JAPFA Lakukan Aksi Cepat Tanggap untuk Korban Banjir di Sultengg dan Sulsel

Oleh : Herry Barus | Kamis, 20 Juni 2019 - 09:00 WIB

JAPFA Lakukan Aksi Cepat Tanggap untuk Korban Banjir di Sultengg dan Sulsel
JAPFA Lakukan Aksi Cepat Tanggap untuk Korban Banjir di Sultengg dan Sulsel

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Bencana Banjir melanda beberapa titik di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan sejak Juni 2019. Ratusan unit rumah di Konawe hanyut terbawa banjir, dan lebih dari seribu unit rumah terendam banjir hingga mengharuskan warga untuk mengungsi.

Melihat dampak dari musibah banjir ini, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui program JAPFA Peduli melakukan aksi tanggap bencana dengan memberikan bantuan logistik yang tersebar di empat titik daerah terdampak di Kabupaten Wajo, Konawe Utara, dan Kolaka Timur belum lama ini.

“Kami telah melakukan assessment kebutuhan warga yang terdampak banjir sejak tanggal 9 Juni dan berkoordinasi dengan unit Makassar untuk menyiapkan bantuan logistik sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar R. Artsanti Alif, Head of Social Investment JAPFA. Bekerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bantuan dikirimkan ke empat titik bencana dengan pengawalan langsung dari tim Social Investment JAPFA.

Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan warga yang mengungsi, seperti makanan instan, popok, pembalut, air mineral, serta telur agar asupan protein masyarakat tetap terjaga. Sebanyak empat truk diberangkatkan menuju lokasi terdampak dengan melihat situasi akses jalan yang menuju tempat pengungsian. 

  “Dengan tujuan membantu masyarakat yang dilanda musibah, koordinasi lapangan dan kerjasama yang baik dengan Kementan, BNPB, dan Unit JAPFA Makassar sangat dibutuhkan agar bantuan dapat terdistribusi dan dirasakan oleh masyarakat secara cepat dan tepat,” terang Artsanti.

“Kegiatan dalam program JAPFA Peduli tidak berhenti pada perencanaan disetiap tahunnya, namun juga harus cepat tanggap untuk dapat melakukan respon darurat jika terjadi bencana,” lanjut Artsanti.  

Program JAPFA Peduli merupakan program yang diinisiasi oleh Departemen Social Investment JAPFA sebagai bentuk komitmen JAPFA secara khusus untuk menangani masalah bencana. Dibentuk sejak tahun 2017, JAPFA Peduli melanjutkan program tanggap bencana JAPFA di tahun-tahun sebelumnya dengan garis koordinasi yang lebih baik sehingga bantuan darurat dapat menjangkau masyarakat yang terdampak dengan cepat dan tepat sasaran. 

 “Bantuan ini mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan jumlah pengungsi dan besarnya kesulitan masyarakat yang terdampak oleh musibah ini,” pungkas Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs Director JAPFA. “Namun harapannya, dengan keberadaan JAPFA Peduli disana setidaknya dapat meringankan beban korban dengan terus memantau kebutuhan di lokasi,” tutup Rachmat. 

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) merupakan perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan ayam, pembibitan dan penggemukan sapi, budidaya perairan, serta produksi vaksin hewan. JAPFA berkomitmen melakukan aksi cepat tanggap bencana sejalan dengan nilai perusahaan untuk terus Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jababeka

Kamis, 18 Juli 2019 - 11:20 WIB

Acting in Concert Picu Perubahan Pengendalian KIJA

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berpotensi mengalami gagal bayar notes senilai USD300 juta. Karena terjadi perubahan pengendali sebagaimana dimaksud dalam perjanjian terkait dengan notes yang…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Kamis, 18 Juli 2019 - 11:05 WIB

Lampaui Rata-rata Nasional, Realisasi Anggaran Kemenperin 2018 Capai 92,28%

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengoptimalkan alokasi anggaran bagi organisasinya dalam rangka mendorong pengembangan industri nasional.

Danau Matano, Sulawesi Selatan. (Foto: IST)

Kamis, 18 Juli 2019 - 11:00 WIB

Pemerintah Siapkan 10 Danau Dipersiapkan Sebagi Destinasi Pariwisata

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merevitalisasi 10 di antara 15 danau prioritas yang dikembangkan sebagai destinasi pariwisata alam di Indonesia.

Adhi S lukman, Ketua Gabungan pengusaha makanan dan minuman indonesia ( Gapmmi )

Kamis, 18 Juli 2019 - 10:00 WIB

Industri Mamin Butuhkan Pasokan Garam Industri

- Industri makanan dan minuman sedang mengalami kekurangan pasokan garam industri, sedangkan stok saat ini untuk kebutuhan kurang dari satu bulan, kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman…

BCA Dukung Pelestarian Keragaman Budaya Nusantara

Kamis, 18 Juli 2019 - 09:30 WIB

BCA Dukung Pelestarian Keragaman Budaya Nusantara

Keberagaman kultur dan budaya yang tersebar di semua wilayah di Indonesia mengharuskan adanya sikap apresiasi dan saling menghormati sehingga tercipta situasi yang kondusif untuk pertumbuhan…