Menperin Airlangga Sebut Kawasan Industri di Morowali Jadi Lokomotif Hilirasi Industri Logam

Oleh : Ridwan | Jumat, 11 Januari 2019 - 19:15 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Morowali, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, kawasan industri di Morowali dinilai berperan strategis sebagai lokomotif hilirisasi khususnya untuk industri logam berbasis nikel atau stainless steel.

Bahkan, menurutnya, perusahaan-perusahaan smelter di kawasan industri terpadu yang dikelola oleh PT IMIP tersebut mampu menghasilkan produk yang kompetitif di kancah global

"Kami mengapresiasi PT. IMIP beserta tenant-tenant smelter yang telah bersama-sama mendukung program hilirisasi industri berbasis mineral khususnya berbasis nikel. IMIP juga dinilai sebagai salah satu kawasan industri terlengkap di dunia," kata Airlangga di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, Jumat (11/1/2019).

Airlangga menambahkan, perkembangan industri logam berbasis nikel di Indonesia merupakan salah satu bukti utama suksesnya hilirisasi, yang awalnya hanya menjual nickel ore, saat ini menjadi pelat logam baik berupa hot rolled maupun cold rolled. 

"Kalau kita ekspor 4 juta ton iron ore, itu nilainya hanya USD240 juta. Tetapi apabila sudah berubah jadi stainless steel, maka nilainya mencapai USD3,5 miliar. Artinya, hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri. Ini telah menjadi kebijakan pemerintah," paparnya.

Menperin juga mengapresiasi besarnya penyerapan tenaga kerja di kawasan IMIP yang saat ini sudah lebih dari 30 ribu orang. Guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di wilayah setempat, Kemenperin memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Logam Morowali.

"Kami akan tingkatkan kapasitas Politeknik di Morowali menjadi tiga kali lipat, sehingga masyarakat di Morowali bisa diterima kerja di sini dengan skill yang sesuai kebutuhan. Politeknik di Morowali ini juga punya fasiitas yang world class dan kami punya lahan yang cukup besar 24 hektare," ujarnya.

Bahkan, Kemenperin akan memfasilitasi penerapan teknologi internet 5G di kawasan industri Morowali untuk kesiapan memasuki era industri 4.0. “Jadi, nanti prototipenya ada satu di Cilegon, dan dua di Morowali," imbuhnya.

Managing Director PT IMIP Hamid Mina mengungkapkan, kawasan IMIP sebagai klaster industri terintegrasi berbasis nikel dan baja, saat ini terus mengembangkan industri di dalamnya, agar berdaya saing global sehingga saat ini total investasi yang sudah masuk mencapai USD5 miliar. 

"Total kapasitas produksi smelter nickel pig iron sebesar 2 juta ton per tahun dan 3,5 juta ton stainless steel per tahun dengan nilai ekspor mencapai USD2 miliar pada tahun 2017 dan naik menjadi USD3,5 miliar di 2018," tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, bahwa jumlah tenaga kerja asing (TKA) di kawasan industri morowali sekitar 10 persen. 

"Mayoritas mereka adalah tenaga kerja ahli, bukan di level bawah. Sekarang ada 30.000 lebih pegawai di sini, dan hanya 3.000 orang China. Jadi jangan bikin cerita di luar kalau 55 persen pegawai di sini dari China," tegasnya.

Dia mengapresiasi langkah Kemenperin untuk meningkatkan kapasitas penerimaan mahasiswa di Politeknik Industri Logam Morowali. Program pendidikan vokasi industri ini akan mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten untuk menggantikan TKA. 

"Karena sudah ada komit dari Pak Airlangga, mau bikin Politekniknya dari 200 menjadi 600 lulusannya,” jelas Luhut.

Dengan demikian, ke depan jumlah TKA akan terus berkurang, seiring dengan siapnya tenaga-tenaga ahli dari Indonesia. 

"Peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai lithium juga menjanjikan peluang kerja yang banyak. Pegawai di kawasan ini sudah 30.000-an lebih, dan akan mencapai 100.000-an orang,” tandasnya.

Bupati Morowali Taslim juga menyambut baik dan mengapresisasi investasi PT QMB New Energy Materials di Kawasan Industri Morowali, yang tentunya dapat meningkatkan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja lokal. 

"Kami berterima kasih dengan hadirnya industri baru di Morowali, karena kami sudah merasakan manfaatnya," terangnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto mendukung sepenuhnya peningkatan investasi dan ekspor dari kawasan industri Morowali. 

"Ini tentunya akan menguragi defisit kita, kemudian adanya penambahan lapangan kerja dan ternyata setelah saya datang ke sini, lebih banyak tenaga kerja dari dalam negeri," ungkapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Singapore Airlines (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 04 April 2020 - 14:30 WIB

SIA Kurangi Kapasitas Opeersional

Singapore Airlines menangguhkan layanan tambahan di semua jaringannya yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri penerbangan, yaitu saat negara-negara di seluruh dunia menerapkan kontrol…

Bagas Ran Rilis Single Cinta Begitu

Sabtu, 04 April 2020 - 14:25 WIB

Bagas Ran Rilis Single Cinta Begitu

Bagas Ran, adalah penyanyi muda berbakat yang kini sudah beranjak dewasa. Pernah menjadi juara Idola Cilik RCTI season 4 tahun 2013 dan merilis banyak single, membuat Bagas semakin dikenal banyak…

Booth Suzuki di IIMS 2018

Sabtu, 04 April 2020 - 14:05 WIB

Meski Berhenti Produksi, Industri Sepeda Motor Ini Tetap Layani Pelanggan Secara Optimal

Merespons kondisi terkini terkait wabah Covid-19 di Indonesia, terutama Jakarta, Suzuki Indonesia mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi penyebaran virus ini agar tidak semakin meluas,…

Alipudin ketua Hipmi Jaya

Sabtu, 04 April 2020 - 13:35 WIB

Petinggi Hipmi Jaya Puji Cara Gubernur Anies Cepat Tanggap dan Terbuka Hadapi Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan bantuan senilai Rp 1 juta per keluarga yang akan dikucurkan ke warga miskin dan rawan miskin di Jakarta yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi…

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar (Foto: Herlambang/Industry.co.id)

Sabtu, 04 April 2020 - 13:00 WIB

Dampak Covid-19, Pelaku Kawasan Industri Berharap Ada Insentif Selama Penerapan PSBB

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan, para pengembang atau pengelola kawasan industri ikut merespons baik status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang…