INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah mendorong dan mengundang pihak swasta untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk bergotong royong membantu korban gempa di Pulau Sumbawa.
"Pemerintah perlu kerja sama dan bantuan dari semua pihak, baik dari masyarakat maupun swasta," kata Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (31/8/2018)
Mensos mengunjungi korban gempa di Pulau Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Kamis (30/8/2018). Kunjungan Mensos tersebut merupakan kedua kalinya untuk melaksanakan amanat Presiden Joko Widodo agar terjun langsung dan memantau dari dekat proses pemulihan sosial korban gempa.
"Ada dua hal yang ingin saya dapatkan saat saya ke sini. Pertama, mengetahui langsung dan mengevaluasi secara umum penangnanan korban bencana alam di kabupaten Sumbawa Barat. Kedua, untuk melihat langsung sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program-program bansos yakni di sini ada PKH dan Rastra," katanya.
Mewakili pemerintah pusat, Mensos menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya karena gempa bumi.
Kepada warga yang kini harus berada di pengungsian maupun yang kehilangan tempat tinggal agar bersabar atas cobaan ini dan semoga semua diberikan ketabahan untuk menjalaninya.
Mensos mengatakan, Presiden Joko Widodo dengan tegas meminta agar penanganan pascagempa bumi di NTB dapat berjalan dengan baik dan segera memulihkan perekonomian wilayah setempat.
Tindak lanjut dari arahan tersebut telah tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi Di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kota Mataram dan Wilayah Terdampak Di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Merespon cepat Inpres tersebut, Kementerian Sosial telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat meliputi penyediaan kebutuhan tempat tinggal sementara, pemenuhan kebutuhan permakanan, dan pengerahan 30 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu evakuasi dan mengelola dapur umum.
Selanjutnya setelah masa tanggap darurat berakhir 28 Agustus lalu, kini pada tahap Pemulihan Sosial Kementerian Sosial memberikan santunan korban meninggal, jaminan hidup, bantuan stimulan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga terdampak gempa, dan layanan dukungan psikososial.
Gempa bumi terjadi di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat (KSB) Provinsi NTB pada 19 Agustus 2018 pukul 22.56 WITA menyisakan duka mendalam bagi warga yang terdampak.
Akibat gempa bumi tersebut sebanyak 10 orang meninggal dunia terdiri dari empat orang di Kabupaten Sumbawa Barat dan enam jiwa di Kabupaten Sumbawa.
Di kedua kabupaten tersebut, gempa juga mengakibatkan 121 orang mengalami luka-luka/rawat inap, 6.136 rumah rusak dan 55.040 orang mengungsi.