INDUSTRY.co.id, Jakarta -  Sarikat Penyelenggara Haji Umrah Indonesia (Sapuhi) menggelar rapat pleno laporan tahunan pertama Sapuhi, di Muamalat Tower, Kamis (31/1/2019). Dalam rapat pleno tersebut diikuti oleh 198 travel.

Advertisement

Ketua Umum Sapuhi, Syam Resfiadi mengatakan rapat pleno ini dibuat karena ada satu kebutuhan yang harus diputuskan salah satunya seperti keanggotaan provider visa di dalam sapuhi, mereka harus memilih apakah tetap di Sapuhi atau memilih berpindah ke asosiasi lain.  Karena dari pihak Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) yang belum bisa menerima provider visa dari asosiasi.

“Tapi, Alhamdulillah Minggu ini pihak kedutaan mau berbaik hati bagi anggota Sapuhi yang sudah jadi provider visa bisa mengajukan visanya ke KBSA langsung tanpa membawa nama asosiasi. Itu kemudahan yang luar biasa, tapi tetap kita kordinasikan kepada anggota untuk mempersiapkan itu semua,” ujarnya

Advertisement

Dalam rapat pleno tersebut, Sapuhi bakal membekali pelatihan tour leader dan tour guide yang rencananya akan dilakukan di awal Februari ini.

“Sesuai peraturan Menteri Agama Nomor 8 tahun 2018 yang dikeluarkan Juni lalu, agar Sapuhi sebagai wadah asosiasi umrah dan haji, dapat menjalankan program latihan dan memberikan pengetahuan tentang Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Sipatuh), latihan menjadi tour leader, tour guide kepada anggotanya,” ujarnya.

Advertisement

Selain itu, pihaknya mengakui adanya hambatan dalam perkoperasian Sapuhi. Karenanya, pihaknya masih melakukan penyempurnaan AD/ART dan restrukturisasi kepengurusan. Menurutnya, ada tiga poin yang harus dilakukan saat ini, menyusun dan mengesahkan AD/ART koperasi Mekar Sukses, kemudian memberhentikan kepengurusan koperasi terdahulu sesuai akta notaris nomor 150 tertanggal 6 Agustus 2018. Terakhir, ialah memilih dan mengangkat susunan pengurus baru koperasi Sapuhi periode 2018-2023.

Ia menambahkan, saat ini total anggota Sapuhi terdiri dari 198 travel yang terdiri dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU),114 trave, 19 travel Penyelenggara Ibadah Haji Khusus, 65 Biro Perjalan Wisata (BPW) dan 9 provider visa aktif.

Advertisement