Kebangkitan Bisnis BUMN Tekstil

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 13 Juli 2019 - 08:00 WIB

Industri Tekstil
Industri Tekstil

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bertempat di Ruang Rapat Lantai 7 Kementerian BUMN, PT Industri Sandang Nusantara (Persero) (“ISN”) melakukan penandatanganan kerjasama Pendanaan Non Cash Loan (SKBDN dan L/C) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) (“Jasindo”).

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Agus Hendardi, Direktur Utama ISN, Alexandra Askandar, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri dan Sahata L. Tobing, Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo.

Dalam kerjasama ini, Bank Mandiri memberikan plafon fasilitas Pendanaan Non Cash Loan bersifat revolving pada tahap awal sebesar Rp100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah) dengan Jasindo sebagai penjamin transaksi.

Tujuan kerjasama ini untuk mendorong pengembangan kegiatan bisnis ISN dalam trading dan impor tekstil serta produk turunannya.

Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan turn over penjualan ISN hingga 4-6 kali per tahun, serta memperkuat struktur modal kerja, dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing ISN di pasar domestik maupun regional.

Di tahun 2018, ISN telah memperoleh pendanaan dari sinergi BUMN, yaitu PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Perum Jaminan Kredit Indonesia dan PT Danareksa (Persero).

Kepercayaan pendanaan ini merupakan awal kebangkitan ISN sebagai BUMN tekstil terkemuka.

Tentang ISN

ISN didirikan pada tahun 1967 melalui Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 6 Tahun 1967 dalam bentuk Perusahaan Negara (“PN”). Selanjutnya berdasarkan PP No. 2 tahun 1977 PN Industri Sandang diubah bentuknya menjadi Perseroan Terbatas (Persero) dan terbagi menjadi 2 (dua), yaitu PT Industri Sandang I dan PT Industri Sandang II.

Melalui PP No. 17 tahun 1984, empat Perusahaan Daerah Sandang Jawa Tengah dimasukkan ke PT Industri Sandang II. Pada tahun 1995 manajemen PT Industri Sandang I berada di bawah Direksi PT Industri Sandang II berdasarkan SK Menteri Keuangan No. 229/KMK.016/1995.

Pada tahun 1997 manajemen PT Industri Sandang I dipisah dari PT Industri Sandang II berdasarkan SK Menteri Keuangan No.515/KMK.016/1997.

Pada tahun 1999, PT Industri Sandang I digabungkan ke dalam PT Industri Sandang II dan namanya diubah menjadi Perseroan Industri Sandang Nusantara. ISN saat ini memiliki 8 unit produksi dan 1 kantor pusat yang berkedudukan di Jakarta.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Noah

Jumat, 23 Agustus 2019 - 20:20 WIB

Dua Tahun Digarap, Noah Rilis Album 'Keterkaitan Keterikatan’

Ariel, Lukman, Uki, dan David melakukan serangkaian kegiatan yang diberi nama 7 Days in Paradise.

Fashion show di ajang Jakarta Youth Meet Up.(Ist)

Jumat, 23 Agustus 2019 - 20:08 WIB

Jakarta Youth Meet Up Wujudkan Inspirasi dan Selebrasi Anak Muda

Entusiasme anak muda terlihat dari banyaknya pengunjung yang terus berdatangan.

Mahasiswa Indonesia Berbagi Konsep Pengolahan Limbah Tekstil di Ajang SCG ASEAN Camp di Bangkok, Jumat (23/8).(Ist)

Jumat, 23 Agustus 2019 - 19:57 WIB

Mahasiswa Indonesia Berbagi Konsep Pengolahan Limbah Tekstil di Ajang SCG ASEAN Camp

Kontribusi SCG di bidang Pendidikan, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di negara tempatnya beroperasi.

KoinWorks berhasil memenangkan The Asian Banker Financial Innovation Showcase and Competition Indonesia 2019 untuk kategori Lending yang diumumkan Kamis, 22 Agustus 2019 di JW Marriott Hotel, Jakarta.(Ist)

Jumat, 23 Agustus 2019 - 19:44 WIB

KoinWorks Menangkan The Asian Banker Financial Innovation Showcase

Berhasil mengalahkan lima pesaing utama lainnya yang sebagian besar berasal dari industri fintech dan perbankan.

Riko Gunawan, Head of Commercial Products and Solution Acer Indonesia pada konferensi pers solusi Smart Water, Smart Power, Smart Lighting, dan Smart Agriculture sebagai solusi berteknologi Internet of Things (IoT) di Jakarta, Jumat (23/8).(Ist)

Jumat, 23 Agustus 2019 - 19:02 WIB

Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi Biaya, Acer Perkenalkan Solusi IoT

Membantu perusahaan dan pelaku bisnis meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya melalui konektivitas antar perangkat.