INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto secara resmi membuka "Indonesia Moslem Fashion Expo" yang berlangsung di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (1/10/2018).
Dalam sambutannya, Menperin Airlangga menyampaikan industri fesyen termasuk salah satu kategori kelompok industri strategis dan prioritas nasional.
"Selain itu, industri fesyen juga menjadi penghasil devisa dengan nilai ekspor sampai dengan Juli 2018 mencapai USD 8,2 miliar dengan nilai pertumbuhan ekspor 8,7 persen," katanya.
Ditambahkan Menperin, dengan kemampuan tersebut, produk fesyen tanah air mampu menguasai 1,9 persen fesyen dunia.
"Pencapaian ini harus terus ditingkatkan sehingga market share fesyen meningkat yang tentunya akan memperbesar kontribusi sektor fesyen terhadap perekonomian nasional," ungkap Airlangga.
Airlangga menjelaskan, saat ini pasar produk fesyen muslim semakin terbuka luas seiring meningkatnya jumlah penduduk muslim di Indonesia dan dunia. Global Islamic Economy memprediksi pertumbuhan pasar fesyen muslim dunia pada tahun 2020 mencapai USD 327 miliar.
"Indonesia memiliki peluang menjadi kiblat fesyen muslim dunia," terang Airlangga.
Menurutnya, persaingan industri fesyen muslim dunia semakin ketat, peluang pasar yang besar menjadi bidikan beberapa negara untuk menguasai pasar fesyen muslim dunia.
Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus berupaya mengembangkan industri fesyen muslim melalui program-program antara lain, bimtek dan sertifikasi SKKNI, capacity building business strategy, wirausaha baru, fasilitasi peralatan, resktrukturisasi mesin, e-Smart IKM, pameran, serta link dan match IKM fesyen muslim dengan desainer.
Pada kesempatan tersebut, Menperin menyampaikan, Kemenperin juga memiliki program Modest Fashion Project (MOFP) yaitu kompetisi desain fashion muslim yg dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2018.
Lebih lanjut, dijelaskan Menperin, program ini tidak hanya sebatas kompetisi desain, para finalis mendapatkan pembinaan lanjutan dari Kemenperin berupa coaching mulai dari akses pembiayaan, produksi, sampai dengan pemasarannya.
"MOFP akan menjadi program tahunan Kemenperin untuk dorong pertumbuhan start-up industri fesyen muslim," terang Airlangga.
Menperin Airlangga berharap dengan adanya kegiatan "Indonesia Moslem Fashion Expo 2018" ini menjadi langkah konkret Kemenperin untuk mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia tahun 2020.