PHRI DIY: Sertifkasi SDM Perhotelan Masih 30 Persen

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 20 Februari 2017 - 14:50 WIB

Ilustasi Pelayan Restoran di Indonesia (Peter Charlesworth/Contributor/Getty Images)
Ilustasi Pelayan Restoran di Indonesia (Peter Charlesworth/Contributor/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Yogyakarta - Kendala dengan kurangnya sumber daya manusia di bidang perhotelan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan jumlah yang telah melakukan sertifikasi kompetensi masih rendah

"Sampai sekarang dari keseluruhan karyawan perhotelan di DIY yang telah tersertifikasi baru mencapai 30 persen," ujar ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Minggu (19/2/2017)

Untuk meningkatkan daya saing suatu hotel, sertifikat kompetensi sangat penting dimiliki karyawan perhotelan maupun restoran. Pengurusan sertifikasi karyawan juga menjadi upaya manajemen perhotelan untuk meningkatkan kompetensi karyawan menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tambahnya.

Menurut Istijab, jika perhotelan telah memasang label sebagai hotel berbintang, maka minimal 60 persen karyawan yang dimiliki telah dibekali sertifikat kompetensi serta sertifikasi kompetensi karyawan secara tidak langsung juga dapat memengaruhi okupansi atau tingkat hunian kamar hotel baik bintang atau nonbintang di DIY yang saat ini rata-rata mencapai 30-40 persen.

"Bagi wisatawan mancanegara yang ingin menyewa kamar bisa saja menguji kredibilitas label bintang hotel dengan melihat tingkat kompetensi SDM yang dimiliki, karena kemungkinan tidak sedikit karyawan perhotelan lokal yang harus bersaing dengan kompetensi tenaga kerja bidang perhotelan dari luar negeri" kata dia.

Perihal tentang kepemilikan sertifikat bagi karyawan hotel pada dasarnya telah diwajibkan pemerintah seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di bidang Pariwisata, serta dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 tahun 2013.

Segala upaya sudah dilakukan oleh PHRI DIY misalnya dengan menggelar sosialiasai serta mememfasilitasi pelatihan karyawan perhotelan menghadapi era MEA. Upaya itu dilakukan sebab masih banyak karyawan yang belajar secara otodidak, sehingga belum menguasai materi khusus perhotelan secara matang.

Ia mengatakan, Pada April 2017 di Yogyakarta juga akan digelar program sertifikasi kompetensi karyawan perhotelan gratis bagi 120 orang yang akan difasilitasi Kementerian pariwisata RI. "Meski masih terbatas, ini akan menjadi kesempatan karyawan perhotelan melakukan sertifikasi secara gratis," pungkas dia, Istijab M Danunagoro. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Sindikasi Cimanggis Cibitung Tollways Rp 400 Miliar

Rabu, 24 April 2019 - 23:26 WIB

BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Sindikasi Cimanggis Cibitung Tollways Rp 400 Miliar

BNI Syariah turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah dengan berpartisipasi dalam pembiayaan sindikasi pembangunan proyek jalan tol.Terbaru, BNI Syariah ikut…

Iffan Suryanto-President Director Electrolux Indonesia, bersama Barli Asmara-Indonesia Fashion Designer dan Chandra Yudasswara-Electrolux Chef.

Rabu, 24 April 2019 - 23:18 WIB

Electrolux100YearsOfBetterLiving Wujudkan Hidup Lebih Baik bersama Electrolux

Tepat satu abad sudah Electrolux mendampingi pelanggan di seluruh dunia dengan berbagai inovasinya, membantu membentuk kehidupan yang lebih membahagiakan dan berkelanjutan bagi ratusan juta…

Direktur Utama Bank, BTN, Maryono, sedang memberikan kuliah umum di kampus Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat, Rabu (24/04/2019)

Rabu, 24 April 2019 - 22:38 WIB

Bank BTN Berharap Dunia Kampus dapat Beradaptasi dengan Teknologi Digital

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, menilai dunia pendidikan perlu dibekali pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman sehingga lulusannya mampu beradaptasi dengan kemajuan…

Sriyono pengrajin kain pantai Sukoharjo yang mendunia

Rabu, 24 April 2019 - 22:09 WIB

Kisah Sukses Sriyono Pengrajin Kain Pantai Sukoharjo yang Mendunia

Di Kabupaten Sukoharjo banyak pelaku UMKM yang sukses membangun usahanya setelah mendapat pinjaman bunga lunak dari LPDB melalui BPR Kartarsura Makmur.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meninjau pabrik Kaca Alat Farmasi dan Kesehatan PT Schott Igar Glass

Rabu, 24 April 2019 - 20:45 WIB

Industri Kaca Alat Farmasi dan Kesehatan Nasional Tambah Kapasitas Produksi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan industri kaca untuk alat-alat farmasi dan kesehatan.