INDUSTRY.co.id, Jakarta - Baru-baru ini, Bank Tabungan Negara (BTN) resmi meluncurkan program kredit kepemilikan rumah untuk anak muda yakni “KPR Gaeesss!”. Program yang dikhususkan untuk menggaet pasar milenial ini ditargetkan bisa menambah kredit baru hingga Rp 1,5 triliun pada akhir tahun ini atau sekitar Rp 500 miliar per bulan.
“KPR Gaeesss!” yang menyasar kaum milenial karena mereka diprediksi akan mendominasi penduduk Indonesia pada tahun 2020 nanti dan sekaligus menjadi penggerak ekonomi nasional hingga tahun 2030,” kata Direktur Bank BTN, Budi Satria dalam keterangan resminya.
Dikatakan, KPR Gaeess untuk makin memudahkan para milenial membeli hunian idamannya. Karena uang mukanya (DP) hanya satu persen dan suku bunganya fixed 8,25 persen untuk 2 tahun dan tidak mewajibkan dana mengendap. Serta tenor kredit yang panjang yaitu 20 tahun untuk KPA, dan 30 tahun untuk KPR.
“KPR Gaeess! disesuaikan kebutuhan dan karakter generasi milenial yang ingin mendapatkan hunian murah, baik rumah tapak dan apartemen secara cepat, mudah dan terjangkau. KPR Gaeesss memberikan kemudahan, dari awal pengajuan aplikasi KPR atau KPA, dan biaya yang terjangkau untuk uang muka, biaya provisi dan administrasi,” tegasnya.
Dijelaskan, dengan uang Muka atau DP yang dibutuhkan minimal 1 persen (khusus untuk debitur KPR rumah pertama), Bank BTN juga memberikan diskon biaya provisi maupun administrasi sebesar 50 persen. Biaya-biaya proses KPR tersebut akan dimasukkan dalam plafon kredit. Diungkapkan, kemudahan yang lain adalah program KPR Gaeesss merupakan program yang dikemas bersama dengan KPR Zero, artinya debitur bisa mendapatkan cuti membayar utang pokok hingga dua tahun.
Adapun syarat untuk mendapatkan rumah ini masih berusia di antara 21 hingga 30 tahun, memiliki pendapatan/gaji tetap dan minimal sudah bekerja satu tahun di perusahaan yang sama dan mendaftarkan aplikasi KPR Gaeesss di www.btnproperti.co.id. Lewat portal tersebut, Budi menjanjikan para calon debitur dapat seketika mendapatkan persetujuan ijin prinsip KPR Gaess.
Menurut Budi, potensi pasar KPR Gaeesss adalah di kota-kota besar di Indonesia. Berdasarkan prediksi BPS, pada tahun 2020, 56,7 persen penduduk Kota akan mendominasi kaum melienial. Selain itu adanya peningkanjumlah penduduk usia produktif khususnya kelas menengah menarik semua sektor bisnis, termasuk properti dan perbankan.