Hensel Davest Indonesia Berharap Raih Dana Rp151-214 Miliar Lewat PUPS

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 18 Juni 2019 - 14:43 WIB

Komisaris dan Direksi PT Hensel Davest Indonesia berfoto bersama sebelum dimulainya acara paparan publik pasca rapat uji tuntas (due diligence meeting) di Jakarta, Selasa (18/06/2019). (Foto Abe)
Komisaris dan Direksi PT Hensel Davest Indonesia berfoto bersama sebelum dimulainya acara paparan publik pasca rapat uji tuntas (due diligence meeting) di Jakarta, Selasa (18/06/2019). (Foto Abe)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Hensel Davest Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet (e-commerce) serta pendistribusian produk digital, berharap dapat meraih dana antara Rp151-214 miliar melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

“Dalam PUPS ini, kami akan menawarkan 381,17 juta lembar saham bernominal Rp100 per saham kepada investor publik dengan harga berkisar Rp396-525 per saham,” papar Hendra David, Presiden Direktur perseroan, dalam paparan publik usai rapat uji tuntas (due diligence meeting) di Jakarta, Selasa (18/06/2019).

Hendra mengemukakan, saham yang ditawarkan ke publik tersebut merupakan saham biasa atas nama. Total jumlah saham yang ditawarkan tersebut mencapai 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUPS.

“Setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 65% dari dana hasil PUPS itu akan digunakan untuk peningkatan modal kerja davestpay, membiayai akuisisi merchant berupa UMKM (warung) dan individu, pembelian persediaan barang dagangan, uang muka persediaan barang dagangan dan pembiayaan piutang usaha kepada pelanggan,” papar Hendra.

Hendra menjelaskan, sekitar 10% dari dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan teknologi komunikasi informasi serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perseroan.

“Sisanya sekitar 25% akan digunakan untuk membiayai pembelian bangunan bagi operasional perseroan,” tukas Hendra.

Dalam PUPS tersebut, manajemen perseroan telah menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Saham. Saham perseroan akan dicatatkan dan diperdagangkan untuk pertama kalinya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juli 2019. Adapun periode Bookbuilding berlangsung sepanjang 17-24 Juni 2019. (Abraham Sihombing)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Arman, Pemulung milenial tinggal di Kampung Pemulung Lebak Bulus.

Minggu, 17 November 2019 - 23:40 WIB

Sanitasi Buruk Berasal dari Ekonomi yang Terpuruk

Jakarta - Penduduk miskin tidaklah terelakan di Indonesia. Upaya pemerintah menurunkan angka kemiskinan sedikit berhasil. Walaupun tidak sedikit yang masih hidup mengandalkan sampah sebagai…

realme XT

Minggu, 17 November 2019 - 18:49 WIB

Duduki Posisi 4 di Pasar Smartphone Indonesia, realme Siapkan Produk Flaghsip

realme merupakan brand yang penuh kejutan, dari strategi-strategi yang telah dilakukan membuatnya tercatat ke daftar 5 besar vendor ponsel di Indonesia, tepatnya berada di posisi empat.

Ilustrasi Ekspor (ist)

Minggu, 17 November 2019 - 18:10 WIB

Manufaktur Masih Jadi Kontributor Terbesar Ekspor Nasional

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, industri manufaktur masih menjadi kontributor paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita

Minggu, 17 November 2019 - 17:10 WIB

Pemerintah Terus Pacu Investasi Sektor Manufaktur

Pemerintah memberikan perhatian yang serius terhadap upaya memacu nilai investasi khususnya dari sektor manufaktur. Sebab, aktivitas industrialisasi dinilai dapat membawa efek berganda yang…

Ilustrasi rumah subsidi

Minggu, 17 November 2019 - 10:10 WIB

Kementerian PUPR Turunkan Syarat DP Rumah Subsidi Jadi Satu Persen

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengubah persyaratan uang muka dari minimal lima persen menjadi satu persen untuk memudahkan persyaratan kepemilikan rumah bersubsidi bagi masyarakat…