INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) menyelenggarakan 'Semarak Festival IKM 2018'. Acara ini dilaksanakan dalam rangka tugas dan fungsi Kementerian Perindustrian untuk menumbuhan dan mengembangkan Industri Kecil dan Menengah.
Selain itu, 'Semarak Festival IKM 2018' juga merupakan upaya Kementerian Perindustrian dalam meningkatkan daya saing produk serta sumber daya manusia khususnya pada sektor IKM, sehingga dapat memacu dan meningkatkan peranan IKM di dalam perekonomian Indonesia.
Acara tersebut secara langsung dibuka oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang berlangsung di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (13/12/2018).
Dalam sambutannya, Airlangga mengatakan, untuk mempersiapkan sektor industri nasional memasuki era industri 4.0, pemerintah telah mencanangkan inisiasi Making Indonesia 4.0 sebagai salah satu agenda pembangunan nasional untuk mempercepat pencapaian aspirasi menjadi negara 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.
"Bapak Presiden optimis bahwa era industri 4.0 akan memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memajukan perekonomian nasional. Peluang tersebut tentunya tidak hanya harus dimanfaatkan oleh Industri Besar, namun juga oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM)," kata Airlangga.
Ditambahkan Airlangga, ada 4 (empat) hal dalam kegiatan ini yang jika disandingkan akan membentuk IKM yang mampu berdaya saing, yaitu ciri khas produk, produk dan sdm yang berkualitas, pemanfaatan era digital, serta pola pemasaran yang baik.
"Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Penganugerahan Penghargaan One Village One Product (OVOP) Tahun 2018," ungkapnya.
Airlangga nenjelaskan, OVOP merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan khas dari daerah sehingga mampu untuk menembus pasar global.
"Disinilah aspek ciri khas produk yang berkualitas serta mampu mengembangkan kehidupan masyarakat daerahnya menjadi penentu keberhasilan produk OVOP. Semakin berkualitas produk IKM yang dihasilkan, tentu akan semakin tinggi penghargaan yang didapatkan," terang Airlangga.
Pada tahun 2018, terdapat 4 (empat) IKM yang mendapatkan penghargaan OVOP bintang 5 dan 26 OVOP bintang 4.
Aspek berikutnya adalah produk dan SDM yang berkualitas di mana Kementerian Perindustrian sangat mendukung aspek ini dengan memberikan fasilitasi untuk pengembangan produk seperti, Fasilitasi SNI baik Pakaian Bayi, Mainan Anak dan Produk Elektronik; Fasilitasi Sertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP); Fasilitasi Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN); Fasilitasi Sertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI); Fasilitasi Kemasan bagi IKM; dan juga fasilitasi untuk pengembangan SDM seperti : Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Kerja Barista dan Perbengkelan Roda Dua.
Aspek ketiga adalah pemanfaatan era digital di mana salah satunya melalui penumbuhan startup pada bidang teknologi revolusi industri ke-4 melalui Making Indonesia 4.0 Startup.
"Program “Making Indonesia 4.0 Startup” merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat menjadi stimulan munculnya ekosistem startup di bidang teknologi industri 4.0 serta mampu menciptakan produk yang membantu sektor industri meningkatkan efisiensi dalam hal biaya/energi/waktu," papar Menperin.
Selain itu, era digital juga dapat dimanfaatkan IKM dan pemangku kepentingan lainnya untuk dapat belajar mengenai materi-materi tentang pengembangan produk IKM dengan lebih mudah, di manapun dan kapanpun melalui kerja sama Kementerian Perindustrian dengan aplikasi Ruang Kerja yaitu sebuah platform pembelajaran IKM Digital Learning.
Aspek terakhir adalah pola pemasaran yang baik di mana Kementerian Perindustrian telah meluncurkan program e-Smart IKM yang mempertemukan IKM dengan marketplace untuk perluasan akses pasar, sehingga produk IKM tidak hanya dijual offline namun juga online.
"Nantinya produk IKM dalam negeri akan membajiri e-commerce Indonesia," kata Airlangga.
Sementara itu, Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan, acara ini bertujuan untuk memberikan suatu visualisasi atas hasil yang sudah dilaksanakan oleh Kementerian Perindustrian, khususnya terhadap kemajuan IKM di Indonesia,
"Dengan adanya program “Semarak Festival IKM 2018”, diharapkan dapat menjadi pemacu baik bagi IKM maupun bagi Pembina IKM untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan, khususnya dalam rangka menghadapi era pasar digital yang membuat persaingan semakin terbuka.” Jelas Gati
Dalam kegiatan ini juga akan ada launching aplikasi ruang kerja, yang merupakan sebuah platform pembelajaran “IKM Digital Learning.” dan juga dilaksanakan talkshow Making Indonesia 4.0 Startup vs Potential Buyer “Agro Industry, Kesehatan, Pendidikan”, di mana “Making Indonesia 4.0 Startup” merupakan ajang kompetisi bagi startup dengan inovasi di bidang revolusi industri ke-4, untuk menindaklanjuti inisiatif “Making Indonesia 4.0” yang telah diluncurkan pada tanggal 4 April 2018 kemarin.
Gati menjelaskan dengan adanya program “Making Indonesia 4.0 Startup” ini, diharapkan Indonesia semakin siap menghadapi era revolusi industri ke-4 ini dengan munculnya startup yang mampu memberikan layanan teknologi di bidang tersebut kepada industri khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Sebagai penutup, Menperin Airlangga mengajak kepada seluruh aspek masyarakat untuk ikut mendukung IKM Indonesia.
“saya mengajak seluruh aspek masyarakat, asosiasi, komunitas, Kementerian/Lembaga, dan peran swasta untuk bersama-sama berkolaborasi mendukung IKM Indonesia untuk lebih maju khususnya menuju era revolusi industri ke-4 demi masa depan Indonesia yang lebih baik," tutup Airlangga.