INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Janji pemerintah untuk mengamankan pasokan dan harga pangan strategis pada momentum hari raya Natal tahun ini ternyata terbukti. Lihat saja, dua komoditas bumbu dapur yang dianggap sebagai penyumbang inflasi yaitu cabai dan bawang, hingga saat ini terpantau terkendali stabil. Dengan demikian, kekhawatiran akan melonjaknya harga cabai dan bawang pun tidak terbukti.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan pemerintah menjamin pasokan cabai dan bawang akan lancar dan mencukupi kebutuhan termasuk Natal dan Tahun Baru nanti. Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengawal langsung pasokan cabai dan bawang dari hulu. Menurutnya, tak ada alasan cabai dan bawang langka karena sudah terbukti dua tahun ini masyarakat merasakan lebih tenang dan tidak lagi was-was karena harga cabai dan bawang tidak terlalu bergejolak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menjelaskan faktor kunci keberhasilan menjaga stabilitas pasokan adalah antisipasi katersediaan sejak 3 hingga 4 bulan sebelumnya. Untuk cabai dan bawang merah Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan sudah jauh-jauh hari menyiapkan tambah tanam untuk persiapan hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru.
Untuk bawang merah 2 sampai 3 bulan sebelumnya sudah bisa dirancang penambahan tanamnya. Untuk cabai 4 sampai 5 bulan sebelumnya sudah ditanam, demikian dikatakan Suwandi di Jakarta, Senin (31/12/2018).
Selain penjadwalan produksi, sambung Suwandi, Kementan saat ini menerapkan 10 jurus yang sangat ampuh untuk menjamin stabilisasi pasokan dan harga. Pertama, ekstensifikasi kawasan di luar jawa. Kedua, intensifkan teknologi pada sentra di Jawa. Ketiga, peningkatan kapasitas petani di Luar Jawa dan Keempat, penggunaan benih biji untuk bawang merah (TSS) sehingga efisien biaya 65 persen
Kelima, penajaman manajemen dengan petani champion. Keenam, mengatur Pola Tanam. Ketujuh, pembentukan pasar lelang dan kedelapan, hilirisasi produk. Kesembilan, teknologi penyimpanan dan kesepuluhnya perluasan ekspor, bebernya.
Tentu kami tidak menafikkan bahwa ini adalah hasil kerja tim pemerintah bersama stakeholder terkait. Ada Kemendag, Bulog, Satgas Pangan, Dinas, Pedagang, Petani dan lain-lain. Semuanya all out mengawal stabilitas pangan, timpalnya.
Menurut data Ditjen Hortikultura, pasokan cabai besar periode Desember 2018 mencapai 105.915 ton dengan perkiraan kebutuhan 97.519 ton. Bulan Januari 2019 pasokan 73.872 ton dengan perkiraan kebutuhan 51.596 ton. Pasokan ke pasar Jabodetabek mencapai 40 ton/hari untuk Cabai Merah Keriting dan 50 ton/hari untuk Cabai Rawit Merah. Cabai dipasok dari sentra Cianjur, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Bandung, Temanggung, Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Blitar, Kediri hingga Banyuwangi.
Pasokan bawang merah periode Desember 2018 mencapai 92.840 ribu ton sementara kebutuhan 78.451 ton. Bulan Januari pasokan diprediksi meningkat 135.966 ton dengan kebutuhan 77.825 ton. Untuk Jabodetabek kebutuhan rata-rata Desember 2018 sebanyak 7.267 ton dan Januari 2019 sebanyak 6.937 ton. Pasokan bawang merah berasal dari Brebes, Kendal, Demak, Pati, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Garut, Bojonegoro, Probolinggo, Nganjuk hingga Solok, ungkap Suwandi.
Lebih jauh Suwandi mengatakan pemantauan harga di tingkat petani rata-rata di kisaran Rp 16.411 untuk bawang merah, cabai merah keriting Rp 18.434 dan cabai rawit Rp 21.319. Harga tersebut tidak berbeda jauh dengan akhir tahun lalu, di mana selama Desember 2017 harga rata-rata di tingkat petani untuk bawang merah Rp 12.922, cabai merah keriting Rp 23.132, dan cabai rawit Rp 17.166.
Ini mengindikasikan bahwa dalam kurun waktu dua tahun ini, harga cabai dan bawang selalu stabil saat Natal maupun tahun baru, katanya.