INDUSTRY.co.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi bencana akan tetap terjadi selama tahun 2017. Besar kecilnya bencana yang ditimbulkan tergantung dari besaran penyebab bencana.

Advertisement

Jutaan masyarakat Indonesia terpapar dari ancaman bencana, mereka tinggal di daerah-daerah rawan bencana. Kemampuan mitigasi, baik struktural dan non struktural masih terbatas.

"Selama Februari dan Maret 2017 diprediksikan curah hujan normal, bahkan di beberapa tempat kondisinya di bawah normal sehingga ancaman banjir, longsor dan puting beliung akan berkurang" terang Kepala BNPB, Willem Rampangilei di Jakarta (22/2/2017).

Advertisement

Willem menambahkan, bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan puting beliung masih akan mendominasi bencana selama 2017. Puncak bencana hidrometeorologi pada Februari 2017.

Frekuensi dan intensitas bencana semakin tinggi sejalan dengan laju degradasi lingkungan jauh lebih cepat dari lingkungan. Saat ini fungsi sungai sudah cenderung menurun, ditambah dengan meningkatnya kebutuhan lahan baik untuk keperluan pertanian, industri maupun permukiman yang tidak diimbangi dengan pengaturan tata ruang yang berbasis bencana.

Advertisement

"Pemda sebagai penanggung jawab penanggulangan bencana masih perlu meningkatkan kapabilitas dan kapasitasnya baik dari aspek SDM, logistik dan peralatan serta anggaran" tambahnya.

Penanggulangan bencana demikian kompleks dan bersifat multidimensional, sehingga urusan penanggulangan bencana menjadi urusan bersifat antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Advertisement

"Budaya sadar bencana dari semua pemangku kepentingan masih perlu ditingkatkan, terutama masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Pemberdayaan dan kolaborasi dengan dunia usaha juga masih perlu ditingkatkan" tutup Willem.