INDUSTRY.co.id - Jakarta-Perkembangan industri otomotif yang saat ini semakin meningkat membuka lahan pemasaran baru di Indonesia.

Hal inilah yang membuat PT. Chandra Asri Pertochemical (CAP) menggandeng PT Toyota Motor Manufacturing (TMMIN) untuk bisa masuk menggarap lahan pasar yang sangat terbuka.

Dalam hal ini, CAP memasok reain polypropylene impact copolymer untuk komponen mobil Toyota vios dan Yaris.

"Langkah strategis yang perlu dilakukan dalam mencapai beberapa target tersebut, antara lain peningkatan produktifitas, efisiensi logistik, dan penggunaan material lokal" ungkap Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical, Erwin Ciputra di Jakarta (10/2/2017).

Selain untuk mobil Toyota Vios dan Yaris, CAP juga berencana untuk memasok model Fortuner dan Kijang Innova serta mobil LCGC Toyota yang lain. Merek lain yang sudah memakai polypropylene impact copolymer produksi CAP saat ini adalah mobil LCGC Daihatsu serta kendaraan roda dua dan roda empat Honda.

Dengan kerjasama ini CAP berharap nantinya dapat memasok kebutuhan polypropylene impact copolymer sejumlah 25 ribu ton per tahun untuk 500 ribu unit mobil, dengan pemakaian rata-rata 50 Kg per unit.

Kapasitas pabrik polypropylene CAP saat ini sebanyak 480 ribu ton per tahun dan masih akan ditingkatkan lagi menjadi 580 ribu ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan, guna memasok kebutuhan industri plastik di Indonesia.

"Dengan demikian, kebutuhan polypropylene impact copolymer untuk industri otomotif nasional dapat terjamin pemenuhannya oleh CAP. Selain itu, devisa negara yang dapat dihemat dari substitusi impor resin dan komponen mobil ini hingga USD 60 juta per tahun" terangnya.

Industri otomotif memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian suatu negara. Pemerintah Indonesia saat ini tengah aktif meningkatkan komponen lokal dari bahan baku yang diproduksi industri dalam negeri.

"Kami percaya, industri otomotif di Indonesia mampu mengejar pesaing utamanya, Thailand"  tambah Erwin.