OJK Ijinkan Uang Muka Kendaraan 0 Persen

Oleh : Herry Barus | Minggu, 13 Januari 2019 - 08:00 WIB

Industri Sepeda Motor (Ilustrasi)
Industri Sepeda Motor (Ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memangkas habis kewajiban uang muka untuk pembelian kendaraan bermotor baik mobil dan motor yang dibeli melalui "leasing" pada perusahaan pembiayaan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Pertemuan Tahunan Industri Keuangan 2019, Jakarta, Jumat(10/1/2019)  mengatakan pihaknya tetap memperhatikan aspek kehati-hatian, meskipun membebaskan uang muka (down payment).

Uang muka nol persen, kata dia, hanya boleh diberikan perusahaan pembiayaan yang memiliki rasio kredit bermasalah (non-performing finance) di bawah satu persen.

"Ini yang betul-betul tingkat kesehatannya sehat, dan NPF harus di bawah satu persen, artinya ini juga kami memancing tolong NPF ini diturunin dan kesehatannya harus bagus," kata Wimboh.

Ketentuan DP nol persen ini tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 yang diterbitkan pada 27 Desember 2018 lalu dan dipublikasikan di situs resmi OJK pada Kamis (10/1/2019).

Dalam aturan sebelumnya, OJK menetapkan kewajiban DP untuk motor dan mobil paling rendah sebesar lima persen dan paling tinggi sebesar 25 persen.

Wimboh seperti dilansir Antara mengungkapkan OJK juga memiliki tujuan lain melalui kebijakan ini, yaitu guna mendorong konsumsi domestik. Kemudahan memperoleh fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor diharapkan dapat mendorong produktivitas masyarakat dan selanjutnya meningkatkan pendapatan.

Dia menolak anggapan jika relaksasi ini dipandang hanya akan menjadi stimulus untuk sektor konsumtif. Menurutnya, relaksasi untuk mendapatkan kendaraan perlu didorong karena akan menjadi salah satu penggerak sektor produksi.

"Ini harus seimbang artinya produksi itu kan harus ada yang beli, tidak bisa produksi semua kalau tidak ada yang beli jadi antara produksi, konsumsi, ekspor, ini harus seimbang," ujarnya.

Wimboh berdalih bahwa relaksasi ini justru dapat memicu perusahaan pembiayaan untuk memperbaiki rasio NPF-nya.

"Nah ini supaya lembaga pembiayaannya itu menjadi sehat, itu dulu. Tapi manajemen risikonya harus bagus, lembaga pembiayaannya juga harus sehat, dan juga NPF-nya kurang dari satu persen sehingga ruang dia masih besar," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mentan Amran Sulaiman di Kebupaten Garut

Kamis, 20 Juni 2019 - 11:32 WIB

Indonesia Mencatat Surplus Perdagangan Pertanian Dengan Eropa

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai unit kerjanya terus melakukan berbagai upaya peningkatan produksi. Upaya itu antara lain dengan membuat program kerja dan trobosan…

OYO Hotels & Homes

Kamis, 20 Juni 2019 - 10:30 WIB

Selama Ramadhan dan Libur Lebaran, OYO Catat Kenaikan Pesanan di Bandung Capai 540 Persen

Tercatat, selama Ramadan dan libur Lebaran 2019, OYO mengalami kenaikan pemesanan di Bandung mencapai 540% dibanding libur Natal dan Tahun Baru 2018.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Kamis, 20 Juni 2019 - 10:03 WIB

Inilah Program Kerja Ditjen IKMA Kemenperin Bawa IKM Nasional Naik Kelas

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha dan calon wirausaha Industri Kecil dan Menengah…

BCA Mobile (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 20 Juni 2019 - 10:00 WIB

BCA-Digitaraya Umumkan Delapan Startup Terpilih Program SYNRGY Accelerator

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai institusi perbankan swasta terbesar di Indonesia terus berinovasi menerapkan transformasi digital untuk turut memajukan ranah ekonomi digital di Indonesia.…

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto saat meninjau donor darah

Kamis, 20 Juni 2019 - 09:52 WIB

Bantu Sesama, Perum Jamkrindo Selenggarakan Donor Darah

Jakarta - Perum Jamkrindo menyelenggarakan donor darah dalam rangkaian kegiatan peringatan hari ulang tahun Perum Jamkrindo ke-49 di Jakarta, Kamis (20/6/2019). Kegiatan ini diselenggarakan…