Sumbang 74 Persen, Ekspor Produk Manufaktur Masih Melejit

Oleh : Ridwan | Kamis, 11 Juli 2019 - 16:00 WIB

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional. Pada periode Januari-Mei 2019, sektor manufaktur mampu mengapalkan produk-produk unggulannya hingga mencapai USD51,06 miliar atau menyumbang 74,59 persen pada total nilai ekspor nasional.

"Secara volume, ekspor industri manufaktur kita mengalami peningkatan 9,8 persen dari Januari-Mei 2019 dibanding periode yang sama tahun lalu. Selama ini industri manufaktur masih konsisten menjadi kontributor terbesar pada nilai ekspor kita," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (11/7).

Menperin menyebutkan, beberapa sektor manufaktur yang berperan besar terhadap capaian ekspor pada lima bulan pertama tahun ini, di antaranya industri makanan yang menembus USD10,56 miliar, disusul industri logam dasar USD6,52 miliar, serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia USD5,38 miliar. 

"Industri makanan menyumbang 20,69 persen dari total ekspor industri pengolahan pada Januari-Mei 2019," ungkapnya.

Kemudian, industri pakaian jadi menyetor nilai ekspor sekitar USD3,55 miliar serta industri kertas dan barang dari kertas USD3 miliar. 

"Pemerintah terus mendorong peningkatan investasi dan ekspansi di sektor industri. Jadi, kapasitas produksi meningkat, selain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, juga bisa mengisi pasar ekspor," tuturnya.

Beberapa negara tujuan utama ekspor produk manufaktur nasional, antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Singapura, dan India.

Airlangga juga mengungkapkan, pemerintah gencar menarik investasi sektor industri yang dapat menghasilkan produk substitusi impor. Langkah tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan defisit neraca perdagangan.

"Bapak Presiden Joko Widodo telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga iklim usaha yang kondusif di Indonesia. Wujud nyatanya antara lain memberikan kemudahan dalam perizinan usaha, menjaga ketersediaan bahan baku dan energi, serta telah menerbitkan kebijakan insentif fiskal untuk memacu industri terlibat dalam kegiatan vokasi dan litbang," paparnya.

Guna lebih mendobrak pasar ekspor, Kemenperin telah memiliki peta jalan Making Indonesia 4.0, yang mendorong industri manufaktur nasional agar memanfaatkan teknologi industri 4.0. Peta jalan tersebut memacu inovasi produk yang berkualitas sehingga meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Dalam upaya menggenjot investasi dan ekspor, pemerintah berkomitmen untuk terus menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan memberikan kemudahan perizinan usaha. Langkah strategis yang telah dilakukan, antara lain pemberian insentif fiskal, penerapan online single submission (OSS), serta pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi.

Di tengah kondisi perlambatan ekonomi di tingkat global, Kemenperin optimistis memasang target pertumbuhan industri nonmigas sebesar 5,4 persen pada tahun 2019. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan tumbuh tinggi, di antaranya industri makanan dan minuman (9,86%), permesinan (7%), tekstil dan pakaian jadi (5,61%), serta kulit barang dari kulit dan alas kaki (5,40%).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Consumer Service Telkom Indonesia Siti Choiriana (kedua dari kanan), bersama Director of Payment, Fintech, & Virtual Product Bukalapak Victor Lesmana (kedua dari kiri)

Kamis, 14 November 2019 - 06:18 WIB

IndiHome Minipack Kini Hadir di Bukalapak Mulai dari Rp1

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya PT Finnet Indonesia (Finnet) meluncurkan Cross-Selling Add On IndiHome bersama Bukalapak.

Seafood Show of Asia 2019

Kamis, 14 November 2019 - 06:00 WIB

Ready to Cooked-Ready to Eat Perikanan Indonesia di Ajang Seafood Show of Asia 2019

Pameran Internasional Seafood Show of Asia resmi dibuka pada Rabu (13/11/2019 ) di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Rencananya pameran tersebut akan diadakan hingga 16 November mendatang. Pameran…

Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid

Kamis, 14 November 2019 - 05:35 WIB

Nurdin Halid Siap Infakkan Harta Rp10 Miliar untuk Membangun Kantor Dekopin

Seusai terpilih kembali menjadi ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) untuk ketiga kalinya, Nurdin berencanal menginfakkan Rp10 miliar hartanya untuk membangun kantor Dekopin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri), dan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid (kanan) saat menggelar jumpa pers dalam musyawarah nasional tahun 2019 yang digelar oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), di Hotel Claro, Makassar, Selasa malam, 12 November 2019.

Kamis, 14 November 2019 - 05:20 WIB

Tingkatkan Kualitas SDM, Pemerintah Siapkan Pelatihan Pengembangan SDM Koperasi di Era 4.0

Makassar–Data mencatat, jumlah koperasi berskala mikro, kecil, dan menengah ada sebanyak ± 116.923 unit (99,64%). Angka tersebut didominasi oleh koperasi skala usaha mikro sebanyak ± 88.484…

Nurdin Halid (NH) kembali terpilih menjadi ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) untuk ketiga kalinya.

Kamis, 14 November 2019 - 05:09 WIB

Nurdin Halid Kembali Terpilh Menjadi Ketua Umum Dekopin

Makassar — Nurdin Halid (NH) kembali terpilih menjadi ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) untuk ketiga kalinya.