INDUSTRY.co.id - Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), memfasilitasi 30 Industri Kecil Menengah (IKM) di ajang pameran perhiasan Jakarta International Jewellery Fair 2019.
Keiikutsertaan IKM ini dalam rangka mendukung kinerja industri kerajinan perhiasan di tanah air agar tumbuh produktif, berdaya saing, sekaligus meningkatkan ekspor.
"Kegiatan industri perhiasan di Indonesia sudah berkembang, tercatat pada 2018, nilai ekspor perhiasan mencapai 2,05 miliar USD," kata Gati Wibawaningsih, Dirjen IKM dan Aneka Kementerian Perindustrian di acara pembukaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (4/4/2019).
Jakarta International Jewellery Fair merupakan salah satu pameran perhiasan terbesar di Indonesia, yang bertujuan sebagai ajang promosi dan temu bisnis para pelaku usaha di sektor perhiasan. Kegiatan tahunan ini telah 13 kali diselenggarakan.
Adapun ke-30 IKM yang difasikitasi ikut dalam pameran tersebut berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Mataram, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Martapura, Demak, Bandung, Bogor, Banten, Aceh, Solo, Papua Barat, Bengkulu, dan Jakarta,” tutur Gati.
Dirjen IKMA optimistis, dengan gencarnya kegiatan promosi secara offline, penjualan dan ekspor akan terdongkrak naik.
"Apalagi, seperti produk perhiasan ini, perlu promosi lewat offline. Kami yakin, penjualan pada pameran Jakarta International Jewellery Fair 2019 bisa naik 25 persen dibanding tahun lalu," ungkapnya.
Gati menambahkan, penyelenggaraan pameran berperan penting pula dalam upaya pengembangan investasi industri dan perdagangan perhiasan.
"Selain itu, di pameran, konsumen bisa mendapatkan produk perhiasan berkualitas dengan harga bersaing serta memperluas wawasan mereka tentang perhiasan yang diproduksi dengan teknologi terbaru, desain terkini, dan ciri khas etnik budaya yang tinggi," ungkapnya
Apalagi, beberapa produsen perhiasan di Indonesia telah menerapkan teknologi industri 4.0 guna meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien.
"Contohnya, pelaku industri perhiasan di Surabaya dan Bandung, mereka mendesain dan memproduksi dengan teknologi canggih sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing," tutur Gati.