Wismilak Foundation Bekerja Sama dengan Coworking Indonesia Gelar DSC ke-10

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 15 Mei 2019 - 23:52 WIB

Peresmian dimulainya kompetisi kewirausahaan DSC ke-10 di Jakarta, Rabu (15/05/2019). (Foto Abe)
Peresmian dimulainya kompetisi kewirausahaan DSC ke-10 di Jakarta, Rabu (15/05/2019). (Foto Abe)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Wismilak melalui Wismilak Foundation kembali menggelar Diplomat Success Challenge untuk tahun ke 10 yang disebut DSC|X tahun 2019. DSC adalah program kompetisi kewirausahaan yang memberikan peluang bagi kaum muda untuk menjadi seorang wirausaha sukses melalui pengembangan ide-ide kreatif mereka.

DSC|X hadir dengan format baru agar dapat menjangkau generasi muda secara luas, yaitu mereka yang berusia 18-45 tahun, memiliki usaha atau ide bisnis kreatif, menyukai tantangan dan pekerja keras dalam berwirausaha.

Doni Arya, perwakilan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) yang juga penyelenggara DSC, mengemukakan DSC|X tahun 2019 adalah komitmen besar Wismilak untuk memperkuat kewirausahaan di Indonesia.

“Target pertumbuhan wirausaha memang penting, tapi tak kalah penting juga adalah bagaimana agar para pelaku wirausaha tersebut siap menghadapi tantangan industri 4.0,” ujar Doni dalam konferensi pers dimulainya kompetisi kewirausahaan DSC ke-10 di Jakarta, Rabu (15/05/2019).

Berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, program DSC|X tahun 2019 dilaksanakan melalui kerja sama dengan Coworking Indonesia, yang merupakan penggerak komunitas dengan tujuan utama membangun pertumbuhan kewirausahaan dan ekonomi Indonesia melalui coworking. Saat ini Coworking Indonesia telah menjangkau 45 kota di Indonesia.

Tahun ini bersama Coworking Indonesia, program DSC|X mengadakan roadshow ke berbagai kampus dan coworking space di sembilan kota di Indonesia yang bertujuan memberikan pengetahuan dan wawasan tentang kewirausahaan yang melibatkan alumni DSC, yakni Diplomat Enterpreneur Network (DEN) dan Local Heroes, sekaligus juga mendorong mahasiswa untuk dapat berpartisipasi dalam DSC|X tahun 2019.

Coworking space adalah salah satu wadah paling efektif untuk menumbuhkan jejaring, keahlian dan kesempatan untuk bertumbuh bagi wirausaha. Perkumpulan Coworking Indonesia mendukung inisiatif DSC|X karena program-program yang relevan bagi pertumbuhan dan kesuksesan anggota dan komunitasnya menjadi nilai tambah suatu coworking space,” ujar Faye Alund, Direktur Utama Coworking Indonesia.

Tidak hanya hibah modal usaha dengan total sebesar Rp2 milliar yang akan diberikan kepada finalis terpilih sesuai dengan kebutuhan usaha, program DSC|X tahun 2019 juga memberikan kesempatan kepada peserta terpilih untuk  mendapatkan pendampingan atau mentoring untuk membangun pola pikir usaha yang sukses sebagai bagian dari pengembangan usaha berkelanjutan.

Di DSC|X kali ini, finalis akan mendapatkan mentoring dari Michael Tampi (Venture Capitalist & Angel Investor), Muhammad Aga (Co-Founder Coffee S.M.I.T.H, Roaster, IBC Champion 2018), Pangeran Siahaan (Founder& CEOAsumsi.co) dan Dr. Dina Dellyana (Dosen SBM ITB, Entrepreneur, Musisi). Para mentor ini akan  mendampingi finalis terpilih selama masa inkubasi agar dapat menyiapkan rencana bisnis dan menerapkannya secara tepat.

Doni Arya berharap, DSC|X tahun 2019 yang akan dibuka pendaftarannya mulai 15 Mei sampai dengan 17 Agustus 2019 ini dapat menjaring sebanyak mungkin ide-ide bisnis kreatif dan sesuai trend dari calon-calon wirausahawan muda di seluruh Indonesia. 

Pelaksanaan kompetisi DSC|X 2019 ini, mulai dari seleksi, masa inkubasi hingga penentuan finalis, akan melibatkan juri dan mentor yang memiliki pengalaman mumpuni di bidang masing-masing, yaitu Surjanto Yasaputra, dari Wismilak Group, Helmy Yahya, Direktur TVRI dan juga tokoh terkenal sekaligus pengusaha sukses serta Antarina SF Amir, Direktur Highscope Indonesia.

Sementara itu, Surjanto Yasaputera, Ketua Dewan Komisioner DSC|X 2019, menuturkan, DSC|X kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya Wismilak Foundation berkolaborasi dengan partner strategis untuk menjangkau lebih luas lagi, ditambah dengan ide bisnis yang diaudisi jauh lebih banyak, yakni sebanyak 150 proposal di setiap kota untuk lima kota, atau total sebanyak 750 proposal.

“Selain itu, 20 ide bisnis yang terpilih di tingkat nasional akan mendapatkan pendampingan dari national mentor sebelum ide bisnis tersebut dipresentasikan di depan publik dan disaksikan langsung saat Final Day di De Tjolomadoe - Karanganyar, Jawa Tengah,” imbuh Surjanto.

Berbeda dengan kompetisi kewirausahaan lainnya, DSC|X 2019 menyediakan jejaring kerja dan kolaborasi yang melibatkan DEN. Jejaring kerja dan kolaborasi tersebut mampu membuka peluang dan potensi usaha lebih besar melalui keterhubungan dalam jaringan alumni tersebut.

Dua dari peraih modal usaha DSC tahun 2018 dan 2017 yaitu Ryan Adham Saputra peraih modal usaha DSC 2018 dan pemilik Snazzy Boom dan Sandra Lesmana pemenang DSC 2017 dan pemilik Warung Papeda telah mampu mengembangkan usaha dan menjadi alumni DSC yang sukses.

DSC|X tahun 2019 ini diharapkan dapat menjaring antusias peserta melalui proposal bisnis yang akan diikutsertakan nantinya. Sebagai perbandingan,  DSC tahun 2018 dapat menjaring lebih dari 8.000 ide bisnis. (Abraham Sihombing)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Raja Ampat Papua Barat (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 19 Mei 2019 - 21:00 WIB

Pemkab Raja Ampat Dukung Pengelolaan Destinasi Terapkan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Provinsi Papua Barat mendorong dua kampung wisata meraih penghargaan "Indonesia Sustainable Tourism Award" atau Pengelolaan destinasi mererapkan prinsip-prisip…

Pantai Air Manis Padang (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 19 Mei 2019 - 18:00 WIB

Icon Kota Padang, Pantai Air Manis Terus Percantik Diri

Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk membenahi objek wisata Pantai Air Manis Padang yang kerap dikenal dengan legenda Malin Kundang.

Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)

Minggu, 19 Mei 2019 - 16:30 WIB

Tekan Impor Migas, Kemenperin Bakal Dongkrak Produksi Green Fuel

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berusaha mendongkrak kontribusi industri nonmigas dengan mendorong produksi bahan bakar yang masih ketergantungan pada impor, di antaranya memproduksi…

Ilustrasi Ekspor (ist)

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:40 WIB

Ekspor Produk Manufaktur Masih Tertinggi

Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional.

Industri Tekstil

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:01 WIB

Upaya Pemerintah Dongkrak Produktivitas Industri Tekstil dan Pakaian Menuju Lima Besar Dunia

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, industri TPT merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang tengah diprioritaskan pengembangannya sebagai pionir dalam peta jalan penerapan revolusi industri…