Bersaing di Pasar Global, Menteri BUMN Rini Dorong Daya Saing Ekspor dan Hilirisasi Produk BUMN

Oleh : Herry Barus | Kamis, 01 November 2018 - 10:00 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))
Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))

INDUSTRY.co.id - Bandung-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno ingin BUMN sebagai perusahaan milik negara bisa terus meningkatkan daya saing eskpor dan hilirisasi produk-produk BUMN.

"Produk-produk BUMN banyak yang sudah mendunia, tetapi tidak cukup begitu. Kita harus terus berinovasi. Produk yang dihasilkan itu tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga di pasar global. Untuk itu saya terus mendorong BUMN agar tidak lelah untuk berinovasi dan mendorong ekspor produk ke mancanegara" tutur Rini saat menghadiri acara ExceLEN: Inovasi untuk Negeri yang diadakan oleh PT Len Industri di Bandung, Rabu (31/10/2018).

Rini juga terus mendorong BUMN-BUMN untuk meningkatkan hilirisasi produk-produk BUMN di dalam negeri. Selain untuk meningkatkan nilai produk (Value added), hilirisasi pada akhirnya juga akan mendorong penciptaan lapangan kerja.

“Kita harus bisa masuk ke Industri hilir. Ini bisa diwujudkan jika kita terus bersinergi dan berkomitmen bersama membangun Indonesia. Jika ada hilirisasi maka pencipatan lapangan pekerjaan pun semakin meningkat,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Menteri Rini juga memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN yang sudah menelurkan berbagai inovasi produk dan gencar melakukan ekspor ke luar negeri. Dalam acara tersebut, PT Len Industri (Persero) meluncurkan 2 produk inovasi yakni sistem solar PV bernama LenSOLAR dan alat perespon darurat cepat Len Rescue. Menteri Rini juga menyaksikan pelepasan eskpor dari PT Pindad (Persero),  PT Dahana (Persero) dan PT Bio Farma (Persero).

"Saya bangga dengan BUMN-BUMN yang terus menciptakan produk-produk startegis yang tidak hanya sukses di dalam negeri tetapi juga sukses di pasar global. Pesan saya, Research dan Development (RnD) juga harus ditingkatkan supaya bisa meningkatan daya saing produk kita,” imbuh Menteri Rini.

Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin mengatakan, peluncuran dua produk inovasi dari Len ini merupakan bukti bahwa Len Industri tidak hanya mampu bersaing di pasar business to business (B2B) tetapi juga di pasar business to consumer (B2C).

"Kiprah Len Industri saat ini tak lepas dari peran anak bangsa dengan semangat dan komitmen untuk selalu berinovasi menjadikan Len Industri sebagai perusahaan teknologi kelas dunia. Semua bentuk teknologi dan inovasi yang kami ciptakan di Len Industri untuk negeri tak lepas dari semangat inovasi untuk negeri," kata dia.

Selain menyaksikan pelucuran produk inovasi PT Len, di tempat yang sama, Menteri Rini secara simbolis melepas ekspor produk-produk BUMN. PT Pindad (Persero) kembali mengekspor 7.300 butir munisi kaliber 7.62 x 51 mm dan explosives materials berupa TNT block 225 gram, 500 gram dan 130 gram sebanyak 4.030 unit ke Thailand.

Terhitung mulai 2006 Pindad mulai menggiatkan ekspornya ke beberapa negara seperti Kamboja dan Nigeria untuk senapan serbu, Malaysia dan Australia untuk penanganan huru-hara, Korea Selatan, Singapura, Timor Leste, Filipina untuk amunisi, Laos untuk senjata dan amunisi, dan beberapa negara lainnya di kawasan Asia dengan rata-rata penjualan per tahun di kisaran 5 juta USD.

PT DAHANA (Persero) melakukan ekspor Dayagel Extra ke Australia dengan nilai penjualan sebesar USD 63.000. Ekspor bahan peledak ke Negeri Kanguru ini sebagai upaya menembus pasar pertambangan di Australia.

Sementara di sektor Farmasi, PT Bio Farma (Persero) melakukan pengiriman produk vaksin ke empat negara tujuan ekspor dengan ebesar USD 5,18 juta atau sekitar 75 Miliar rupiah. Tiga diantaranya adalah finished product vaksin Polio (bOPV-20 dosis) ke Pakistan dan ke Turkey, serta vaksin Difteri Tetanus Pertusis (DTP) 10 dosis ke Honduras, Amerika Tengah. Perseroan juga pengiriman bulk (bahan setengah jadi atau intermediate product) Polio ke India.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank Indonesia (ist)

Selasa, 07 Juli 2020 - 20:15 WIB

Onny Widjarnako BI: Cadangan Devisa Juni 2020 Meningkat Jadi USD131,7 Miliar

Bank Indonesia (BI) kembali mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2020 sebesar USD131,7 miliar.

Bakamla RI dan JCG

Selasa, 07 Juli 2020 - 20:15 WIB

Tingkatkan Kapabilitas Personel di Tengah Pandemi Covid-19, Bakamla RI dan JCG Gelar Latihan Jarak Jauh

Di tengah pandemi Covid-19, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., dan Komandan Japan Coast Guard (JCG) Admiral Okushima Takahiro secara resmi membuka Kegiatan Training For…

Logo PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom)

Selasa, 07 Juli 2020 - 20:00 WIB

Tayangan Netflix Dapat Diakses di Jaringan TelkomGroup

Tayangan hiburan Netflix mulai hari ini dapat diakses di jaringan TelkomGroup. Pembukaan akses ini akan memungkinkan pelanggan IndiHome, Telkomsel, dan wifi.id mengakses konten-konten Netflix.

Produk Shure

Selasa, 07 Juli 2020 - 19:54 WIB

Shure Luncurkan Series Headphone Nirkabel Pertama, AONIC 50 Wireless Noise Cancelling

AONIC 50 memberikan kebebasan bagi pengguna untuk mengkostumisasi audio yang ingin didengar dengan tiga mode unik: Environment Mode, Neutral dan Adjustable Noise Cancellation.

Menteri BUMN Erick Thohir saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau kawasan industri terpadu Batang

Selasa, 07 Juli 2020 - 19:45 WIB

Gerak Cepat! BKPM Pastikan Masterplan Kawasan Industri Batang 'Kelar' Pekan Depan

"Kepala BKPM langsung berkoordinasi dengan Menteri BUMN, kementerian/lembaga serta BUMN terkait kemarin. Sudah ada langkah-langkah konkret yang ditetapkan. Minggu ini kami targetkan penyelesaian…