Pemerintah Perhatikan Perembangan SDM Industri Tekstil

Oleh : Herry Barus | Rabu, 07 November 2018 - 15:50 WIB

Industri Tekstil
Industri Tekstil

INDUSTRY.co.id - Bali- Kementerian Perindustrian memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang masih membutuhkan banyak tenaga terampil.

I”ndustri TPT merupakan sektor padat karya dan berorientasi ekspor, yang menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan, “kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar melalui keterangannya diterima di Bali, Selasa (6/11/2018)

Industri TPT menjadi satu dari lima sektor manufaktur yang ditetapkan sebagai pionir dalam kesiapan memasuki era revolusi industri keempat di Tanah Air sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Merujuk catatan Kemenperin, industri TPT di dalam negeri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau 21,2 persen dari total tenaga kerja di sektor industri manufaktur saat ini.

Selanjutnya, industri TPT temasuk penghasil devisa negara yang signifikan melalui nilai ekspor sebesar US6,48 miliar pada triwulan II-2018.

“Industri TPT memiliki peranan strategis, karena produk yang dihasilkan mulai dari bahan baku (seperti serat) sampai dengan barang konsumsi (pakaian jadi dan barang jadi), mempunyai keterkaitan baik antar industri maupun sektor ekonomi lainnya,” jelas Haris.

Oleh karena itu, guna semakin menggenjot daya saing industri TPT nasional di kancah global, Politeknik STTT Bandung sebaai salah satu unit pendidikan yang dimiliki Kemenperin selalu fokus untuk mencetak SDM terampil sesuai kebutuhan industri TPT yang dapat mengikuti perkembangan teknologi terkini.

Dalam catatan Antara, STTT Bandung mewisuda 369 lulusannya. Mereka terdiri dari 286 orang lulusan Program Diploma IV atau Sarjana Terapan serta 83 orang lulusan Program Diploma I hasil kerja sama dengan Asosiasi dan perusahaan industri tekstil.

“Sebanyak 70 persen lulusan sudah terserap kerja di industri, sebelum waktu tiga bulan wisuda. Kami berharap, dalam waktu 3-6 bulan ke depan, seluruh lulusanya sudah bekerja atau melanjutkan program pendidikan tingkat yang tinggi, “papar Haris.

Bahkan, seiring dengan banyaknya perusahaan TPT yang melakukan relokasi ke Jawa Tengah terutama di wilayah Solo dan sekitarnya, Kemenperin telah mendirikan Akademi Komunitas Industri TPT Program Diploma 2 di Solo untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut.   Sedangkan, untuk memenuhi tenaga kerja industri TPT tingkat operator, Kemenperin menyelenggarakan diklat sistem 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja).

Pada tahun 2017, program tersebut diikuti 7.764 peserta dan untuk tahun ini sudah menembus hingga 11.200 orang.

Direktur Politeknik STTT Bandung Tina Martina menjelaskan, tahun ini pihaknya mencetak 68 lulusan atau 18,42 persen yang berpredikat Dengan Pujian.

Selain itu, pada tahun ini, kami menerima calon pendaftar mahasiswa baru hingga 3.000 orang, sementara yang bisa kami terima hanya 307 orang. “ Ini menunjukkan bahwa kampus Politeknik STTT memiliki nilai kompetitif yang baik,” tegasnya.

Di samping itu, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tingkat ahli yang mampu melakukan riset dan pengembangan teknologi serta diversifikasi produk tekstil menuju advance textile, mulai tahun ini telah dibuka program studi S2 Rekayasa Tekstil dan Apparel.

“Saat ini, gedung Magister Terapan Teknologi Tekstil telah dibangun dan akan dilengkapi dengan peralatan sesuai standar industri, “imbuhnya.

Politeknik STTT Bandung juga menyelenggarakan program D1 dan D2 bidang tekstil dan garmen kelas jarak jauh, dengan menggendeng asosiasi dan perusahaan industri tekstil. Lulusannya langsung ditempatkan bekerja di industri TPT baik di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur.

“Upaya-upaya yang dilakukan ini karena Politeknik STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang dari program diploma IV, sedangkan permintaan di industri setiap tahunnya mencapai 500 orang, “ungkap Haris.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perakitan perangkat Xiaomi

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:34 WIB

Xiaomi Pastikan Produksi Lancar Menjelang Momentum Lebaran

Berkomitmen untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen di bulan Ramadan, Xiaomi berfokus pada kelancaran proses produksi dan distribusi.

Ilustrasi e-money. (Foto: Istimewa)

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:20 WIB

Ini Dia 100 Titik Layanan Top Up E-money bagi Pemudik

Bank Indonesia (BI) berkoordinasi dengan perbankan nasional dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyediakan lebih dari 100 layanan mobile top up e-money (uang elektronik) di sejumlah titik peristirahatan…

OPPO Reno Unlock Your Creativity

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:08 WIB

OPPO Jaring Lebih Dari 1.000 Calon Pemilik Pertama OPPO Reno Melalui Unlock Your Creativity

Menjelang kehadiran resmi OPPO Reno Series (varian OPPO Reno dan OPPO Reno 10x Zoom) di Indonesia, OPPO bekerja sama secara eksklusif dengan Blibli.com untuk menyelenggarakan “Unlock Your…

Para Penggagas Konser Indonesia Bersatu (kiri ke kanan) David, Bayu Putra, Mujib Hermani, Koko Deteksi dan Iis Rodinda

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:02 WIB

Digagas, Konser Musik Yang Menyatukan Elemen Bangsa

Kondisi nyata bangsa Indonesia saat ini yang nyaris terbelah akibat Pemilihan Presiden (pilpres) telah mendorong sejumlah anggota masyarakat yakni David (pengusaha), Bayu Putra (Pengusaha Restoran…

QRIM Express (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:00 WIB

QRIM Express-GrabExpress untuk Layanan First Mile & Last Mile

Perusahaan jasa pengiriman yang tumbuh pesat Qrim Express, sebelumnya bernama Red Carpet Logistics (RCL), telah mencapai kesepakatan dengan layanan pengiriman paket on-demand milik Grab, GrabExpress,…