Krakatau Steel Kembali Kirim Baja ke Australia

Oleh : Herry Barus | Jumat, 26 Juli 2019 - 08:00 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman kerja sama suplai baja dengan CEDEX Australia menjadi sebuah terobosan penjualan ekspor Krakatau Steel di tahun 2019 ini.

Suplai produk baja ditargetkan mencapai sekitar 60.000 ton per tahun.

Jakarta (25/07) - PT Krakatau Steel (persero) Tbk kembali melakukan penandatanganan kerja sama suplai baja dengan Cedex Steel & Metals Pty. Ltd., perusahaan baja dari Australia.

Kerja sama suplai baja ini baru bisa kembali dilakukan pada tahun ini setelah sebelumnya Australia  mengenakan BMAD sebesar 8,6—19 persen atas impor produk baja Hot Rolled Plate (HRP) asal Indonesia yang berlaku sejak 19 Desember 2013. Pengenaan BMAD tersebut telah berakhir pada 19 Desember 2018.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman ini merupakan kerja sama suplai baja yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk untuk meningkatkan penjualan produk bajanya. Penandatanganan ini berlaku untuk periode 2 (dua) tahun terhitung dari tanggal ditandatanganinya perjanjian tersebut. Hadir dalam penandatanganan ini Direktur Komersial PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Purwono Widodo dan General Manager Flat Rolled Products Cedex Steel & Metals Pty. Ltd. Garry McInerney.

Dilihat dari sejarahnya, Cedex Steel & Metals Pty. Ltd. sudah hampir 20 tahun memasarkan produk baja dari Krakatau Steel di Australia menggunakan merek dagang Volcano Plate, hingga akhirnya saat ini produk baja Krakatau Steel dijual dengan menggunakan nama Krakatau Plate di Australia.

Memulai dari order 50 ton, saat ini Cedex Steel & Metals Pty. Ltd. mulai kembali melakukan order produk baja hingga 60.000 ton per tahun. Produk baja yang disuplai oleh Krakatau Steel dalam perjanjian kerja sama ini diantaranya Hot Rolled Coil, Hot Rolled Sheet, dan Hot Rolled Pickled Oiled, maupun Checkered Plate.

Direktur Komersial PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Purwono Widodo dalam kesempatan ini mengatakan, “Krakatau Steel sangat bersyukur pemerintah Australia tidak melanjutkan proses peninjauan kembali pengenaan BMAD setelah 19 Desember 2017 atau tepat setahun sebelum BMAD berakhir, sehingga sesuai ketentuan Anti Dumping Agreement, pengenaan BMAD tersebut berakhir pada 19 Desember 2018,” jelasnya. “Kami akan terus meningkatkan ekspor kami ke Australia sebagai salah satu strategi penjualan kami di tahun 2019 ini,” tambahnya.

Kerja sama dengan Cedex Steel & Metals Pty. Ltd. yang sudah lama terjalin dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk semoga terus dilakukan tanpa ada hambatan. “Ekspor baja terus kami tingkatkan untuk menyalurkan produk baja Krakatau Steel. Apalagi pabrik HSM#2 akan segera beroperasi sehingga ada penambahan output HRC (Hot Rolled Coil) sebanyak 1,5 juta ton per tahun,”

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Para penyelenggara pameran International Electronic & Smart Appliances Expo 2019 Hadirkan Produk Elektronik Terunik dan Terinovasi

Selasa, 17 September 2019 - 05:03 WIB

Sebanyak 31 Ribu Produk Elektronik dari Cina Akan Hadir di JIExpo Kemayoran

Jakarta-Chaoyu Expo kembali akan menyelenggarakan pameran B2B (business to business) Indonesia International Electronics & Smart Appliance Expo 2019 (IEAE) di JIExpo Kemayoran pada tanggal 25…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Selasa, 17 September 2019 - 05:00 WIB

Presiden Jokowi Ingatkan Pimpinan KPK Bijak Dalam Bernegara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) adalah lembaga negara, institusi negara. Untuk itu, Presiden mengingatkan pimpinan KPK untuk bijak dalam bernegara.…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Selasa, 17 September 2019 - 04:12 WIB

Enam Pernyataan Sikap MPD Agar Presiden Jokowi Buka Dialog dengan KPK

Menyikapi perkembangan polemik terhadap revisi UU KPK yang semakin meruncing dan berpotensi mengganggu upaya pemerintah dalam memperbaiki perekonomian yg saat ini sedang mengalami goncangan…

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara

Selasa, 17 September 2019 - 03:00 WIB

Garuda Indonesia-KPK Gelar Forum Profesional Berintegritas

Maskapai Nasional Garuda Indonesia bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan forum Profesional Berintegritas (PROFIT) dan Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi yang…

Pusdiklat Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Lembaga Sertifikasi Profesi London School of Public Relations Jakarta (LSP LSPR), menggelar workshop dan uji kompetensi untuk profesi Humas.

Senin, 16 September 2019 - 21:22 WIB

Pusdiklat Mahkamah Agung RI Gandeng LSP LSPR Gelar Uji Kompetensi Humas

Kredibiltas dan kompetensi profesi Humas merupakan salah satu kunci dalam membangun persepsi publik yang akan tercipta.