Terobosan Kebijakan Kementan Hasilkan Capaian Penting Di Sektor Pertanian dan Pangan

Oleh : Wiyanto | Rabu, 28 November 2018 - 19:41 WIB

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)
Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id

Bogor - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang diwakili Kepala Badan Penyuluhan dan Peningkatan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono menyampaikan sejumlah kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) dalam 4 tahun. Sejumlah program terobosan yang dilakukan terbukti berkontribusi signifikan terhadap capaian kinerja hingga 2018 ini.

Dalam presentasinya dihadapan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor pada Selasa (27/11), Momon memulai capaian paling terlihat yakni data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi. "Inflasi bahan pangan 2017 hanya sebesar 1,26 persen, jauh lebih rendah dibandingkan inflasi bahan makanan 2013 sebesar 11,35 persen. Inflasi ini bahkan di bawah inflasi umum yang masih sebesar 3,61 persen," kata Momon.

Angka lain yang cukup membanggakan adalah meningkatnya ekspor dan investasi bidang pertanian. Data BPS menunjukkan ekspor pertanian 2017 sebesar Rp 441 triliun naik 24,47 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp 387 triliun, sementara data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan investasi di sektor pertanian 2017 sebesar Rp 45,9 triliun naik rerata 14 persen pertahun dibandingkan 2013 sebesar Rp 29,3 triliun. Sejumlah deregulasi dan perbaikkan layanan turut mendorong perkembangan ini.

Capaian tersebut, menurut Momon tidaklah datang begitu saja, sejumlah terobosan telah dilakukan untuk peningkatan produksi pertanian, kesejahteraan petani, hingga kemandirian pangan. Terobosan itu juga diproyeksikan lebih jauh untuk mencapai visi lumbung pangan dunia 2045.

Terobosan Bidang Pertanian

Dalam 4 tahun kinerjanya Kementan sudah melakukan banyak terobosan, namun Momon menekankan 10 terobosan, yakni mekanisasi pertanian, infrastruktur, asuransi, benih unggul, tumpang sari, pemanfaatan rawa untuk lahan pertanian, kemudahan perizinan hingga inseminasi buatan untuk sapi.

Modernisasi pertanian melalui pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) dari berbagai jenis telah dibagian 423.197 unit, jumlah ini naik 1.526 persen dari jumlah di 2014. "Alsintan terus dikejar sehingga produksi pertanian bisa maksimal dan efisien diseluruh Indonesia," ujar Momon.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia juga memberikan program asuransi pertanian. Program ini memastikan agar petanintidak ragu dalam memproduksi. Total lahan padi yang diasuransikan sudah mencapai 2,73 juta hektare, begitu juga ternak sapi yang mencapai 232.176 ekor.

Terkait infrastruktur, Kementan telah membuat embung, longstorage dan parit sebanyak 23.175 unit. Rehabilitasi jaringan irigasi tersier juga meningkay 331 persen dalam 4 tahun mencakup luas 3,58 juta hektare.

Modernisasi pertanian, juga dilakukan dengan membagikan benih unggul untu luas 7 juta hektare agar produktivitas dan kualitas pertanian terjaga. Kementan juga mendorong keterbatasan lahan dengan sistem tumpang sari berbagai komoditas, salah satunta adalah integrasi jagung sawit seluas 233 ribu hektare.

Keterbatasan lahan juga dilakukan dengan cara intensifikasi lahan pertanian, melalui luas tambah tanam (LTT) dan peningkatan indeks pertanaman yang saat ini sudah mencapai rata-rata 1,75. "Perluasan lahan pertanian juga diipayakan dengan optimalisasi lahan rawa. Saat ini, lahan rawa yang berhasil dibuka sudah dimulai dengan 7.528 hektare. Masih ada 10 juta hektare potensi untuk dikembangkan ke depan," beber Momon.

Untuk meningkatkan produktivitas peternakan khususnya populasi sapi, Kementan melaksanakan program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dengan memberikan inseminasi buatan geratis kepada peternakan rakyat. Dalam kurun sekitar dua tahun pelaksanaan program ini telah berhasil menambah populasi sapi sebanyak 2,7 juta ekor.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Rini: BUMN Ikut Cetak Atlet Muda Kelas Dunia

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:30 WIB

Menteri Rini: BUMN Ikut Cetak Atlet Muda Kelas Dunia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mendorong BUMN terus berkontribusi untuk memajukan olahraga di Tanah Air melalui pembinaan atlet-atlet dan berbagai program pemberdayaan.

Galaxy Note 10+ (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:11 WIB

Samsung Resmi Meluncurkan Galaxy Note 10 dan 10+ Untuk Pasar Indonesia

Kekuatan performance, keindahan desain, kemampuan untuk berkreasi, dan fitur produktivitas dukung pengguna dalam berbagai pekerjaan dan passion yang mereka lakukan bersamaan.

EnGenius Cloud, Solusi Jaringan Berbasis Cloud Kemudahan Bagi SME

Kamis, 22 Agustus 2019 - 09:00 WIB

EnGenius Cloud, Solusi Jaringan Berbasis Cloud Kemudahan Bagi SME

EnGenius Networks Singapore Pte Ltd, perusahaan jaringan nirkabel multinasional terkemuka, yang telah berpengalaman dalam solusi hardware dan software untuk perusahaan kecil dan menengah selama…

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) (ist)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:32 WIB

Semester I 2019, Pendapatan TBIG Rp2,2 Triliun

Jakarta -- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp2.277 miliar dan Rp1.941 miliar untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni…

Kegiatan Semen Tonasa, salah satu produk Semen Indonesia

Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:01 WIB

Semen Indonesia Siap Bersaing di Pasar Regional

Jakarta – Di tengah kondisi pasar semen nasional yang kompetitif, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatatkan volume penjualan hinga Juli 2019 untuk pasar semen domesik diluar Solusi…