Mahalnya Tiket Penerbangan Dikhawatirkan Berdampak Sektor Pariwisata

Oleh : Herry Barus | Jumat, 11 Januari 2019 - 11:00 WIB

Pariwisata Papua (Foto Dok Breakingnews)
Pariwisata Papua (Foto Dok Breakingnews)

INDUSTRY.co.id - Jayapura- Pengurus Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Papua khawatir mahalnya tiket penerbangan saat ini bisa mematikan sektor pariwisata karena hal tersebut berpengaruh pada tarif paket tur yang ditawarkan kepada wisatawan.

"Biro perjalanan harus menaikkan harga package yang cukup signifikan khususnya kita di wilayah timur Indonesia. Tiket Jakarta - Jayapura (Rp10-12 juta/pp) jadi kami khawatir daya beli wisatawan (Asing) yang mau wisata ke Papua jelas akan berkurang," ujar Ketua Asita Papua, Iwanta Parangin-Angin di Jayapura, Kamis (10/1/209)

Ia mengakui selama ini para pengelola perjalanan wisata di Papua cenderung menyasar ke wisatawan asing karena tingginya biaya perjalanan menggunakan moda transportasi udara ke Jayapura.

Tetapi, menurut dia, masih ada beberapa wisatawan nusantara yang sanggup berwisata ke Papua. Hanya dengan kondisi saat ini ia memandang wisatawan lokal akan semakin enggan berkunjung ke Papua.

"Beda halnya dengan wisatawan nusantara (yang berdomisili di daerah pulau Jawa dan sekitarnya) akan jauh memilih tur ke luar negeri di bandingkan dalam negeri sendiri, hal ini disebabkan oleh tingginya harga tiket domestik, pastinya akan menjadi pengeluaran devisa bagi Indonesia," kata dia seperti dilansir Antara.

Iwanta menjelaskan dengan akan semakin berkurangnya jumlah wisatawan akan memiliki dampak ke sektor lain, terutama untuk penerimaan masyarakat yang mengandalkan pendapatan dari para wisatawan.

Hal ini juga diperburuk dengan kebijakan yang dibuat oleh Lion Air dengan menghilangkan fasilitas bagasi cuma-cuma kepada para penumpang. Menurut dia hal tersebut dipastikan akan membuat para calon wisatawan semakin berhitung bila ingin berkunjung ke Papua.

Ia pun meminta pemerintah untuk memperhatikan hal ini karena di sisi lain Kementerian Pariwisata sedang gencar melakukan promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungan iwsatawan asing ke Indonesia.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan penerbangan di Indonesia dianggap kontra produktif dengan program pemerintah dan mengancam kelangsungan usaha di sektor pariwisata.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 20:00 WIB

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir

Pengiriman dan penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial terus bergulir bagi korban bencana banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 17:34 WIB

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui Kantor Cabang Luar Negeri New York, Amerika Serikat memberikan dukungan fasilitas pembiayaan kepada Crystal Cove Seafood Corp. (Crystal Cove),…

Mendikbud, Muhadjir Effendy

Minggu, 16 Juni 2019 - 16:46 WIB

Rawan Jual Beli Kursi, Mendikbud Lakukan Penataan Sejumlah Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pemetaan sejumlah sekolah yang dinilai rawan terhadap praktik jual beli kursi dalam Penerimaan Peserta Didik (PPDB).

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:56 WIB

Lima Alasan IPW Desak Polri Segera Menahan Komjen Purn Sofyan Jacob

Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera menahan Sofyan Jacob. Jika Sofyan tidak hadir, Polri harus melakukan upaya jemput paksa dan segera menjebloskannya ke tahanan.

Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:45 WIB

Korban Bencana Alam Yang Jatuh Miskin Berpeluang Dapat PKH

Korban bencana alam yang jatuh miskin berpeluang menjadi penerima program keluarga harapan (PKH) baru . Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menjelaskan korban bencana…