Kemenpar-Kapolri Teken MoU Sektor Pariwisata

Oleh : Ridwan | Kamis, 10 Januari 2019 - 20:05 WIB

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Kapolri Tito Karnavian saat menandatangani MoU sektor Pariwisata (Foto: Kemenpar)
Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Kapolri Tito Karnavian saat menandatangani MoU sektor Pariwisata (Foto: Kemenpar)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Kepolisian Republik Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama bidang Pertukaran data dan informasi di bidang Pariwisata.

MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Nota Kesepahaman yang ditandatangani Kapolri dan Kemenpar berisi beberapa poin, di antaranya adalah mengenai kerja sama di bidang Pertukaran data dan informasi di bidang Pariwisata.

Selain itu, MoU antara Kemenpar dan Kapolri berisi pengamanan dan Penegakan hukum dari Polri di sektor Pariwisata Indonesia dan poin terakhir adalah mengenai Pengembangan SDM lintas lembaga.

Dalam sambutannya, Menpar Arief Yahya mengapresiasi kinerja Polri untuk meningkatkan Safety and Security di Indonesia. 

"Dalam hal Security terbukti, laporan Gallup’s Law and Order Report tahun 2018, Indonesia mengantungi skor 89 dan berada di posisi ke-9 negara dengan tingkat ketertiban dan hukum tertinggi, setingkat di atas Denmark dan setingkat di bawah Kanada. Adapun posisi puncak dipegang Singapura dengan skor 97, diikuti oleh Norwegia, Islandia dan Finlandia yang masing-masing berbagi skor sama 93," kata Menpar. 
 
Selain itu, Ampersand Travel (Situs perjalanan di Inggris) merilis data Solo Women Traveler Index (Index tingkat keamanan traveling bagi perempuan) yang menempatkan Indonesia Negara teraman ke-5 (Jepang, Perancis, Spanyol, USA, Indonesia) dari 70 negara.

Menpar juga mengapresiasi cepatnya penanganan krisis oleh Polri, Penyajian informasi kepada masyarakat terkait keamanan di bidang Pariwisata di Indonesia tergolong cepat. 

"Contohnya, dalam kejadian aksi teror Bom Thamrin, dalam waktu 5 jam, Pemerintah sudah bisa memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat internasional," terang Menpar AY. 

Ditambahkan Menpar, penanganan kejadian Bom Thamrin tanggal 14 Januari 2016 yang berlangsung cepat dan tepat memberikan impresi positif di dunia internasional, di antaranya adalah Menpar yang mendapat pujian ketika cepat mengembalikan kepercayaan internasional untuk keamanan Indonesia saat ATF Manila tanggal 18-25 Januari 2016.

Kapolri Tito Karnavian juga menyampaikan 4 (empat) sektor yang menandatangani Nota Kesepahaman hari ini adalah sektor ESDM, Finansial, Pernukliran dan Primadona di masa depan, sektor Pariwisata. 

"Indonesia adalah negara yang sangat potensial pariwisatanya, terutama adalah eco destination, top world destination untuk diving, Hawaii boleh hebat tapi tidak akan sehebat Bali, wisata kuliner kita juga handal, mulai dari rendang, gado gado, rawon, kita semua punya," ungkap Tito. 

Menurutnya, investasi sektor pariwisata termasuk yang paling murah dibanding sektor yang lain tapi berdampak besar. "Revolusi digital 4.0 itu akan merubah semua, dengan digitalisasi ada kemungkinan memangkas jumlah tenaga kerja, tapi sektor pariwisata justru sebaliknya menyerap tenaga kerja yang banyak," imbuhnya. 

Di sisi lain, lanjut Tito, pariwisata juga membutuhkan jaminan keamanan di situlah Polri berperan. "Saya juga bersyukur, Indonesia termasuk negara paling aman nomor 9 di dunia, Polri juga memiliki elemen khusus yang disebut Polisi Pariwisata, saya tekankan ke Kapolda boleh berkreasi dan saya bebaskan untuk berkreasi sesuai local wisdom masing masing daerah sesuai dengan batas kewajaran," tutup Tito. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:56 WIB

Lima Alasan IPW Desak Polri Segera Menahan Komjen Purn Sofyan Jacob

Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera menahan Sofyan Jacob. Jika Sofyan tidak hadir, Polri harus melakukan upaya jemput paksa dan segera menjebloskannya ke tahanan.

Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:45 WIB

Korban Bencana Alam Yang Jatuh Miskin Berpeluang Dapat PKH

Korban bencana alam yang jatuh miskin berpeluang menjadi penerima program keluarga harapan (PKH) baru . Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menjelaskan korban bencana…

Shabrina Evaswantry Binti Novizar Swantry ( Nana) (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:36 WIB

Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana ( Obituari Penderita Kanker)

“ For Everyone. PS : Sayang, tolong dibacakan setelah kuburku ditutup. Bacakan dengan ikhlas dan penuh syukur. Dont be sad,” itu tulisan pengantar dari surat “wasiat” almarhumah Shabrina…

Festival cabai

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:19 WIB

Menduniakan Cabai Melalui Festival Cabai

Tangerang - Pada perayaan acara Pehcun atau lomba perahu naga di Tangerang 15-16 Juni ini Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Museum Tanah dan Pertanian Bogor dan Museum Benteng Heritage…

Dok/Humas PP

Minggu, 16 Juni 2019 - 10:19 WIB

Groundbreaking Proyek Smelter, Kontrak Baru PTPP Sampai Dengan April 2019 Catat Rp10,57 Triliun

PT PP (Persero) Tbk (“Perseroan”), salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia telah melakukan pendandatanganan kontrak Pembangunan Pabrik Peleburan (Smelter) berteknologi…