaha baru skala industri kecil dan menengah (IKM) merupakan salah satu program strategis Kementerian Perindustrian. Sebab, sektor tersebut terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. 

Salah satu upaya yang dilakukan Kemenperin adalah menyelenggarakan “Innovating Jogja’, sebuah kompetisi bagi IKM kerajinan dan batik di kota yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan sektor tersebut.

"Guna melahirkan wirausaha baru, Kemenperin menyelenggarakan Innovating Jogja yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Senin (29/7).

Ngakan menyebutkan, Indonesia membutuhkan sedikitnya empat juta wirausaha baru untuk turut menguatkan struktur perekonomian nasional saat ini. Pasalnya rasio wirausaha di dalam negeri masih sekitar 3,1 persen dari total populasi penduduk. 

"Meskipun rasio wirausaha di Indonesia sudah melampaui standar internasional, yakni sebesar 2 persen, namun masih perlu terus digenjot lagi untuk mengejar capaian negara tetangga," ungkapnya. Apabila dihitung dengan populasi penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa, jumlah wirausaha nasional mencapai 8,06 juta jiwa.

Kepala BPPI optimistis, gelaran kegiatan Innovating Jogja mampu menghasilkan startup kerajinan dan batik di Yogyakarta yang produktif, inovatif, dan kompetitif. Hal ini lantaran mereka dapat menggunakan fungsi alih teknologi dan inkubasi hasil-hasil litbang yang diciptakan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta sebagai salah satu balai di bawah BPPI Kemenperin.

"Innovating Jogja juga sebagai upaya untuk merebut peluang dari adanya momentum bonus demografi yang akan dinikmati oleh Indonesia. Selain itu kesiapan kita memasuki era industri 4.0, sesuai penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0, yang membutuhkan banyak wirausaha muda sekaligus SDM industri yang kompeten dan melek teknologi," paparnya.

Sementara itu, Kepala BBKB Yogyakarta Titik Purwati Widowati menyampaikan, pihaknya telah menyelenggarakan acara Penghargaan Pemenang Innovating Jogja dan Diseminasi Hasil Litbang Tahun 2019 pada 26 Juli 2019. Pada kesempatan itu, BBKB Yogyakarta telah mengumumkan 10 peserta yang masuk tahap inkubasi Innovating Jogja 2019.

Kesepuluh peserta tersebut, yakni Adam Amrullah (Naray) - Sepatu berbahan upper stagen dengan bahan rubber sole, Bayu Ratna Dini (Diby Leather) - Marbling pada produk kulit, Elsana Bekti Nugroho (Arane) - Fashion bag batik kombinasi eco print zwa pada kulit, dan Galuh Irawati Kusumaningrum (RaMundi Batik) - Aplikasi zat warna alam pada produk baby jumper batik.

Selanjutnya, Gilang Cahyono Adji (Valey) - Tas gunung/carrier batik outdoor zat warna alami, Hasan Agus Wiratomo (Modust Art and Craft) - Souvenir khas Yogyakarta berbahan limbah kayu, Iswanto (Giowari Putra Craft) - Kerajinan dari bahan limbah tongkol jagung, Matius Indarto (Prajan Eco) - Kain paduan eco print dan rush pada kain, Miftahudin Nur Ihsan (Smart Batik) - Kain batik zat warna alam dengan desain komunitas, dan Usnul Khotimah (Djad Batik) - Batik untuk fesyen bergaya Korea.

"Para pemenang Innovating Jogja akan mendapatkan pendampingan teknis dan manajemen, serta monitoring usaha. Selain itu juga mereka mendapat bantuan fasilitas produksi sebesar Rp20 juta," ujar Titik. 

Peserta yang hadir pada kesempatan ini, terdiri dari para pelaku industri, institusi pemerintah dan swasta, akademisi, serta pemerhati dan para asosiasi yang terkait dengan industri kerajinan dan batik yang berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto S.I.P.

Selasa, 10 Desember 2019 - 22:00 WIB

Panglima TNI : Prajurit Marinir Harus Siap Dengan Perubahan dan Beradaptasi Pada Tuntutan Zaman

Prajurit Marinir TNI AL harus siap mengikuti perubahan dan beradaptasi dengan tuntutan jaman dan jangan alergi terhadap perubahan serta selalu siap digerakkan sesuai dengan perintah pimpinan…

Lippo Mall Kuta

Selasa, 10 Desember 2019 - 21:42 WIB

Perda Perpasaran Bikin Industri pusat Perbelanjaan Tidak Sehat, APBI Lapor ke Menkop UKM

Jakarta - Asosiasi Pengurus Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyampaikan keluhan ke Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki terkait Perda DKI Jakarta No. 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran yang…

PT Sarinah (Persero)

Selasa, 10 Desember 2019 - 21:34 WIB

BUMN Sarinah Jadi Etalase Produk UMKM Lokal, Ini Harapan Kemenkop Teten

Jakarta-BUMN PT Sarinah yang merupakan pusat perbelanjaan pelat merah diarahkan untuk menjadi showroom atau etalase produk UMKM lokal sehingga diperlukan sinergi yang lebih kuat mendorong dan…

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (foto humas Kemenkop)

Selasa, 10 Desember 2019 - 21:18 WIB

Kemenkop dan UKM Targetkan Peningkatan Kontribusi UMKM Terhadap PDB dan Ekspor

Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM menyusun Strategi Pemberdayaan UMKM dalam lima tahun ke depan. Strategi ini merupakan implementasi dari program pemerintah dalam pengarusutamaan UMKM dalam…

David Maraharja, MM Tech President University

Selasa, 10 Desember 2019 - 20:50 WIB

Warung Kopi dan Gaya Hidup Melenial

Siapa yang tidak mengenal kopi?? Bila di tanyakan suka kopi atau tidak? Kebanyakan orang akan menjawab suka atau bahkan suka sekali. Memang kopi tidak mengenal usia, jenis kelamin dan pekerjaan.…