INDUSTRY.co.id - Sampit - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Muhammad Jhon Krisli menilai melemahnya nilai tukar rupiah tidak berpengaruh terhadap perekonomian daerah itu.

"Melemahnya nilai tukar rupiah juga tidak berpengaruh terhadap struktur APBD Kotawaringin Timur 2019. Dan saya juga optimistis APBD kita nantinya justru akan meningkat dari sebelumnya," katanya di Sampit, Sabtu (8/9/2018)

Peningkatan APBD diharapkan bisa lebih signifikan agar ada pemerataan pembangunan, baik itu di sektor pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Jhon mengatakan, struktur APBD Kotawaringin Timur 2019 ditetapkan pendapatan sebesar Rp1,45 triliun.  Kemudian untuk belanja sebesar Rp1,50 triliun, sedang defisit sebesar Rp53,21 miliar atau sebesar 3,67 persen.

Menurut Jhon, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Serikat yang hampir menyentuh Rp15.000 per dolar AS akibat kondisi perekonomian global tidak akan terlalu berpengaruhdi daerahnya, karena Kabupaten Kotawaringin Timur sendiri tidak banyak melakukan ekspor.

"Kebutuhan kita lebih banyak dipasok dari dalam negeri. Jadi jika terpengaruh pun tidak terlalu besar," terangnya.  Meski demikian Jhon berharap rupiah bisa menguat dan kembali stabil, agar daya beli masyarakat di pasaran bisa meningkat.

 "Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk tidak resah atau panik menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," ucapnyaseperti dilansir Antara.

Jhon juga yakin pemerintah pusat tentunya tidak akan tinggal diam, dan terus berupaya untuk mencari solusi mengatasi permasalahan tersebut.

"Kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk mengatasi dan menangani nilai tukar rupiah ini agar tidak terlalu berdampak pada masyarakat," katanya.