OJK Blokir 404 Aplikasi Fintech Ilegal

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 04 Desember 2018 - 16:14 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kembali maraknya modus penipuan berkedok koperasi di Indonesia lantaran masyarakat mudah tergiur untung besar dalam waktu cepat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kembali maraknya modus penipuan berkedok koperasi di Indonesia lantaran masyarakat mudah tergiur untung besar dalam waktu cepat.

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendata sejumlah pelaku industri finansial teknologi di Indonesia, setidaknya ada 73 fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar dan  resmi diakui pemerintah. Dan sebanyak 404 fintech peer to peer lending illegal di Indonesia.

“Sudah ada sekitar 404  aplikasi fintech yang diblokir dan 108 investasi illegal, dan kebanyakan dari investasi illegal seperti money game, MLM, dan Forex,” Ketua Satgas Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing dalam diskusi bertemakan, “Waspada Penipuan Berkedok Koperasi” di Kementerian Koperasi dan UKM, Selasa (4/12/2018)

Ia mengimbau masyarkat berhati-hati menggunakna platform fintech yang ada. Masyarakat kalau mau pinjam, pinjamlah di fintech legal dan terdaftar di OJK. Pinjam sesuai kemampuan Anda membayar jangan melebihi, jadi pinjam sana sini semua beli kebutuhan sehari-hari yang akhirnya defisit dan mandek.

“Kita selalu ada pengaduan masalah teror cara penagihan yang tidak manusiawi dengan bunga yang sangat tinggi. Misalkan kita pinjam Rp 1 juta yang dikasih Rp 800 dengan bunga 1 persen perhari. Adapula yang pinjam sampai 30 Fintech yang tidak bisa terbayar dan diteror dan mandek,” pungkasnya.

Sebelumnya, Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) sedang mematangkan peran komite etik untuk memastikan perlindungan data konsumen fintech P2P lending.

Ketua Harian Aftech, Kuseryansyah mengatakan pihaknya terus melakukan advokasi dan pembicaraan dengan seluruh anggota terkait isu-isu perlindungan konsumen dan penanganan komplain konsumen.

"Komite etik ini dalam proses dibuat, namun belum diresmikan. Nantinya komite ini akan menindak pelanggaran etik yang dilakukan pelaku usaha fintech P2P lending," ujarnya.

Kuseryansyah mengakui beberapa konsumen membuat laporan pelanggaran, seperti pesan singkat dari nomor tak dikenal mengatasnamakan fintech P2P lending tertentu. Setelah didata, mayoritas pelanggaran itu dilakukan fintech ilegal.

"Kami berharap semua pelaku usaha fintech P2P lending bergerak cepat dan reaktif ketika menerima sekecil apapun laporan dan masukan dari konsumen," kata Kuseryansyah.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirjen Kemensos, Harry Hikmat (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 22 Mei 2019 - 12:48 WIB

Penyaluran Bansos PKH Makin Transparan Dengan OM-SPAN

Kementerian Sosial berkomitmen untuk menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel.

Indterior 2019 Akan Kembali Digelar

Rabu, 22 Mei 2019 - 12:02 WIB

Dukung Industri Interior Indonesia, Indterior 2019 Akan Kembali Digelar

Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta dan PT Citra Inovasi Strategi (CIS) Exhibition kembali mengumumkan kolaborasi konsep unik & kreatif dalam rangka menyelenggarakan pameran…

Ilustrasi Balap Sepeda (Foto Ist)

Rabu, 22 Mei 2019 - 12:00 WIB

Tanpa Penjelasan Pasti, Balap Sepeda TdF dan TdT Ditiadakan

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur Wayan Darmawa mengatakan pemerintah Provinsi NTT tidak menggelar kegiatan balap sepeda Tour de Flores (TdF) dan Tour…

Data Analyst Moka Hutami Nadya

Rabu, 22 Mei 2019 - 11:41 WIB

Semangat Bantu UKM, Moka Berbagi Strategi Bisnis dengan Tren Data Ramadan

Melalui medium microsite dan e-book Ramadan yang dapat diakses secara gratis, paparan data ini memberikan tiga gambaran utama untuk bisnis, yaitu dengan menunjukkan tren ritel dan F&B selama…

Dok. Kementerian PUPR

Rabu, 22 Mei 2019 - 11:33 WIB

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Mudahkan Akses Warga Desa di Kabupaten Belu NTT

Program pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden Republik Indonesia yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam…