INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kini penumpang maskapai Garuda Indonesia bisa menikmati layanan fasilitas helikopter dari Bandara International Soekarno Hatta, Jabodetabek hingga Bandung atau sebaliknya. Untuk menikmati fasilitas tersebut penumpang bisa merogoh kocek dari Rp 6 juta hingga Rp 8 juta.
Penandatanganan ini akan dilakukan langsung oleh CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury. Diharapkan dari kerja sama ini akan memberi manfaat bagi masyarakat yang menjadi bagian dari mewujudkan transportasi yang terintegrasi itu.
Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury berharap kerja sama ini akan bisa meningkatkan layanan baik bagi pengguna jasa Garuda Indonesia Group maupun Whitesky.
“Kolaborasi ini merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan, sekaligus menambah alternatif transportasi udara bagi penumpang Garuda Indonesia yang mempuyai tujuan ke berbagai destinasi di sekitar kota Jakarta menggunakan jasa helicopter," jelas dia.
Sementara itu, kerja sama Whitesky Aviation dengan Garuda Indonesia merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya yang telah berlangsung dengan baik sehingga kedua belah pihak sepakat melanjutkannya ke jenjang yang lebih luas.
CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengatakan, kerja sama ini merupakan peningkatan layanan kepada konsumen untuk memperoleh kemudahan akses transportasi yang terkoneksi dengan berbagai moda transportasi lainnya.
Kerja sama ini juga sejalan dengan upaya pemerintah membangun sistem transportasi terintegrasi sehingga menjadikan ibukota Jakarta terhubung dengan kota-kota lainnya, termasuk Bandung dan wilayah Jabodetabek lainnya dengan cepat, aman dan nyaman.
Whitesky aviation menjadikan layanan helikopter HELICITY sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi yang efektif affordable dan eksklusif sejak dilakukannya nota kesepahaman (MoU) setahun lalu.
"Sebagai salah satu operator dari layanan helikopter retail, kami berkomitmen untuk menjadikan helikopter sebagai bagian dari pengembangan moda transportasi perkotaan di Indonesia," tandas Denon.