Tahun 2019, DMO Batubara 20 Hingga 25 Persen

Oleh : Hariyanto | Minggu, 13 Januari 2019 - 13:05 WIB

Ilustrasi Batubara (ist)
Ilustrasi Batubara (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kebijakan pemanfaan batubara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) akan tetap diberlakukan pada tahun ini. Jatah kuota untuk pasar domestik pada 2019 akan dipatok pada kisaran 20-25%.

"Mengenai DMO, kebijakan 2019 masih tetap sama, besarannya berapa, mungkin 20-25% itu biasanya sekitar itu, tergantung produksi nasional, harganya masih USD 70," ujar Direktur Jendaral Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono pada pemaparan capaian kinerja Minerba di Jakarta, Rabu (9/1/2019) lalu.

Pemanfaatan batubara domestik ini diperuntukan untuk menjamin pasokan kebutuhan sumber energi primer dan bahan baku di dalam negeri serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang. 

Setiap tahun jumlahnya pun bertambah, tahun 2014 DMO sebanyak 76 Juta Ton, Tahun 2015 sebanyak 86 Juta Ton, Tahun 2016 sebanyak 91 Juta Ton, Tahun 2017 sebanyak 97 Juta Ton dan Tahun 2018 sebanyak 115 Juta Ton.

Produksi batubara tahun 2018 sendiri meningkat menjadi 528 Juta Ton dibanding produksi tahun 2017 sebesar 461 Juta Ton. Diperkirakan produksitahun 2019 tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2018, terutama untuk produksi dari daerah. Sementara untuk produksi dari perusahaan tambang besar atau PKP2B maupun yang diterbitkan pemerintah pusat tercatat 380 juta ton.

Perbaikan pengelolaan batubara nasional pun terus dilakukan. Pada tahun 2018, Kementerian ESDM c.q Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara telah mencatatkan beberapa capaian seperti amandemen PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) dan KK (Kontrak Karya). Seluruh PKP2B yang berjumlah 68 PKP2B dan 29 KK telah melakukan amandemen, sisanya 2 KK belum melakukan amandemen kontrak.

Perbaikan Tata Kelola Pertambangan tidak hanya dilakukan dengan pembaruan atau amandemen perjanjian dan kontrak, melainkan juga fokus pada pembenahan izin usaha pertambangan. Pada periode 2015 - 2018 Forum Korsup KPK dan Ditjen Minerba telah melakukan pencabutan terhadap 4.678 IUP, dan 5.131 IUP telah memiliki status Clean and Clear (CnC). 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Senin, 27 Januari 2020 - 10:35 WIB

WWF Dorong Produsen dan Retailer Berkomitmen Sawit Berkelanjutan

Bagi Indonesia, kelapa sawit merupakan komoditi kunci yang banyak berkontribusi secara ekonomi bagi pembangunan. Oleh karena itu, isu boikot yang sering didengungkan harus dihadapi dengan mengedepankan…

Luna SIMO

Senin, 27 Januari 2020 - 10:12 WIB

Ini Luna SIMO, Smartphone Dengan Teknologi Virtual SIM Card

Teknologi ini memungkinkan Luna SIMO terhubung ke intenet tanpa perlu SIMCard dan WiFi. 

Nasabah bertransaksi di BRILink

Senin, 27 Januari 2020 - 10:12 WIB

Transaksi Agen BRILink Setahun Capai Rp 673 Triliun

Sepanjang tahun 2019, layanan branchless banking milik Bank BRI yang biasa disebut Agen BRILink mampu mencatatkan jumlah volume transaksi yang mencengangkan, yakni sebesar Rp 673 triliun. Hal…

Menteri BUMN Erick Thohir

Senin, 27 Januari 2020 - 10:09 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir Mengenang Kobe Bryant

Meninggalnya Legenda Basket Kobe Bryant dalam sebuah kecelakaan Helikopter yang terjadi Minggu (26/1) di California, Amerika mengagetkan semua orang. Kepergiannya begitu mendadak. Dunia olahraga…

 Kobe Bryant legenda basket dunia (Foto Dok Google)

Senin, 27 Januari 2020 - 10:06 WIB

Cristiano Ronaldo: Kobe Bryant Seorang Legenda Sejati

Megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo mengaku sedih ketika mendengar berita memilukan yang menimpa legenda basket dunia Kobe Bryant bersama sang putri Gianna karena kecelakaan di dekat Los…