Catatan Hari Amal Bakti ke-73: Tantangan Bagi Kementerian Agama

Oleh : Rahmad, M.Pd. | Kamis, 03 Januari 2019 - 16:08 WIB

Rahmad, M.Pd. Dosen IAIN Palangka Raya
Rahmad, M.Pd. Dosen IAIN Palangka Raya

INDUSTRY.co.id - Tepat hari ini yaitu tanggal 3 Januari diperingati sebagai hari lahir atau yang dikenal sebagai Hari Amal Bakti (HAB) ke-73 Kementrian Agama (Kemenag).  Peringatan HAB ke-73 tahun 2019 ini memiliki tema “Jaga Kebersamaan Umat”. Apabila kita tengok sejarah atau proses lahirnya, Kementrian ini awalnya tidak memperoleh dukungan. 

Hal itu terjadi saat rapat BPUPKI, ketika Muhammad Yamin mengusulkan perlu dibentuknya kementerian yang khusus dan berhubungan dengan agama yakni Kementerian Islamiyah yang menurutnya memberi jaminan kepada umat Islam sebagai umat terbesar, terkait pengelolaan dan pelaksanaan sarana-prasarana maupun hal penunjang keagamaan lainnya. Namun usul beliau tidak begitu mendapat sambutan. 

Namun seiring berjalannya waktu, saat sidang pleno BP-KNIP tanggal 25-28 mengusulkan kembali, adanya sebuah Kementrian yang khusus mengelola masalah agama terlepas dari Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, atau dengan bahasa lainnya adalah masalah keagamaan harus dikelola oleh sebuah kementrian khusus agama yang membidangi hal tersebut. Usul dalam sidang KNIP tersebut direalisasikan pada tanggal 3 Januari 1946 Pemerintah mengeluarkan ketetapan No. 1/S.D yang akhirnya Negara menetapkan kemenag sebagai salah satu Kementrian. 

Kemenag merupakan kementrian/lembaga yang memperoleh anggaran terbesar keempat setelah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementrian Pertahanan (Kemenhan), serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kemenag memperoleh anggaran sebesar Rp 62,1 triliun dalam RAPBN 2019. Walau angka ini agak lebih rendah dibandingkan APBN pada 2018 yang mencapai Rp 62,2 triliun. Besarnya anggaran untuk Kemenag (tentu) membawa sebuah pesan bahwa Negara telah memberi amanah yang sangat besar bagi Kementrian ini. Proses keber-agamaan suatu masyarakat tentu memberikan gambaran nyata terkait bagaimana keadaan masyarakat atau komunitas. 

Dewasa ini aktualisasi sifat keagamaan menjadi semakin meruncing dalam praktiknya, eksklusifisme beragama juga semakin terlihat. Menyikapi hal ini tentu menjadi sebuah tantangan kedepannya. Selain itu angka perceraian yang semakin tinggi, serta meningkatnya angka pernikahan dini juga menjadi beberapa tugas berat yang bakal dihadapi Kemenag, selaku “operator” sah tidaknya pernikahan tersebut. 

Kementerian Agama memiliki tugas pokok dan fungsi secara umum adalah melakukan bimbingan dan pembinaan dalam pembangunan di bidang agama dan keagamaan, baik yang menyangkut kehidupan beragama maupun yang menyangkut pendidikan agama dan keagamaan. Tugas pokok dan fungsi ini dijabarkan dalam bentuk lima program pokok, yaitu peningkatan kualitas kehidupan beragama, peningkatan kualitas kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dan peningkatan tata kelola pemerintahan.

Peran besar yang diemban Kemenag tentu menjadi sebuah amanat bahwa Kemenag juga menjadi sebuah rumah besar bagi penganut agama di Indonesia. Tempat untuk mengayomi, melindungi bahkan membina seluruh umat beragama di Indonesia, sehingga akan tercipta suasana harmonis dan dinamis. Terkait hal tersebut Kemenag tentu akan terlihat kiprahnya dalam bidang kerukunan umat beragama. Kerukunan tentu menjadi pondasi utama dari kerukunan lainnya yaitu kerukunan nasional. 

Ishomuddin (2002: 29) menyebut agama sebagai suatu ciri kehidupan sosial manusia yang universal dalam arti bahwa semua masyarakat mempunyai cara-cara berpikir dan pola-pola perilaku yang memenuhi untuk disebut “agama” yang terdiri dari tipe-tipe simbol, citra, kepercayaan dan nilai-nilai spesifik dengan mana makhluk manusia menginterpretasikan eksistensi mereka yang di dalamnya juga mengandung komponen ritual. Webber menyatakan bahwa agama sebagai sumber perubahan sosial. Agama dapat dilihat sebagai sebuah cara untuk bertingkah laku. Agama berfungsi sebagai sebuah penuntun bagi para penganutnya untuk memperoleh ketenangan hidup dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, agama merupakan suatu sistem yang mampu mengatur tata keimanan dan kepercayaan serta ibadah pada Tuhan Yang Maha Kuasa disertai dengan tata kaidah yang berkaitan langsung dengan ciri pergaulan manusia dengan manusia lainnya ataupun manusia dengan lingkungan sekitarnya. 

Tantangan terdekat adalah kegiatan politik pada tahun ini yang akan menghelat peristiwa besar lima tahunan yaitu sebuah kontestasi Pilpres dan Pileg tentunya. Tantangan ini tentu akan mengerucut pada pendukung partai ataupun calon tertentu. Terkait persaingan ini tentu kita tidak dapat melepaskan dari sebuah kenyataan bahwa kegiatan ini akan memunculkan polarisasi kekuatan yang akan membagi masyarakat menjadi beberapa golongan yang bermuara pada kekuatan besar pada akhirnya. 

Kedudukan agama semakin mewarnai kehidupan perpolitikan di Indonesia, seperti diutarakan oleh Yudi Latif bahwa doktrin pemisahan agama dengan negara sudah ditolak. Maka muncul konsep twin tolerantion. Agama dan negara adalah dua institusi berbeda tapi tidak bisa dipisahkan, keduanya akan saling memengaruhi. Selanjutnya disebutkan bahwa, negara tidak boleh mencampuri rumah tangga agama. Sebaliknya, agama juga tidak boleh memaksakan semua pandangannya harus diambil oleh negara.

Agama menjadi sebuah unsur yang selalu ada dalam peradaban manusia. Agama menjadi pembeda masyarakat yang beradab dan barbar. Kemenag memiliki tugas yang berat, salah satunya adalah menjaga kerukunan. Memang ini bukan tugas utama Kemenag, namun Kemenag dapat menjadi sebuah lokomotiv penggerak kerukunan bangsa ini selain sejarah bangsa Indonesia sebagai pengingat perjuangan persatuan bangsa ini. Semoga dengan peringatan HAB Kemenag dapat menjaga kebersamaan umat sehingga menjadi sebuah pengikat kebersamaan bangsa ini yang akan selalu menghadapi tantangan baik dari dalam ataupun dari luar.

 

Oleh : Rahmad, M.Pd.
Dosen IAIN Palangka Raya

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno (ketiga dari kanan) didampingi oleh Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (paling kanan) dan Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara (kedua dari kanan) menyerahkan simbolis bantuan siswa berprestasi

Minggu, 21 Juli 2019 - 12:59 WIB

Telkom Berikan Bantuan CSR Peduli Pendidikan Nasional bagi Sekolah di Wilayah 3T

Jakarta – Sebagai bagian dari rangkaian peringatan 54 tahun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Menteri BUMN Republik Indonesia Rini M. Soemarno didampingi Direktur Utama Telkom Ririek…

Agoda Mix and Save (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 12:00 WIB

Agoda “Mix and Save” Membantu Wisatawan Menemukan Penawaran Akomodasi yang Lebih Baik

Agoda, salah satu platform perjalanan digital yang paling cepat berkembang di dunia, hari ini meluncurkan fitur "Mix and Save"bagi para pelancong dengan budget terbatas. Fitur ini memungkinkan…

JPRMI Tingkatkan Pengkayaan Kemampuan Jurnalistik Video

Minggu, 21 Juli 2019 - 11:36 WIB

JPRMI Tingkatkan Pengkayaan Kemampuan Jurnalistik Video

Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) bekerjasama dengan Tawaf TV DMI Adakan Pelatihan Video Jurnalistik Dasar di Centennial Tower, Sebagai bentuk pengkayaan keilmuan dan kemampuan…

Bank BRI. (Irvan AF/INDUSTRY.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 11:19 WIB

Bank BRI Garap Bisnis DPLK

Jakarta - Belum banyak orang yang mempersiapkan kebutuhan finansialnya di masa mendatang, terutama kebutuhan di hari tua saat usia tidak produktif lagi. Bank BRI sebagai salah satu lembaga keuangan…

Suzuki Jimny (Foto: Ridwan)

Minggu, 21 Juli 2019 - 10:30 WIB

Jimny, Mobil Legendaris dengan Segudang Cerita

Selama lebih dari 40 tahun berkiprah di Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), berhasil meluncurkan produk yang melekat di hati masyarakat, salah satunya adalah Jimny.