INDUSTRY.co.id - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksikan pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun 2017 tumbuh diangka delapan persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia, serta meningkatnya populasi dan jumlah penduduk.

Advertisement

“Industri makanan dan minuman tahun depan diperkirakan tumbuh dikisaran delapan persen,”kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Adhi S Lukman dalam seminar Economy Outlook 2017, di JIExpo, Kamis (1/12/2016).

Pertumbuhan industri makanan dan minuman ini setiap tahun memang cukup tinggi. Dari 2011 hingga 2016 setidaknya memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 7,8 persen. Peningkatan tersebut juga ditopang oleh stabilnya pertumbuhan permintaan domestik sejalan dengan meningkatnya populasi dan jumlah penduduk.

Advertisement

Kendati bertumbuh, pasar ekspor industri makanan dan minuman belum cukup membaik tahun depan. Pasalnya banyak negara lebih memproteksi terkait perdagangannya. Saat ini banyak negara melakukan hubungan dagangnya secara Bilateral. Selain itu, Trump effect juga membawa pengaruh terhadap sektro riil.

Sebelumnya, Trump, dalam kampanyenya, cenderung proteksionis terkait perdagangan untuk mengembalikan kedigdayaan AS. Hal itu tercermin dari keinginan Trump untuk merenegosiasi sejumlah perjanjian dagang AS dengan negara lain.

Advertisement

Selain itu, Trump juga ingin menaikkan tarif impor barang dari China sebesar 45 persen dan Meksiko sebesar 35 persen. "Selama ini, pengalaman kami, AS berganti-ganti pemerintah tidak terlalu pengaruh terhadap ekspor impor, terutama untuk pangan dan produk pertanian ,"pungkasnya

 

Advertisement