Regulasi Tembakau Dapat Tanggapan Positif dari Petani

Oleh : Herry Barus | Rabu, 23 Januari 2019 - 06:30 WIB

Kebun Tembakau (Ist)
Kebun Tembakau (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kalangan petani tembakau memberikan apresiasi atas diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 156/2018  yang merupakan pengganti PMK 146/2017.

“Kebijakan ini jelas menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada kalangan petani dan kami sangat mengapresiasi serta berterima kasih atas kebijakan ini,” kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau (APTI), Agus Parmudji, di Jakarta, Selasa (22/1/2019)

Merujuk kajian APTI, penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 146/2017 terkait simplifikasi tarif cukai tembakau perlu mempertimbangkan dan memperhatikan dampaknya secara keseluruhan, baik terhadap petani tembakau maupun industri kretek nasional.

Pasalnya, implementasi simplifikasi tarif cukai berpeluang berdampak langsung terhadap petani tembakau, juga menurunkan penerimaan negara dari cukai rokok.

Menurut Agus, PMK 146/2017 ini mengatur penggabungan golongan Sigaret Putih Mesin (SPM) dengan Sigaret Kretek Mesin (SKM), termasuk panggabungan kuota. Jika kebijakan ini diberlakukan akan merugikan petani sebagai penjual tembakau dan pada umumnya produk kretek sebagai produk nasional. “Simplifikasi tarif cukai akan mematikan industri kretek nasional yang merupakan penyerap tembakau petani lokal bahkan nasional,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Agus juga meminta agar Kemenkeu segera melakuan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, mengingat para petani tembakau berada di bawah naungan Kementerian Pertanian. 

Terlebih, tambah Agus, masalah importasi tembakau yang hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan dari pemerintah.

“Pembatasan impor wajib dilakukan, karena dengan pembatasan berarti pemerintah telah dengan tulus membantu kehidupan para petani tembakau di Indonesia,” ujar Agus seperti dilansir Antara.

Terkait penyederhanaan tarif menjadi lima layer akan mengakibatkan semua pabrikan nasional yang kategori besar hingga menengah dan kecil berpotensi gulung tikar sebab mereka tidak sanggup bersaing dengan pemain besar.

Selain itu, penggabungan tarif cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT) Golongan 1A dan 1B juga akan memberangus SKT produk pabrikan yang masih barnafas Merah Putih. "Kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) yang terlalu tinggi juga akan lebih mempercepat kematian pabrikan menengah dan kecil, karena konsumen mereka sangat sensitif terhadap kenaikan harga," tambahnya.

Agus mengingatkan, jika pengaturan simplifikasi tarif cukai dilakukan maka kebijakan tersebut akan berdampak pada matinya industri kretek nasional menengah ke bawah. “Selama ini industri menengah ke bawah juga berkontribusi terhadap perekonomian petani sebagai penyerap tembakau kelas tiga mengingat semua tembakau yang kurang bagus tidak terserap semua oleh industri besar,” tegas dia.

Implikasi lain, lanjut Agus adalah semakin berjayanya produsen terbesar. Pasalnya, pengenaan cukainya akan satu kategori. “Prediksi ke depan, aturan ini akan memberangus tembakau lokal, dan mematikan penghidupan petani tembakau!,” ungkapnya.

Menurut Agus, agar pemerintah bisa berperan untuk melakukan pembinaan kepada petani Tembakau sehingga hasil panen kami dapat meningkat dari produktivitas dan kualitas. Dengan demikian nasib petani akan lebih terjamin.

APTI mengapresiasi Kementerian Keuangan selaku regulator yang telah “menghapus” proses simplifikasi tarif cukai (penyederhanaan tarif cukai) yang akan berdampak pada bencana ekonomi massal bagi masyarakat pertembakauan.  “Melindungi petani tembakau adalah wujud nyata sebuah misi kemanusiaan. Selamatkan tembakau selamatkan Indonesia,” tambahnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peserta HNJA saat mengunjungi salah satu Desa binaan Aqua

Selasa, 22 Oktober 2019 - 00:33 WIB

Biogas Mampu Tekan Biaya Pembelian Gas Elpiji Masyarakat

- Bali - Danone melalui Pabrik Aqua memberikan pendampingan ke masyarakat Bali, diantaranya Pariwisata, membantu kepemilikan biogas, pertanian dan ke pemulung. Kesemuanya bentuk keperdulian…

Bibit Ubikayu (Foto:Doc Kementan)

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:37 WIB

Pengembangan Bibit Unggul Ubi Kayu, Kementan Bantu Sertifikasi

Jakarta - Industri Pangan olahan ubi kayu saat ini sedang digandrungi masyarakat. Mulai dari minuman berbahan tapioka hingga makanan ringan seperti kripik atau chips stik. Untuk itu dibutuhkan…

CIMB Niaga - foto IST

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:17 WIB

CIM Niaga Miliki Aplikasi Mobile Banking

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memperkenalkan aplikasi mobile banking terbaru bagi nasabah korporasi yaitu BizChannel@CIMB Mobile. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat…

Ilustrasi

Senin, 21 Oktober 2019 - 18:30 WIB

Kemenkumham Dorong Perbaikan Balai Harta Peninggalan

Jakarta - Pemerintah terus meningkatkan kinerja Balai Harta Peninggalan (BHP) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Salah satunya melalui Rapat Kerja Teknis Balai (Rakernis) dengan tema menyikapi…

Kota Surabaya

Senin, 21 Oktober 2019 - 17:55 WIB

Catat, Ini 5 Kuliner yang Bikin Kangen dengan Surabaya

Bila Anda pernah berkunjung ke Surabaya, atau belum pernah sama sekali, berikut ini beberapa kuliner khas yang akan membuat Anda ingin langsung kembali ke Surabaya.