INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia masuk dalam 10 besar pasar global untuk kesehatan dan kebugaran. Hal tersebut mengakibatkan minat yang tinggi terhadap bahan pangan yang memiliki komposisi gizi baik dan juga fungsi fisiologis bermanfaat bagi tubuh, sehingga muncul tren pangan fungsional dan nutrasetikal.

Advertisement

Namun tidak adanya ketersediaan bahan Fungsional dan Nutrasetikal di indonesia mengakibatkan bahan bahan untuk industri tersebut harus mengandalkan impor.

Head of Nutrifood Research Center, Susana mengatakan Bahan fungsional sendiri memiliki banyak sekali jenisnya, di Indonesia sendiri lebih potensi bahan fungsional tradisional seperti dari ekstrak jahe kemudian kunyit dan lain sebagainya .

Advertisement

"Industri makanan minuman fungsional contohnya, menggunakan wey protein itu dari impor. kemudian seperti Stevia itu juga masih impor dan masih banyak lainya seperti omega tiga dan banyak ingredient fungsional lainya memang masih sebagian besarnya impor," ujar Susan kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Sementara, menurut Susana, Indonesia sendiri memiliki potensi yang paling banyak di ingredient fungsional yang basisnya dari tanaman tradisional.

Advertisement

"Harusnya kita bergerak bagaimana supaya potensi yang kita punya bisa di besarkan dan di dengar oleh dunia luar sehingga kita bisa memperbesar ekspor untuk bahan fungsional tradisional Indonesia ke luar," tambahnya.

Bahan fungsional tradisional indonesia, lanjut Susana, mungkin sangat besar tapi diluar mungkin masih terbatas orang yang tau tentang hal ini.

Advertisement

"Jadi mungkin menggiatkan penelitian penelitian terhadap bahan fungsional tradisional Indonesia mengenalkannya ke industri luar salah satunya melalui Health Ingredient South East Asia 2017 ini akan membantu untuk dunia luar itu tau bahwa Indonesia punya tradisional ingredient seperti ini yang punya sifat fungsional" pungkasnya.