Forum API Tuntut Pelaku Kecurangan Pemilu Ditindak Tegas

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 26 April 2019 - 06:22 WIB

Pileg dan Pilpres 2019 (Foto Kompasiana)
Pileg dan Pilpres 2019 (Foto Kompasiana)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Forum Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (Forum API) menuntut agar para oknum pelaku kecurangan pergitungan suara hasil pilpres 2019 ditangkap dan diproses secara hukum menurut peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku.

"Kami juga menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar tidak berbuat curang dalam melakukan perhitungan suara," tegas Ketua Forum API Akhmad Syarbini kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Berdasarkan temuan Forum API, dugaan kecurangan dalam proses perhitungan rekapitulasi suara dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis untuk memenangkan petahana di berbagai daerah.

Dia mencatat kesalahan input data itu terjadi hingga 105 kali dan secara masif terjadi di berbagai provinsi seperti, DKI Jakarta, Maluku, Banyu Asin, Subang, Kebumen, dan daerah lainnya di indonesia.

Tak hanya dalam bentuk salah input data C1, kecurangan juga terjadi terhadap pencoblosan kertas suara sebelum pelaksaaan pemilu, yang teryata memenangkan salah satu paslon calon presiden dan calon wakil presiden.

Pada kesempatan itu juga Akhmad Syarbini menuntut Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mencabut pembredelan dan memulihkan nama baik situs www.jurdil2019.org yang dilakukan secara sewenang-wenang.

"Situs www.jurdil2019.org merupakan pengawas independen guna mencegah terjadinya kecurangan dalam penyelenggaraan Pilpres 2019," kata dia.

Sementara Ketua Presidium Universitas Kristen Indonesia (UKI) Sangap Surbakti menyoroti wacana pelaksaaan pemilu ulang agar tak terjadi lagi kecurangan.

Menurut dia, pihaknya setuju dengan wacana penyelenggaraan pemilu ulang untuk menghasilkan pemilu yang jujur dan adil.  Namun, sebaiknya pelaksanaan pemilu ulang tersebut, seluruh anggota  KPU dan Bawaslu di seluruh Indonesia diganti dengan anggota yang baru.

"Mau diulang 10 kali tapi KPU dan Bawaslunya tidak diganti sama orang yang baru itu percuma saja. Karena kami tidak bisa menjamin pemilu ulang itu akan berlangsung dengan jujur dan adil," kata Sangap.

Ketika ditanya soal peluang terjadinya people power, Sangap menuturkan peluang itu bisa saja terjadi jika ada pembiaran atas terjadinya kecurangan, serta tidak adanya tindakan tegas terhadap para pelakunya.

"Jutaan orang bisa saja turun ke jalan. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di kota-kota lain. Jika aksi ini terus berlanjut akan menngganggu perekonomian salah satunya dibidang investasi," pungkas Sangap.                 

               

               

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Harjunot Ali

Sabtu, 21 September 2019 - 21:00 WIB

Harjunot Ali Kembali Main Film Horor

Harjunot Ali dikenal sebagai bintang film drama mumpuni. Kalau kemudian Harjunot mau terlibat di film genre horor, karena ia melihat dari sutradara dan rumah produksi yang menggarapnya.

Cashbac Kembali Hadirkan Promo “Tanggal Tua, Rasa Muda”

Sabtu, 21 September 2019 - 19:59 WIB

Cashbac Kembali Hadirkan Promo “Tanggal Tua, Rasa Muda”

Bagi banyak orang, tanggal tua diwajibkan untuk menghemat pengeluaran. Tapi, kini Cashbac melepaskan kekhawatiran tersebut dengan menghadirkan Promo Tanggal Tua, Rasa Muda dengan memberikan…

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Sabtu, 21 September 2019 - 18:00 WIB

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Ikatan Guru Indonesia(IGI) memberikan penghargaan “Anugerah Pendidikan Indonesia 2019” (API 2019) sebagai wujud apresiasi terhadap komitmen dan kontribusi bagi dunia pendidikan oleh pejabat…

Penjualan perdana OPPO A9 2020

Sabtu, 21 September 2019 - 17:41 WIB

OPPO Lakukan Penjualan Perdana Perangkat Teranyar A9 2020 di Bekasi

Setelah resmi diperkenalkan pada 17 September 2019 kemarin, OPPO melakukan penjualan perdana perangkat A9 2020 di enam kota yakni Bekasi, Jakarta, Bandung, Balikpapan, Medan dan Bali.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya seusai meluncurkan masterplan pengembangan wisata religi di Kecamatan Tanara

Sabtu, 21 September 2019 - 17:40 WIB

Menpar Luncurkan Masterplan Pengembangan Wisata Religi di Kecamatan Tanara

Masterplan pengembangan wisata religi mulai diterapkan di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, seiring dengan diluncurkannya rencana induk tersebut.