INDUSTRY.co.id, Bogor-Kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz alsaud memberikan angin segar bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pasalnya kerja sama bilateral kedua negara tersebut akan meningkatkan investasi di sektor energi, seperti proyek kilang Dumai, Balongan, dan Bontang. Lalu ada pembangunan PLTU mulut tambang Jambi.

Advertisement

Presiden dan Raja Salman mendorong agar joint venture segera dilakukan,kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam keterangan persnya membahas proyek-proyek tersebut dalam pertemuan bilateral, kemarin

Adapun, Presiden Jokowi dan Raja Salman juga menyambut baik ditekennya kerja sama ekspansi kilang minyak Cilacap yang bernilai sekitar US$5 miliar. Menlu mengemukakan Presiden juga mendorong agar Arab Saudi bisa melakukan investasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, baik jalan, perumahan, dan sumber daya air.

Advertisement

Hal ini, lanjutnya, disambut baik oleh Raja Salman yang menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Keuangan RI dan Saudi Fund dalam proyek pengembangan infrastruktur senilai US$1 miliar. Untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut, maka kedua pemimpin sepakat untuk menindaklanjuti kesepakatan dengan mengirim para menteri, ujar Retno.

Adapun, Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Nizar bin Obaid Madani mengungkapkan Raja Salman sangat mendorong peningkatan kerja sama antara kedua negara bisa segera ditindaklanjuti. Dia menuturkan, kedua pemimpin juga telah menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman di level menteri. Terkait dengan isu kerjasama bilateral, kedua pemimpin menyepakati kerjasama perdagangan, investasi, infrastruktur, perumahan, kata Nizar.

Advertisement

Dalam pertemuan bilateral dan santap siang, Presiden Joko Widodo menyatakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi akan berlangsung dalam nuansa yang saling menguntungkan.

Advertisement