Kemenperin Ajak Puluhan Perajin Keramik di Plered Tingkatkan Nilai Jual Produk

Oleh : Ridwan | Senin, 08 April 2019 - 19:30 WIB

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih

INDUSTRY.co.id - Purwakarta - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) menggelar pelatihan bagi puluhan perajin keramik di Kecamatan Plered, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (8/4).

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual produk keramik Plered.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuan perajin. Sehingga nantinya akan meningkatkan nilai jual produk keramik Plered.

"Jika kemampuan perajin meningkat, maka produksinya akan semakin bagus dan tentunya bisa meningkatkan pangsa pasar," kata Gati.

Menurut Gati, para perajin gerabah di Purwakarta terus menunjukkan prestasi yang luar biasa. Bahkan memikiki potensi yang cukup besar.

Berdasarkan catatan UPTD Litbang Keramik Purwakarta hingga akhir 2018, sebanyak 101 kontainer produk keramim asal Purwakarta telah dieskpor ke berbagai negara termasuk salah satunya ke Amerika Serikat (AS). 

Dijelaskan Gati, pemerintah terus mendukung perkembangan industri gerabah di Indonesia, salah satunya dengan mengupayakan adanya ketersediaan harga gas industri yang kompetitif.

"Kami akan terus berupaya menyediakan pasikan harha harha gas industri yang kompetitif," terangnya.

Selain harga gas industri, tambah Gati, pemerintah juga terus mendorong tumbuhnya inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta terus melakukan pembinaan industri keramik dalam negeri.

"Peningkatan inovasi dan SDM itu sangat penting dalam menyongsong era industri 4.0. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pembinaan," ungkap Gati.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Purwakarta yang konsisten mengembangkan dan terus mendorong industri kerajinan gerabah sebagai salah satu andalan usaha ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD Litbang Keramik Plered, Bambang Mega Wahyu mengatakan melalui pelatihan diharapkan bisa memberikan motivasi baru bagi pengusaha industri kecil dan menengah keramik di Purwakarta.

"Apalagi kerajinan keramik Plered memiliki sejarah panjang dan merupakan salah satu industri yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia," tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Harjunot Ali

Sabtu, 21 September 2019 - 21:00 WIB

Harjunot Ali Kembali Main Film Horor

Harjunot Ali dikenal sebagai bintang film drama mumpuni. Kalau kemudian Harjunot mau terlibat di film genre horor, karena ia melihat dari sutradara dan rumah produksi yang menggarapnya.

Cashbac Kembali Hadirkan Promo “Tanggal Tua, Rasa Muda”

Sabtu, 21 September 2019 - 19:59 WIB

Cashbac Kembali Hadirkan Promo “Tanggal Tua, Rasa Muda”

Bagi banyak orang, tanggal tua diwajibkan untuk menghemat pengeluaran. Tapi, kini Cashbac melepaskan kekhawatiran tersebut dengan menghadirkan Promo Tanggal Tua, Rasa Muda dengan memberikan…

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Sabtu, 21 September 2019 - 18:00 WIB

Perhatian Dunia Pendidikan, Pengusaha Joune Ganda Terima Penghargaan

Ikatan Guru Indonesia(IGI) memberikan penghargaan “Anugerah Pendidikan Indonesia 2019” (API 2019) sebagai wujud apresiasi terhadap komitmen dan kontribusi bagi dunia pendidikan oleh pejabat…

Penjualan perdana OPPO A9 2020

Sabtu, 21 September 2019 - 17:41 WIB

OPPO Lakukan Penjualan Perdana Perangkat Teranyar A9 2020 di Bekasi

Setelah resmi diperkenalkan pada 17 September 2019 kemarin, OPPO melakukan penjualan perdana perangkat A9 2020 di enam kota yakni Bekasi, Jakarta, Bandung, Balikpapan, Medan dan Bali.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya seusai meluncurkan masterplan pengembangan wisata religi di Kecamatan Tanara

Sabtu, 21 September 2019 - 17:40 WIB

Menpar Luncurkan Masterplan Pengembangan Wisata Religi di Kecamatan Tanara

Masterplan pengembangan wisata religi mulai diterapkan di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, seiring dengan diluncurkannya rencana induk tersebut.