YLKI: Diskon Tarif Ojol Boleh Saja Asal Tak Melanggar TBB

Oleh : Hariyanto | Kamis, 13 Juni 2019 - 14:20 WIB

Ilustrasi Pengemudi Gojek (Foto: Serba Gojek)
Ilustrasi Pengemudi Gojek (Foto: Serba Gojek)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Terkait wacana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melarang diskon tarif ojek online (ojol) yang bertujuan untuk menciptakan persaingan yang sehat, supaya jangan sampai terjadi predatory price, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyampaikan beberapa pandanganya.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, diskon pada tarif transportasi online seharusnya tidak menjadi masalah. Asal tarif yang telah dipotong diskon oleh operator atau partnernya masih dalam rentang Tarif Batas Bawah (TBB) sampai dengan Tarif Batas Atas (TBA).

"Terkait hal itu sudah ada Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. KP 348 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi," kata Tulus melalaui keterangan tertulis yang diterima INDUSTRY.co.id, Kamis (13/6/2019).

Di situ, lanjut Tulus, telah dijelaskan tentang ketentuan tarif transportasi online berdasar biaya batas bawah, biaya batas atas, dan biaya jasa minimal ditetapkan berdasarkan sistem zonasi.

"Jadi, diskon itu tidak bisa diterima ketika penerapannya di bawah TBB. Kalau diskonnya bermain di antara ambang TBB-TBA itu tidak masalah. Tidak ada yg salah dengan diskon selama masih di rentang TBB-TBA. Sebab diskon salah satu daya pikat konsumen," ungkap Tulus.

Menurut Tulus, yang menjadi persoalan, jika ada operator memberikan diskon tarif melewati batas yang telah ditentukan oleh Kepmenhub dengan  mematok dibawah TBB. Jika itu terjadi, bisa menjurus pada persaingan tdk sehat. Bahkan menjurus predatory pricing .

"Di sinilah tugas Kemenhub untuk melakukan pengawasan jangan sampai diskon yang diberikan keluar dari rentang TBB-TBA. Kemenhub wajib memberikan sanksi kepada operator yang memberikan harga di bawah ketentuan Kepmenhub tersebut," katanya.

Munculnya rencana pelarangan diskon di Ojol, kata Tulus, patut diduga  bahwa pemerintah (kemenhub) dalam posisi gamang untuk mengatur Ojol. Dengan Kepmenhub yg sudah ada, sebetulnya cukup untuk memberikan patokan soal tarif.

"Kemenhub tak perlu turun tangan untuk membuat aturan soal diskon. Yang perlu diperketata adalah aturan  soal standar pelayanan minimal bagi Ojol khususnya yang berdimensi keselamatan. Sebab sejatinya dimensi keselamatan pada ojol sangat rendah," lanjutnya.

Oleh karena itu YLKI meminta operator dan partnernya untuk konsisten dan mematuhi regulasi tersebut, agar diskon yang diberikan tidak melanggar TBB. Tulus juga menyampaikan, Kemenhub harus konsisten dalam pengawasan baik terkait implementasi tarif TBA dan TBB, dan juga terkait standar pelayanan yang berdimensi keselamatan, safety.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rimba Laut, Head of Public & Government Relation (kanan) dan Andri Madian (Chief Marketing Officer (kiri)

Jumat, 19 Juli 2019 - 14:37 WIB

Capai Rp 2,2 Miliar, Lampung Jadi Penyumbang Investasi Tertinggi Akseleran di Indonesia

Hingga akhir Juni 2019, Lampung tercatat sebagai 10 besar provinsi yang meraih nilai investasi tertinggi bagi Akseleran di seluruh Indonesia dengan raihan sebesar Rp2,2 miliar.

Mini 60th Edition (Foto: Ridwan)

Jumat, 19 Juli 2019 - 14:30 WIB

Mejeng di GIIAS, Mini 60 Years Edition Dibanderol Mulai Rp615 Juta

Manfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, MINI Indonesia meluncurkan MINI 60 Years Edition. Sebagai model edisi spesial, terdapat total 60 unit yang tersedia…

UD Trucks hadir di GIIAS 2019

Jumat, 19 Juli 2019 - 14:18 WIB

Hadir di GIIAS 2019, UD Trucks Perkuat Produk HDT dan LDT untuk Konsumen Indonesia

Produsen truk global asal Jepang, UD Trucks hadir kembali di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 dengan memamerkan 4 produk andalannya dari lini truk Heavy-Duty dan juga…

Pertambangan di Indonesia

Jumat, 19 Juli 2019 - 14:05 WIB

Kebut RUU Minerba, Pemerintah Sinkronisasi Daftar Invetarisasi Masalah

Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam Tahah Air agar dapat dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat Indonesia. Hal tersebut diimplementasikan melalui lanjutan pembahasan…

Terra Drone (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 Juli 2019 - 14:00 WIB

Terra Drone Akuisisi Ronik Inspectioneering, Pionir Solusi Drone untuk Ultrasonic Testing

Terra Drone Corporation, salah satu penyedia solusi drone industri terbesar di dunia, baru saja berinvestasi ke RoNik Inspectioneering, perusahaan Belanda terkemuka yang memiliki bisnis utama…