INDUSTRY.co.id, Jakarta - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpengaruh pada harga bahan bangunan seperti halnya keramik.
“Kenaikannya mencapai 20 persen, dari sebelumnya Rp 40.000 per meter persegi,” ujar Alia, salah satu pegawai di Toko Keramik Pojok Makmur
Alia menuturkan, harga tersebut dipatok untuk keramik dengan kualitas paling rendah atau yang termurah. Menguatnya dolar ini tak hanya berimbas pada harga keramik, namun juga target penjualan.
Alia mengungkapkan, jika biasanya target penjualan rata-rata sebesar Rp 10 juta per bulan, kini naik menjadi Rp 30 juta per bulan.
Untuk menyiasati hal ini, pihaknya melakukan beberapa penyesuaian untuk menarik pembeli. Salah satunya adalah dengan promo diskon keramik. “Caranya dengan menggelar promo diskon untuk produk baru, lalu produk lama disesuaikan harganya untuk menarik pembeli,” tutur Alia.
Selain promo diskon, beberapa toko keramik juga melakukan penggantian merek barang, dengan tetap mempertahankan harga lama.
Di beberapa toko bangunan konvensional lainnya, harga keramik berada di kisaran Rp 45.000 per meter persegi hingga Rp 195.000 per meter persegi tergantung jenis, merek dan ukuran.