Buka Pameran Keramika 2019, Menperin Minta Industri Keramik Tambah Kapasitas Produksi

Oleh : Ridwan | Kamis, 14 Maret 2019 - 17:10 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka pameran Keramika 2019 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka pameran Keramika 2019 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian mendorong industri keramik nasional semakin meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas desain produknya agar lebih mampu bersaing dengan produk impor di tengah menghadapi perdagangan global. 

"Industri keramik dalam negeri perlu melakukan transformasi secara bertahap sesuai dengan perkembangan teknologi Industry 4.0 yang sedang berjalan. Kami terus mendorong agar sektor ini mampu mengkombinasikan teknologi digital di antaranya dalam proses produksi, desain, hingga quality control," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka pameran Keramika di Jakarta Convention Center, Kamis (14/3).

Menurutnya, implementasi industri 4.0 akan mendorong peningkatan investasi oleh perusahaan, terutama yang terkait dengan penggunaan teknologi pendukung seperti Internet of Things (IoT). 

"Namun demikian, investasi dan langkah ini diyakini mampu memacu produktivitas dan kualitas di sektor manufaktur," terangnya.

Industri keramik merupakan industri padat modal dan padat energi yang saat ini sedang bangkit kembali untuk menguasai pasar dalam negeri. 

Dalam rangka mendorong daya saing industri keramik baik di pasar dalam negeri dan global, pemerintah telah meluncurkan kebijakan safeguard (pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan / BMTP atas impor produk keramik) yang berlaku sejak Oktober 2018. 

Selain itu, untuk meningkatkan daya saing industri keramik dalam negeri, Pemerintah telah menaikkan PPh impor (Pasal 22) komoditi keramik menjadi 7,5% sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 110/PMK.010/2018 yang berlaku sejak tanggal 12 September 2018.

Pemerintah juga mendorong kebijakan pengembangan sektor industri pengolahan yang difokuskan pada penguatan rantai pasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku dan energi yang berkesinambungan dan terjangkau sesuai amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Selain itu, pemerintah senantiasa akan mengamankan pasokan bahan baku untuk industri keramik yang berasal dari dalam negeri sebagai competitive advantage, seperti tanah liat (clay), feldspar, pasir silika, dolomite, limestone, dan lainnya. 

"Terkait gas bumi sebagai bahan bakar untuk industri keramik, Pemerintah terus mengupayakan adanya jaminan pasokan dan harga yang ideal dan kompetitif," terangnya.

Dengan semua kebijakan yang telah diberikan oleh pemerintah, Menperin Airlangga meminta kepada para pelaku industri keramik dalam negeri untuk dapat meningkatkan kapasitas produksinya.

"Tak ada alasan industri ini tidak bisa meningkatkan kapasitas produksinya," imbuhnya.

Untuk itu, industri keramik diharapkan terus melakukan perbaikan struktur industri dengan memperluas lini produksi, efisiensi proses produksi melalui penerapan praktik terbaik (best practice) dan teknologi terbaik, memodernisasi pabrik dengan penggunaan peralatan proses produksi teknologi digital printing dan digital glazing yang mampu memproduksi keramik dengan ukuran besar.

Selanjutnya, diperlukan diversifikasi produk dengan memproduksi jenis ubin terkini seperti ubin 3D (tiga dimensi), porcelain slab, dan ubin vitrifikasi, serta inovasi desain ubin keramik yang mengikuti trend terkini yang memiliki ciri khas dan original.

Menperin mengimbau kepada industri keramik nasional agar semakin berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan menjadi salah satu motor penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja langsung sebanyak 150 ribu orang. Apabila ditambah dengan tenaga kerja tidak langsung seperti distributornya dan lain-lain, mencapai 2 juta orang," ungkapnya.

Menperin juga meminta kepada industri keramik nasional untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung program pendidikan vokasi link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan. Hal ini untuk mempermudah mendapatkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini sehingga dapat memacu produktivitas dan daya saing industrinya.

Industri keramik merupakan salah satu sektor unggulan yang diprioritaskan pengembangannya karena berbasis sumber daya alam lokal serta telah memiliki struktur keterkaitan dan kedalaman yang kuat. 

Potensi ini diharapkan dapat mendogkrak kinerja industri keramik sebagai tulang punggung ketahanan ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas.

Kemenperin mencatat, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas tahun 2018 mencapai sebesar 4,77% (y-on-y). Jika kita melihat lebih dalam pada manufaktur Indonesia tahun 2018, tiga industri yang memiliki pertumbuhan paling tinggi, yaitu: Industri Mesin dan Perlengkapan  (9,49%); Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki (9,42%); dan Industri Logam Dasar  (8,99%). 

Walaupun demikian, sektor Industri Barang Galian Bukan Logam yang mencakup industri keramik, pada tahun 2018 menunjukkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan sebesar 2,75% (y-on-y), dari pertumbuhan negatif 0,86% (y-on-y) pada tahun 2017. 

Di antara semua sektor, manufaktur tetap menjadi pendorong utama perekonomian Indonesia yang berkontribusi sekitar 20% terhadap PDB nasional.

Ketua Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, pameran Keramika 2019 mempunyai peranan cukup strategis sebagai event untuk mempromosikan produk keramik nasional unggulan dan terkini yang telah berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia) dan kompetitif untuk bersaing di pasar domestik maupun global. 

"Dalam pameran ini menampilkan perkembangan produk keramik baik dari segi teknologi proses maupun bahan baku, serta desain yang mengikuti trend saat ini," katanya.

Selain itu, tambah Edy, pameran ini juga menampilkan perkembangan di bidang arsitektur, properti, serta industri pendukung proses produksi keramik seperti, mesin dan bahan baku. 

"Dengan mengusung tema 'Keramik Indonesia Pilihanku dan Kebanggaanku', harapannya produk keramim dalam negeri tidak hanya cukul dicintai,tapi juga harus dibeli dan dipakai," ungkapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

ASTRA Infra grup mengadakan acara media gathering sekaligus berbagi informasi tentang persiapan dan program mudik dengan tema “Inspirasi Mudik 2019 ASTRA Infra di tol Trans Jawa”

Selasa, 21 Mei 2019 - 07:03 WIB

Keputusan Diskon Tarif, Astra Tol: Kami Menunggu Asosiasi Jalan Tol

PT Astra Tol Nusantra selaku operator tol Trans Jawa masih menunggu keputusan dari Asosiasi Jalan Tol Indonesia terkait soal potongan harga atau diskon tarif tol pada saat mudik dan arus balik…

ASTRA Infra grup mengadakan acara media gathering sekaligus berbagi informasi tentang persiapan dan program mudik dengan tema “Inspirasi Mudik 2019 ASTRA Infra di tol Trans Jawa”

Selasa, 21 Mei 2019 - 06:30 WIB

H-5 Puncak Arus Mudik, Waspadai Kenaikan Kepadatan di Tol Tangerang-Merak

Bagi Anda yang ingin merencanakan mudik kali ini menggunakan jalur darat ada baiknya mempersiapkan waktu lebih awal atau seminggu sebelum puncak arus mudik lebaran yang jatuh pada 31 Mei atau…

ASTRA Infra grup mengadakan acara media gathering sekaligus berbagi informasi tentang persiapan dan program mudik dengan tema “Inspirasi Mudik 2019 ASTRA Infra di tol Trans Jawa”

Selasa, 21 Mei 2019 - 05:57 WIB

Mudik 2019, Begini Kesiapan Astra Infra di Tol Trans Jawa

Mudik lebaran merupakan momentum penting bagi masyarakat Indonesia. Terhubungnya ruas jalan tol Trans Jawa pada akhir tahun 2018, semakin mempercepat dan mempermudah pemudik menuju kampung halaman.…

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Fotos Ist)

Selasa, 21 Mei 2019 - 00:40 WIB

Hasto: Aksi Demo 22 Mei Jangan Ganggu Ketertiban Umum

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan agar aksi demo yang dilakukan bertepatan dengan pengumuman hasil pemilu presiden 2019 oleh KPU pada 22 Mei, tidak sampai mengganggu…

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 21 Mei 2019 - 00:30 WIB

KPU: Unggul 16,59 Juta Suara, Jokowi-Ma’ruf Unggul di 21 Provinsi

Komisi Pemilihan Umum (KPU), telah menyelesaikan dan menetapkan rekapitulasi hasil suara Pemilu 2019 dari 34 provinsi hingga Senin (19/5/2019) malam. Dari hasil tersebut, paslon capres-cawapres…