Kementan Ajak Agropreneur Muda Berbisnis dari Hulu ke Hilir

Oleh : Wiyanto | Minggu, 03 Maret 2019 - 05:38 WIB

Suasana agropreneur
Suasana agropreneur

INDUSTRY.co.id

Jakarta – Sektor pertanian Indonesia di masa depan akan sangat bergantung pada partisipasi generasi muda Indonesia. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) siap untuk memfasilitasi dan mendukung para agropreneur muda untuk bergerak di berbagai bidang pertanian, dari hulu hingga ke hilir.

“Hingga saat ini, masih banyak peluang bisnis di sektor pertanian yang belum terjamah oleh para agropreneur. Seperti yang diamanahkan oleh Undang-undang No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban memfasilitasi pembiayaan dan permodalan Usaha Tani. Jadi kami siap mendukung para agroprenuer muda untuk berkiprah di berbagai bidang pertanian.”

Demikian disampaikan Direktur Pembiayaan Pertanian Sri Kuntarsih pada sesi pertama kegiatan “Diskusi & Sharing Perkembangan Agrotech di Indonesia” di Ruang Teater Gedung PIA Kementan, pada Jumat (1/3) ini.

Pembiayan pertanian ditargetkan untuk sejumlah usaha seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Untuk mendapatkan marjin keuntungan usaha yang besar, pelaku usaha diharapkan tidak hanya bergerak di bagian produksi saja, tapi juga turut terlibat di tahapan pengolahan dan pemasaran.

“Nilai jual tinggi bisa didapat jika pelaku usaha turut mengolah bahan baku pertanian. Seperti Virgin Coconut Oil (VCO) yang berbahan baku dari kelapa. Harga VCO berkali-kali lipat bila dibandingkan dengan harga bahan bakunya,” sebut Sri.

Saat ini, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementan sedang menggiatkan pengembangan model korporasi petani yang memungkinkan pelaku usaha tani terlibat dalam proses usaha dari produksi hingga pemasaran. Menurut Sri, langkah ini strategis untuk pembangunan sektor pertanian ke depannya. “Hanya dengan model usaha skala besar maka usaha tani bisa lebih efisien dan menguntungkan untuk pelakunya ,”tutur Sri.

Sri menyebutkan berdasarkan data penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), terjadi peningkatan penyaluran KUR pada sektor pertanian. Tapi realisasinya masih lebih rendah dibandingkan sektor pertanian perdagangan, demikian pula dengan sektor produksi.

Tercatat, pada tahun 2018, penyaluran KUR Pertanian mencapai Rp 27,6 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2017 yang berada di kisaran Rp 23 triliun. Tapi nilai tersebut masih jauh di bawah KUR Perdagangan yang mencapai Rp 64 Triliun pada tahun 2018.

“Pertanian selama ini dikenal sebagai usaha dengan resiko tinggi bagi perbankan. Tapi sebetulnya resiko tersebut bisa ditekan jika ada pendampingan dan pengawalan intensif. Ini juga bisa menjadi peluang bagi kawan-kawan agropreneur,”jelasnya.

Sependapat dengan Sri, Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) Retno Sri Hartati Mulyandari menyebutkan pentingnya pendampingan teknologi bagi para petani di level bawah. “Secara sosiokultural, petani kita sulit bersentuhan dengan teknologi. Karena itu, dibutuhkan social agropreneurship yang bisa menjembatani para petani dengan teknologi,” tandasnya.

Kementan, disebut Retno, memiliki berbagai inovasi yang bisa digunakan oleh para agropreneur. Menurutnya teknologi merupakan kunci untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.

“Inovasi dan daya saing saling terkait erat dan untuk menghasilkan inovasi unggul menghadapi revolusi industri 4.0 dan persaingan global. Untuk itu, kami memperkuat diseminasi inovasi dan teknologi yang dimiliki Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.red) kepada para stakeholders,” ungkap Retno yang turut hadir sebagai pembicara di sesi pertama yang bertemakan “Supporting Programme Kementan Bagi Penggiat Start Up Agritech”.

Kegiatan “Diskusi & Sharing Perkembangan Agrotech” diselenggarakan oleh Biro Humas dan Informasi Publik Kementan sebagai upaya untuk meningkatkan peran serta para agropreneur dalam memecahkan masalah yang dihadapi sektor pertanian selama ini. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan para agropreneur.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pasien Sembuh Covid-19 (ist)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:07 WIB

Alhamdulillah! Tren Pasien Sembuh COVID-19 Meningkat, Jakarta Tertinggi Disusul Jatim, Jabar, Sulsel dan Jateng

Juru Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa pasien sembuh dari COVID-19 cenderung semakin mengalami peningkatan. "Ini yang harus kita syukuri, bahwa sekarang semakin cenderung…

Rp 22 Miliar Donasi dari Dettol dan Harpic Guna Melawan COVID-19

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:00 WIB

Rp 22 Miliar Donasi dari Dettol dan Harpic Guna Melawan COVID-19

Memenuhi komitmennya untuk melawan pandemik COVID-19, Dettol dan Harpic, hari ini menyelesaikan #MelindungiGardaDepan, sebuah inisiatif guna melindungi tenaga kesehatan, garda depan perlawanan…

Wika Beton

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:30 WIB

Naik Tipis, PT Wijaya Karya Beton Tbk Cetak Laba Rp72,66 M hingga Maret 2020

Emiten infrastruktur PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp72,66 miliar hingga periode 31 Maret 2020…

Melakukan Tindakan Mulia, Dua Prajurit TNI Peroleh Penghargaan dari Ketua MPR RI

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:00 WIB

Melakukan Tindakan Mulia, Dua Prajurit TNI Peroleh Penghargaan dari Ketua MPR RI

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan penghargaan kepada dua prajurit TNI yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut Maumere Nusa Tenggara Timur. Kedua prajurit, Serka MES Mohammad Sangidun…

Dirjen Iman Pambagyo Kemendag

Sabtu, 06 Juni 2020 - 05:30 WIB

Tekad Besar Anak Buah Mendag Agus Selamatkan Petani dan Industri Kopi di Ajang ICO

Sebagai Ketua Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO), Indonesia bertekad akan berjuang membantu petani kopi menghadapi tantangan, terutama dalam masa pandemi…