INDUSTRY.co.id - Banyuwangi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan jumlah rekening di bank akan mencapai 148 juta dengan kenaikan 52,6 juta rekening. Saat ini realisasinya sudah mencapai 69 persen pada paruh pertama 2019. Pada 2017, jumlah rekening baru 95,4 juta. Mengingat indeks literasi keuangan indonesia sudah naik.
Mohamad Miftah, Direktur Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengutip data World Bank indeks dari 19,6 persen indek keuangan pada 2011, menjadi 49 persen di 2017. Itulah yang jadi acuan dia membidik pertumbuhan kepemilikan rekening dapat 75 persen.
"Cukup berat, namun brancles Banking perlu digalakkan bagi unbank," katanya di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (26/7/2019) malam.
Oleh karena itu, literasi keuangan digalakkan hingga 75 persen guna mendukung tercapainya kenaikan 52,6 juta rekening nasabah di perbankan sehingga totalnya bisa 148 juta rekening. Upayanya dengan mendoron Layanan Keuangan Tanpa Kantor untuk keuangan inklusif (Laku Pandai).
Data laku pandai secara nasional 1.123.098 agen laku pandai yang tersebar di perbankan yang sudah punya izin mengelola agen laku pandai. Laku pandai perlu digalakkan karena nasabah ke Laku Pandai tanpa dikenakan biaya bulanan, tanpa minimal setoran saat menabung.
"Tujuan adanya Laku Pandai, menyediakan produk sederhana meningkatkan kelancaran transaksi yang dapat mendorong akses keuangan," katanya.