INDUSTRY.co.id -
Surabaya - BNI Syariah mendukung berkembangnya entrepreneurship atau kewirausahaan terutama untuk generasi muda. Untuk itu, BNI Syariah menggelar Leadership Forum dengan tema Funding for Entrepreneur in Industry 4.0. di Unair.
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan saat ini tren layanan digital harus direspon oleh perbankan dengan optimalisasi pemanfaatan teknologi.
"Kami terus berinovasi dalam rangka menyediakan solusi perbankan syariah berbasis digital," kata Abdullah Firman Wibowo, Kamis (28/3).
Ada beberapa strategi yang dilakukan BNI Syariah terkait pengembangan digital. Pertama adalah dengan mengoptimalkan teknologi dan jaringan BNI incorporated agar bisa memberikan layanan yang terbaik.
Untuk menghadapi era digital, BNI Syariah terus melakukan adaptasi dan kolaborasi. Bank juga melakukan transformasi baik dari sisi SDM maupun infrastruktur baik perangkat lunak dan perangkat keras.
Untuk halal food secara global tercatat mempunyai potensi US$ 170 miliar, halal fashion US$ 20 miliar, halal travel US$ 10 miliar, halal kosmetik US$ 10 miliar, halal education US$ 12 miliar dan Islamic finance US$ 82 miliar (Global Islamic Finance Report 2017).
CEO & Founder Ammana Fintek Syariah, Lutfi Adhiansyah mengatakan ekonomi syariah jika digabungkan dengan industri 4.0 akan menjadi kekuatan cukup besar. "Karena teknologi finansial akan mendorong bisnis syariah menjadi lebih optimal," kata Lutfi.