INDUSTRY.co.id, Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan meningkatkan porsi pembiayaan untuk pelaku IKM sesuai intruksi Pemerintah.
Direktur Eksekutif LPEI Susiwijono Moegiarso mengungkapkan, pada tahun 2016, realisiasi pembiayaan mencapai mencapai Rp88,4 triliun, dengan distribusi untuk IKM sebesar Rp10,5 triliun.
"Tahun ini kami diminta untuk meningkatkan porsi pembiayaan sebesar Rp102,6 triliun, dengan target untuk IKM naik menjadi 51-52 persen sehingga diharapkan mencapai Rp15-16 triliun" ungkap Susiwijono di Jakarta (14/2/2017).
LPEI optimis ekspor industri khususnya IKM akan melonjak pada tahun 2017 karena harga komoditas mulai naik dan perekonomian nasional yang mulai membaik di tengah persaingan global.
Peningkatan pembiayaan pada komoditi dan sektor unggulan, serta melakukan penetrasi ke nontraditional market merupakan strategi LPEI untuk mendorong ekspor tahun ini.
Selain itu, LPEI akan memberikan dukungan kepada IKM melalui jasa konsultasi, salah satunya dalam bentuk program Coaching Program for New Exporter (CPNE), yang merupakan program berkelanjutan bagi rintisan eksportir baru dengan cara mempersiapkan pelaku IKM melalui pelatihan, pameran dan bimbingan.
Dari sisi pembiayaan, lembaga ini akan memfasilitasi IKM dengan memberikan akses pendanaan yang mudah, murah dan dengan suku bunga kompetitif.
Menurut catatan Kemenperin, ekspor IKM periode Januari-November 2016 mencapai USD 24,7 miliar atau memberikan kontribusi 24,8 persen terhadap total ekspor industri non-migas. Dan serapan tenaga kerja pada sektor IKM pada awal tahun 2016 mencapai 97,22 persen.
IKM di Indonesia tumbuh mencapai 165.983 unit atau meningkat 4,5 persen dibandingkan tahun 2015 dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 350.000 orang.
"Pertumbuhan IKM selama tahun 2016 menunjukkan gejala yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya" tambahnya.