Kopi Indonesia Juga Dinikmati di Timur Tengah Hingga Afrika

Oleh : Herry Barus | Selasa, 19 Februari 2019 - 03:29 WIB

Presiden Jokowi(Foto Setkab)
Presiden Jokowi(Foto Setkab)

INDUSTRY.co.id - Tangerang - Presiden Joko Widodo mengaku senang karena ada produk dengan merek asli Indonesia yang telah "menjajah" lebih dari 100 negara. 

"Ada Torabika, ada Kopiko," kata Presiden saat menghadiri pelepasan kontainer ekspor ke-250.000 Mayora Group di Pabrik PT Mayora Indah Tbk., Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (18/2/2019)

Produk-produk asli Indonesia yang diproduksi PT Mayora Indah Tbk. itu telah berhasil masuk ke pasar ekspor bahkan mampu menjadi pemegang pangsa pasar terbesar di negara lain.

Produk itu sudah diekspor di antaranya ke Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, negara-negara di kawasan ASEAN, hingga negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika. 

"Menjajah dalam artian masuk ke pasarnya. Bukan kita dimasuki, tapi kita memasuki. Ini yang penting," kata Presiden.

Ia mengaku menyambut baik PT Mayora Indah yang menjadi salah satu perusahaan pengekspor produk dengan merek asli Indonesia dalam jumlah besar.

Sebagaimana disampaikan Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja, volume ekspor perusahaan yang telah beroperasi salama 42 tahun ini mencapai hingga lebih dari 2.000 kontainer perbulan.

"Tadi saya dibisiki Pak Andre, lebih dari 2.000 kontainer per bulan. 2.000 perkontainer bulan! Dan hari ini alhamdulillah akan diekspor yang ke-250.000 kontainer," katanya seperti dilansir Antara.

Kepala Negara juga mengapresiasi langkah PT Mayora yang membeli bahan baku langsung dari para petani lokal, misalnya untuk produk olahan kopi.

"Sekali lagi saya sangat menghargai sekali apa yang telah dilakukan oleh PT Mayora dan yang telah membina banyak petani sehingga produksi-produksi mereka dapat diambil, dibeli oleh PT Mayora," katanya.

Di awal sambutannya, Presiden mengatakan bahwa ada dua faktor kunci yang akan menjadikan ekonomi bangsa Indonesia sehat, yaitu peningkatan investasi dan ekspor. 

"Negara kita sekarang ini ada dua yang akan menjadikan kita ekonominya sehat. Yang pertama, investasi harus banyak. Yang kedua, ekspornya harus gede. Hanya itu saja, enggak ada yang lain. Kalau ini bisa dilakukan, ekonomi kita akan tumbuh dengan baik," ujarnya.

Sedangkan untuk meningkatkan ekspor dan investasi yang menjadi dua kunci utama keberhasilan ekonomi Indonesia, Presiden berharap adanya kerja sama dan kolaborasi yang baik antara pihak perusahaan swasta dengan pemerintah. 

"Saya katakan bahwa kunci keberhasilan ekonomi Indonesia adalah ekspor dan investasi itu betul-betul bisa kita lakukan dengan baik, untuk mewujudkan kemakmuran kita bersama," ucapnya.

Presiden juga mengatakan strategi lainnya dalam menggenjot ekspor yaitu dengan penetapan industri yang menjadi prioritas. 
Untuk ini, ia menyampaikan kepada Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan untuk menetapkan industri makanan dan minuman sebagai prioritas karena pertumbuhannya yang pesat.

"Industri makanan dan minuman menjadi prioritas karena growth-nya tinggi, 9 persen growth di makanan dan minuman. Itu gede banget sehingga ini industri ini harus diberikan dukungan. Sehingga kemarin ada sedikit masalah misalnya Mayora dengan Filipina, nah pemerintah mengirimkan tim untuk berbicara dengan pemerintah di sana agar produk-produk yang ada ini tetap bisa masuk," ungkapnya.

Di samping itu, penyederhanaan regulasi juga dipandang Presiden sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan ekspor.


Demikian halnya dengan investasi yang berkaitan dengan barang ekspor atau produk-produk substitusi impor yang juga diberikan kemudahan.

"Karena memang kuncinya di situ, untuk memperbaiki neraca perdagangan kita, untuk memperbaiki neraca transaksi berjalan kita. Semua sudah mengarah, hanya memang nanti misalnya ada hal-hal yang enggak baik perlu dikoreksi yah kita koreksi. Yang paling penting kecepatan ekspor harus didorong," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden didampingi menteri dan pejabat antara lain, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pemprov Jabar kerjasama dengan Telkom University dan Cisco

Selasa, 02 Juni 2020 - 21:26 WIB

Pemprov jabar Gandeng Telkom University dan Cisco Wujudkan Kota Cerdas di Tengah Pandemi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Telkom University, dan Cisco setuju untuk berkolaborasi dalam inisiatif Kota Cerdas, yang salah satunya mendukung Ketahanan Pelayan Publik dalam menghadapi COVID-19…

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:19 WIB

PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) Berhasil Cetak Pendapatan Rp3,5 triliun Periode Januari-April 2020

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC membukukan pendapatan sebesar Rp. 3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, IPC masih optimistis pendapatan usaha perseroan…

Rapat pleno Pengurus PWI Pusat

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:13 WIB

PWI Pusat Dorong Dewan Pers Proses Secara Hukum Pembuat Sertifikat UKW Palsu

Perbuatan pemalsuan sertifikat UKW tersebut merupakan tindak pidana. Hal ini tidak boleh didiamkan.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:30 WIB

Industri Keramik Kalang Kabut Harga Gas Tak Kunjung Turun, Asaki Beri Ultimatum PGN Hingga Menkeu

Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mendesak PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sebagai suplier utama gas untuk industri agar segera bisa menyesuaikan sesuai Keputusan Menteri (Kepmen)…

Petani sedang garap sawah menggunakan traktor

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:28 WIB

BPS: Ekspor Pertanian Tumbuh 12,66 Persen

Di tengah melemahnya ekonomi nasional akibat wabah pandemi virus corona, ekspor pertanian tetap memperlihatkan kinerja yang baik. Tercatat, ekspor pertanian April 2020 sebesar US$ 0,28 miliar…