Berikut Isi Pidato TP Rachmat Bos Triputra Group Usai Dianugerahi Doktor Kehormatan dari ITB (Bag 1)

Oleh : Candra Mata | Senin, 15 Juli 2019 - 22:53 WIB

TP Rachmat (Ist)
TP Rachmat (Ist)

INDUSTRY.co.id - Bandung - Theodore Permadi Rachmat atau biasa dikenal dengan TP Rachmat merupakan seorang pengusaha sukses nasional yang mendirikan Triputra Group pada tahun 1998.

Perusahaan tersebut bergerak di bisnis karet olahan, batu bara, perdagangan, manufakturing, agribisnis, dealership motor dan logistik.

TP Rachmat mantan salesman Astra Grup ini juga sukses membesarkan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yakni PT Adaro Energy bersama sepupunya yaitu Edwin Soeryadjaya.

Baru-baru ini, pengusaha yang masuk daftar sebagai orang terkaya di Indonesia urutan ke-14 ini dianugerahi gelar doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) karena kontribusi dan peran-nya terhadap perkembangan industri manufaktur dan teknologi di Indonesia.

Gelar Doktor Kehormatan tersebut berlangsung di Aula Barat, Kampus ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung (3/7).

Berikut adalah isi pidato TP Rachmat saat mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari ITB:

Yang terhormat,
Pimpinan dan anggota Majelis Wali Amanat ITB, Pimpinan dan anggota Senat Akademik ITB, Rektor dan Wakil Rektor ITB, Pimpinan dan anggota Forum Guru Besar ITB, Ketua dan Anggota Tim Promotor,
Sahabat dari Komite Ekonomi Nasional, Sahabat dari Alumni SMA Santo Aloysius, Sahabat dari Alumni Departemen Teknik Mesin ITB Angkatan ’61, Sahabat dari bidang bisnis, Sahabat dari berbagai komunitas,
Keluarga yang amat saya cintai,
Serta para undangan dan hadirin sekalian. Selamat pagi, semoga karunia Tuhan Yang Maha Esa beserta kita semua.

Sebelum saya mulai, saya harus berterus terang, bahwa menyiapkan pidato pagi ini adalah salah satu yang paling sulit. Berdiri di sini, di depan jajaran pendidik, praktisi, tokoh-tokoh bisnis dan tokoh-tokoh bangsa, membuat saya sulit memilih hal apa yang perlu saya sampaikan.

Terlebih lagi, seumur hidup saya tidak pernah membayangkan berdiri di mimbar ini, untuk tujuan seperti ini. Menjadi sebuah kehormatan bagi saya, dan menjadi momen yang tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup saya. Saya hanya berharap agar paparan sederhana yang akan saya sampaikan ini berkenan dan bermanfaat bagi Bapak dan Ibu sekalian.

Izinkan saya memulai pidato yang berjudul “Karakter dan Mindset Sebagai Penentu Keberhasilan dan Kelangsungan Bangsa” ini, dengan bercerita sedikit tentang masa kecil dan keluarga saya.

Saya lahir di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, sekitar 75 tahun yang lalu. Saya adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Ayah saya bernama Raphael Adi Rachmat, dan Ibu saya bernama

 Raphael Adi Rachmat, dan Ibu saya bernama Augustine. Saya memiliki satu kakak, Alm. Benny Rachmat, dan satu adik, Ibu Linda Rachmat.

Di usia 28 tahun, saya menikah dengan Ibu Like Rani Imanto. Dari pernikahan kami, Tuhan mengaruniakan 3 anak yang sangat saya cintai dan banggakan: Christian Ariano Rachmat, Arif Patrick Rachmat, dan Ayu Rachmat.

Sebelum berbicara mengenai banyak hal, izinkan saya untuk berterima kasih yang tulus kepada istri saya, Ibu Like, atas dukungan, pengertian, dan doa yang tak pernah putus sepanjang perjalanan hidup kami. Dan kepada Ario, Arif, dan Ayu, yang senantiasa mengindahkan nasihat orang tuanya dan terus menjaga kehormatan dan nilai-nilai luhur keluarganya.

Semasa kecil saya, kami relatif lebih beruntung secara ekonomi. Saya bersyukur Tuhan menganugerahi kami dengan hidup yang berkecukupan. Lebih bersyukur lagi, karena kedua orang tua saya mencontohkan cara hidup yang sangat sederhana. Tidak berlebihan, tidak memanjakan kami sebagai anak

Kala itu, saya mengamati banyak kesenjangan sosial yang terjadi di luar keluarga saya. Banyak sekali keluarga dan anak-anak yang tidak seberuntung saya. 

Dari mengamati, mulai muncul keinginan dalam diri saya, untuk suatu saat bisa membantu orang lain.

Saat itu, orang tua saya memiliki usaha. Skalanya waktu itu belum terlalu besar, tapi mereka lakukan dengan sungguh-sungguh. 

Saya mencatat berbagai perilaku orang tua sebagai pebisnis, khususnya dalam hal menjaga reputasi. 

Orang tua saya selalu mengingatkan bahwa kami, anak-anaknya harus habis-habisan menjaga reputasi, walaupun itu berisiko pada kurangnya income bagi keluarga di saat-saat susah.

Keluarga, mengajarkan arti penting sifat peduli, kesederhanaan hidup, memaafkan, dan menjaga nama baik.

MASA-MASA BELAJAR

Masa kecil sampai kuliah saya jalani di kota ini, kota Bandung, yang oleh seorang psikolog Belanda, MAW Brouwer, disebut sebagai “tempat yang diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum”.

Selepas dari SMP dan SMA Santo Aloysius, saya melanjutkan sekolah ke Departemen Teknik Mesin ITB, dulu bernama Technische Hoogeschool te Bandoeng.

Selama belajar di ITB, saya bersyukur mendapatkan bimbingan dari para maestro yang kompeten dan menginspirasi: Prof. Ir. Wiranto Arismunandar, Alm. Prof. Samudro, Alm. Prof. Oetarjo Diran, Alm. Prof. Dr. H. Mathiaas Aroef, Alm. Prof. Ir. Partosiswojo, dan banyak lagi dosen-dosen hebat namun tidak bisa saya sebut satu persatu.

Untuk semua pendidik ITB, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. 

Mereka mengajar dan melatih saya untuk menjadi pribadi yang selalu haus akan ilmu pengetahuan dan berpikir logis serta sistematis. 

Mereka juga mengajarkan kepada saya untuk selalu mencari, memahami, serta menghormati fakta maupun data, sebelum mengemukakan pendapat ataupun dalam mengambil keputusan. 

Dan yang terutama, mereka selalu berpesan agar kami selalu berupaya untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk peningkatan kualitas kehidupan. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

B4TPowerHouse

Minggu, 18 Agustus 2019 - 17:32 WIB

Mati Lampu? Balai Kemenperin Ciptakan Penyimpan Daya Listrik Portabel

Ketersediaan dan akses layanan energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia akan menembus di angka…

Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana (kedua dari kiri), dan Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara (paling kiri) berbelanja produk kerajinan di UKM Binaan Telkom

Minggu, 18 Agustus 2019 - 16:47 WIB

Telkom Terlibat Selenggarakan Jalan Sehat di Kaltara

Tarakan – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama Perum Jamkrindo dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyelenggarakan Jalan Sehat yang diikuti sebanyak tidak kurang dari…

TACO dan Senayan City Luncurkan Pameran Karya Kita

Minggu, 18 Agustus 2019 - 13:19 WIB

TACO dan Senayan City Luncurkan Pameran Karya Kita

sebuah perusahaan yang bergerak di bidang bahan bangunan khususnya produk-produk interior, bekerjasama dengan Senayan City menghadirkan KARYA KITA dengan tema Mosaic of Diversity. Didukung oleh…

Daerah Irigasi Lakitan Sumsel

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:16 WIB

Kementerian PUPR Bangun Saluran Irigasi Primer 3,5 Km dan Sekunder 25 Km di Sumatera Selatan

Luasan DI Air Lakitan akan bertambah 2.590 hektar untuk memenuhi luas layanan 9.697 hektare.

Hunian Sementara atau Huntara

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:10 WIB

786 Bilik Huntara Tersisa Segera Dihuni Warga Terdampak Bencana di Palu, Sigi dan Donggala

Jakarta - Kementerian PUPR membangun hunian sementara (huntara) sebanyak 699 unit yang terdiri dari 8.388 bilik di 72 lokasi di Palu, Sigi dan Donggala. Pembangunan huntara bertujuan agar warga…