Kemenperin Pacu Ekspor Batik Lewat GBN

Oleh : Ridwan | Rabu, 08 Mei 2019 - 14:05 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla saat mengunjungi salah satu booth di pameran GBN (Ridwan)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla saat mengunjungi salah satu booth di pameran GBN (Ridwan)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) sektor batik yang memiliki peran penting bagi perekonomian nasional serta menjadi penyumbang devisa negara. 

Industri batik yang juga merupakan salah satu sektor pembuka lapangan pekerjaan, didominasi oleh industri kecil dan menengah yang tersebar di 101 sentra. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang pada 3.782 unit usaha. 

Disamping itu nilai ekspor Industri Batik pada tahun 2018 mencapai US$ 52,44 juta dengan pasar utama Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

"Hal ini mendorong semangat para perajin dan industri batik nasional termasuk pemerintah untuk terus mengembangkan industri batik, sehingga batik dapat semakin dikenal di seluruh lapisan masyarakat bahkan dunia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di sela pembukaan Pameran Gelar Batik Nusantara (GBN) di Jakarta, Rabu, (7/5).

Berbagai upaya untuk mempromosikan dan mengembangkan batik, serta kerajinan semakin meningkat dan beragam. Salah satunya adalah melalui penyelenggaraan Gelar Batik Nusantara (GBN) yang dilaksanakan sejak 1996 oleh Yayasan Batik Indonesia. 

Setelah sukses menyelenggarakan pada tahun tahun sebelumnya, Tahun 2019 GBN kembali ditampilkan untuk ke-11 kalinya pada tanggal 8 - 12 Mei 2019 di Jakarta Convention Centre. 

Menperin menjelaskan, Batik saat ini sudah menjadi identitas bangsa yang semakin populer dan mendunia. Batik kini bertransformasi menjadi berbagai bentuk fesyen, kerajinan dan home decoration yang telah mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat baik di dalam maupun luar negeri. 

"Produk batik ini dapat dilihat dalam pameran yang akan dilaksanakan 5 (lima) hari ke depan yang mengambil tema “Lestari Tak Berbatas” dengan mengangkat Batik Sumatera sebagai icon Pameran Gelar Batik Nusantara tahun ini," jelasnya.

Dalam perhelatan tahun ini, Kemenperin memfasilitasi booth gratis kepada total 26 IKM yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti  Madura, Gresik, Jogja, Pekalongan, Solo, Bogor, Jakarta, Tangerang dll hasil dari kurasi pendaftaran online.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan bahwa Pemerintah menyadari kerajinan Indonesia memiliki pasar yang terus meningkat, sehingga dapat dikatakan bahwa para penggiat IKM Kerajinan termasuk IKM Batik menjadi salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis ekonomi global

"Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus berupaya mengembangkan IKM melalui berbagai program, antara lain  peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin/ peralatan serta promosi dan pameran batik di dalam dan luar negeri," ungkap Gati.

Lebih lanjut, Gati mengatakan, untuk meningkatkan akses pasar Kemenperin juga memiliki program e-Smart IKM yang bekerjasama dengan beberapa marketplace. 

Melalui program e-Smart ini produk kerajinan, perhiasan dan batik di dorong untuk memasuki pasar online, sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas karena dapat diakses oleh konsumen dari berbagai daerah. 

"Kami juga mendorong agar para perajin batik untuk memperoleh berbagai fasilitas pembiayaan seperti KUR, dan lembaga pembiayaan perbankan / non perbankan lainnya untuk memperkuat struktur modalnya. Dengan demikian, diharapkan industri batik nasional dapat tumbuh signifikan dan daya saingnya meningkat," tambahnya.

Dijelaskan Gati, di tengah-tengah upaya pembangunan ekonomi , sentra-sentra IKM sebagai basis ekonomi kerakyatan, perlu terus menerus dikembangkan. Semangat berkarya dan berkreasi perlu difasilitasi melalui kemudahan untuk mempromosikan karya-karya para pelaku IKM.

"Perlu diingat bahwa dalam era globalisasi, produk IKM harus didukung dengan kualitas atau mutu yang baik dan tentunya memiliki standard. Strategi yang perlu dibangun untuk bersaing di pasar global itu, antara lain dilakukan melalui pengembangan inovasi desain dan produk," tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peluncuran Vivo S1

Selasa, 16 Juli 2019 - 15:35 WIB

Punya Fitur Canggih, Vivo S1 Dibanderol Seharga Rp 3,5 Juta

Vivo Indonesia secara resmi meluncurkan produk pertamanya untuk seri S, Vivo S1. Vivo S1 hadir dengan rangkaian fitur unggulan seperti Screen Touch ID, Super Amoled Ultra All Screen, 32MP AI…

Perwira Remaja TNI Polri 2019 (Foto Setkab)

Selasa, 16 Juli 2019 - 15:31 WIB

Pesan Presiden Jokowi pada Perwira Remaja TNI-Polri

Pada bagian lain amanatnya pada acara Pelantikan Perwira Remaja TNI dan Polri, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7/2019) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa…

Kunjungan Wisman ke Bali (Foto ist)

Selasa, 16 Juli 2019 - 15:16 WIB

Imbauan Kemenpar Bagi Wisatawan Terkait Gempa Bali

Selasa pagi sekitar pukul 08:18 WITA, gempa berkekuatan 6 SR terjadi di Bali dan getaran gempa terasa di beberapa kabupaten dan kota di Bali.

Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali

Selasa, 16 Juli 2019 - 15:05 WIB

Bandara Ngurah Rai Normal, Pasca Gempa Bali

Operasional Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar berjalan normal setelah terjadi gempa berkekuatan 6.0 skala Richter di 83 kilometer Barat Daya Nusa Dua-Bali pada Selasa (16/7/2019) pagi.

IM3 Ooredoo Hadirkan Unlimited Experience di We The Fest 2019

Selasa, 16 Juli 2019 - 15:00 WIB

IM3 Ooredoo Hadirkan Unlimited Experience di We The Fest 2019

IM3 Ooredoo menghadirkan Unlimited Experience di acara We The Fest, gelaran musik terbesar di Jakarta yang berlangsung di JIExpo Kemayoran mulai dari 19-21 Juli 2019. Sebagai Official Telco…