Enam Persoalan Pokok yang Masih Menjadi Kelemahan APBN

Oleh : Yenny Sucipto | Kamis, 04 Juli 2019 - 16:23 WIB

Yenny Sucipto (Foto Dok Industry.o.id)
Yenny Sucipto (Foto Dok Industry.o.id)

INDUSTRY.co.id - Pertama-tama saya mengucapkan selamat buat presiden terpilih, bapak Jokowi dan bapak Amin yang telah diamanahkan menjadi pemimpin bangsa ini. Ada banyak pekerjaan ke depan untuk menata bangsa ini terutama yang bersifat fundamen, khususnya bicara soal APBN. APBN adalah merupakan instrumen anggaran yang dapat dipakai untuk menyembuhkan luka pembangunan dengan prioritas dan alokasi. Ada enam persoalan pokok yang masih menjadi kelemahan APBN yang memerlukan perbaikan sistem penganggaran di Indonesia, antara lain;

1. APBN diharapkan tidak selalu di desain defisit karena akan memberikan kesempatan adanya inefisiensi dan praktik koruptof. Di luar itu, APbN dikwatir akan tergantung kepada pihak lain (luar negeri dan lembaga multilateral) dan berpotensi dijejali dengan aneka kepentingan yang dalam banyak hal bertentangan dengan Pancasila dan Konstitusi. Hal ini akan berpotensi pada tujuan untuk menegakkan kedaulatan fiskal tidak pernah berhasil diwujudkan.

2. Desain APBN jangan hanya dipahami sebagai proses teknokratis untuk mengalokasikan sumberdaya ekonomi (anggaran), tetapi ApBN harus dimengerti juga sebagai instrumen ideologis untuk mendekatkan tujuan bernegara sebagaimana amanat konstitusi

3. Asumsi ekonomi makro yang diausun jangan hanya mendasarkan kepada tujuan sempit. Misalnya, pertumbuhan ekonomi tapi mengabaikan semangat keadilan, seperti aspek ketimpangan pendapatan. Pemerintah memang telah memasukkan asumsi kemiskinan dan pengangguran tapi penghitungan perlu memakai standar yang agak tinggi jangan sangat rendah.

4. Besaran alokasi anggaran belum mencerminkan sepenuhnya permasalahan dan kontekstualisasi dasar pembangunan nasional. Sebagian besar tenaga kerja berada di sektor pertanin dan industri. Pelakunya adalah usaha mikro dan kecil/menengah tapi alokasi anggaran ke sektor ini belum ada kenaikan yang cukup signifikan.

5. Penerimaan negara masih dihitung sangat rendah, baik yang bersumber dari pajak maupun PNBP sehingga membuka potensi peluangterjadinya korupsi penerimaan negara, seperti yang terus berulang selama ini.

6. Partisipasi rakyat dalam penyusunan dan pembahasan anggaran perlu di beri ruang yang lebih besar, bukan hanya sekedar terpenuhi prosedur legal formal yang tidak memiliki makna substantive

Yenny Sucipto: Pengamat Ekonomi/kebijakan Publik

Komentar Berita

Industri Hari Ini

CEO PATA Indonesia Chapter, Poernomo Siswoprasetijo bersama Bupati Kabupaten Dairi Eddy Keleng Ate Berutu saat menandatangani perjanjian kerja sama (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 23 Juli 2019 - 13:50 WIB

Wujudkan Visi Buku Think Big Start Small Move Fast, PATA Indonesia Teken MoU Majukan Pariwisata Kabupaten Dairi

PATA Indonesia Chapter bekerjasama dengan President University menggelar acara Bedah Buku dan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PATA Indonesia Chapter dan Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatera…

UniPin akan gelar eSport

Selasa, 23 Juli 2019 - 13:42 WIB

UniPin Gelar Kompetisi eSport Kelas Internasional

Jakarta - UniPin menggelar kompetisi eSport kelas internasional untuk mendukung pegiat eSport yang berkomitmen tinggi dengan mendedikasikan kehidupannya menjadi atlet eSport profesional.

Rudy Ramli di BPK

Selasa, 23 Juli 2019 - 12:10 WIB

BPK Diminta Audit Investigasi Penjualan Saham Bank Permata

Jakarta - Rudy Ramli,   mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melaporkan adanya kerugiaan negara pada Kasus Bank Permata yang menelan uang negara melalui rekap bond senilai Rp 11,9…

Perayaan Tahun Baru di Monas ( Istimewa)

Selasa, 23 Juli 2019 - 12:00 WIB

Pameran Hologram Monas, Menampilkan Wajah Jakarta Dari Masa Ke Masa Melalui Instalasi Hologram

Monumen Nasional (Monas) merupakan salah satu destinasi utama Jakarta yang menampilkan sosok Jakarta sebagai kota modern pusat seni budaya. Sebagai ikon khas ibukota, Monas merupakan tempat…

Tokopedia gandeng Modalku luncurkan Modal Toko

Selasa, 23 Juli 2019 - 10:41 WIB

Tokopedia Gandeng Modalku Luncurkan Modal Toko

Tokopedia bekerja sama dengan Modalku resmi meluncurkan Modal Toko. Sebagai perkembangan dari layanan sebelumnya, yaitu Tokopedia Pinjaman Modal, Modal Toko memungkinkan penjual di Tokopedia…