Indef: Indonesia Masih Memerlukan Barang Impor

Oleh : Herry Barus | Jumat, 12 April 2019 - 15:24 WIB

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)
Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Peneliti Institute for Developement of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho mengatakan Indonesia masih memerlukan barang impor guna memenuhi permintaan dalam negeri.

"Kalau ada yang mengatakan tidak akan ada impor, menurut saya itu mustahil," kata dia usai mengisi acara Pemanasan Debat Kelima bertema Tantangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019)

Dia mengatakan bahwa permintaan barang konsumsi Indonesia tumbuh satu persen dalam tiga tahun terakhir menjadi sembilan persen, dibandingkan dengan 7-8 persen pada tiga tahun sebelumnya.

Sementara itu, ketergantungan industri terhadap impor juga masih tinggi. Impor bahan baku masih menyumbang 70 persen dari keseluruhan impor, hal tersebut menunjukkan bahwa hulu industri di Indonesia kurang cukup baik.

Karena itu, menurut dia, pemerintahan mendatang masih perlu meningkatkan impor sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri seiring pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi.

Namun demikian, untuk mengurangi tingkat impor, dia menyarankan agar pemerintahan mendatang dapat mendorong peningkatan produk substitusi dari barang yang diimpor. Selain itu pemerintah juga perlu menghasilkan produk yang memiliki daya saing lebih tinggi daripada produk yang diimpor.

Pemerintah diharapkan bisa menekan impor barang konsumsi karena penyebab naiknya impor sejauh ini berasal dari barang konsumsi.

Pemerintah juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku industri sehingga tingkat impor dari sektor tersebut dapat diturunkan.

Dia mengatakan neraca perdagangan non-migas Indonesia pada 2018 tercatat surplus 3,96 miliar dolar AS, terendah sejak 2012 yang sebesar 3,92 miliar dolar AS. Jika tidak ada penanganan serius dan perencanaan industri ke depan, neraca perdagangan non-migas terancam defisit pada satu hingga dua tahun ke depan.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Giant Supermarket

Rabu, 26 Juni 2019 - 08:37 WIB

Tutup Enam Gerai Giant, Manajemen: Persaingan Meningkat

Dalam beberapa hari terakhir dikabarkan adanya rencana penutupan 6 gerai Giant, yakni Giant Express Pondok Timur, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Extra Jatimakmur, Giant…

Anak-anak sekolah (Foto Rmol)

Rabu, 26 Juni 2019 - 07:15 WIB

Menyikapi Kebijakan Sistem Zonasi Pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2019

Sistem zonasi yang membatasi pemilihan sekolah di tingkat kelurahan memunculkan banyak potensi masalah dan sudah menuai pro dan kontra yang meluas, sehingga perlu dikaji ulang dan didukung oleh…

Blok Masela (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 Juni 2019 - 07:00 WIB

Terwujudnya POD LNG Abadi Blok Masela, Picu Investasi Migas Indonesia

Pemangku kepentingan minyak dan gas bumi nasional optimistis selesainya tahapan pembahasan revisi Rencana Pengembangan (Plan of Development atau POD) LNG Abadi Blok Masela, memicu ketertarikan…

Penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) antara Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri dan Duta Besar Luar Jepang untuk Indonesia, Mr. Masafumi Ishii

Rabu, 26 Juni 2019 - 06:46 WIB

Jepang Berjanji Akan Lindungi Tenaga Kerja Berketerampilan Spesifik Indonesia

Jakarta – Indonesia dan Jepang sepakat menjalin Kerja sama di bidang ketenagakerjaan. Kerja sama tersebut dalam hal penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled…

Wings Air (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 Juni 2019 - 06:00 WIB

Penjelasan Operasional Wings Air Penerbangan Rute Ternate– Morotai–Ternate

Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group memberikan keterangan terbaru bahwa penerbangan yang melayani rute Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) ke Bandar…